• Login
Bacaini.id
Friday, May 8, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Soto Kudus dan Larangan Daging Sapi: Warisan Toleransi Sunan Kudus

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
7 June 2025 11:20
Durasi baca: 3 menit
Soto Kudus dan Larangan Daging Sapi: Warisan Toleransi Sunan Kudus (foto/Instagram @anan_dita)

Soto Kudus dan Larangan Daging Sapi: Warisan Toleransi Sunan Kudus (foto/Instagram @anan_dita)

Bacaini.ID, KUDUS – Soto Kudus merupakan salah satu kuliner khas masyarakat Kabupaten Kudus Jawa Tengah, selain jenang Kudus yang terkenal itu.

Kuah soto Kudus bening, mirip soto Lamongan Jawa Timur atau soto Seger yang banyak ditemui di wilayah Solo dan Klaten Jawa Tengah.

Warna kuningnya juga tak jauh beda dengan soto daging Madura, meskipun gagrak Madura sedikit gelap, kental dan pekat.

Yang membedakan atau kekhasan soto Kudus dengan varian soto lainnya ada pada isian. Kalau lazimnya soto daging memakai daging sapi, soto Kudus memilih daging kerbau.

Mulai daging sandung lamur, sengkel, iga, has dalam, gandik hingga jeroan: paru, babat, hati, hati pengasihan, limpa, semua serba kerbau.

Kenapa begitu? Ini asal-usul alasan orang Kudus menghindari membuat soto daging sapi dan memilih daging kerbau sebagai ganti.

Sunan Kudus dan Kawanan Sapi

Sejarah itu berawal dari Jakfar Shadiq atau Sunan Kudus, salah satu Wali Songo yang membangun menara masjid berarsitektur Hindu Majapahit di Kudus.

Suatu hari pada saat syiar Islam, Sunan Kudus tak sadar telah masuk terlalu dalam di kawasan hutan belantara yang jauh dari pemukiman penduduk.

Kesamaan pepohonan hutan ditambah kondisi lelah membuat Sunan Kudus sulit menemukan arah jalan keluar. Sejak pagi hingga sore hanya berputar-putar.

Pada situasi pelik itu terdengar bunyi klonengan genta yang ternyata berasal dari kawanan sapi yang tengah berjalan melintas.

Sunan Kudus langsung bergegas mengikuti kawanan sapi yang berjalan sampai menemukan perkampungan (desa). Berkat kawanan sapi itu ia berhasil lepas dari ketersesatan hutan belantara.

“Oleh karena merasa berhutang budi kepada sapi-sapi itu, Sunan Kudus lalu mewanti-wanti penduduk untuk tidak memakan daging sapi,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016).

Sumber lain menyebut, Sunan Kudus terkenal toleran. Dalam syiar Islamnya ia mengedepankan pendekatan merangkul, menyentuh hati, bukan menghunus pedang.

Fatwanya melarang umat Islam di Kudus mengonsumsi daging sapi untuk menghormati umat Hindu yang saat itu secara statistik berjumlah lebih besar.

Sapi merupakan binatang yang dimuliakan dan dihormati para pemeluk agama Hindu.

Sebagai wujud penghormatan, Sunan Kudus meminta umat Islam tidak menyembelih sapi pada hari raya Idul Adha atau kurban. Sebagai ganti, umat Islam di Kudus menyembelih kerbau.

“Bahkan saat saat Idul Qurban pun dikisahkan yang disembelih Sunan Kudus bukan sapi melainkan kerbau,” demikian dikutip dari Atlas Wali Songo.

Fatwa Sunan Kudus diketahui masih berlaku hingga sekarang. Di Kudus tidak dijumpai penduduk yang menjual makanan berbahan daging sapi.

Soto yang menjadi salah satu kuliner khas Kudus juga memakai daging kerbau.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: dagingdaging sapisoto kudussunan kudustoleransiwali songo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi petugas medis menangani penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi Virus Andes di kapal pesiar Atlantik

Virus Andes Diduga Penyebab Wabah Misterius di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Meninggal

KFC Pertama di Indonesia, letaknya di Melawai Jakarta/Dok KFC

Begini Makanan Orang Indonesia Sebelum KFC Masuk Tahun 1979

Pasokan BBM Pertamina ke SPBU. Foto: Pertamina

Ramai Harga Pertalite Tak Disubsidi Tembus Rp.16.088 per Liter

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In