Poin Penting:
- Shoppertainment Mengubah Cara Orang Belanja
- Strategi Live Jualan Kini Mengandalkan Hiburan
- Kreativitas Membuka Peluang Besar untuk UMKM
Bacaini.ID, KEDIRI – Aktivitas belanja online di Indonesia kini memasuki era baru bernama shoppertainment, sebuah tren live shopping yang menggabungkan hiburan, interaksi sosial dan strategi psikologi massa untuk menarik perhatian konsumen. Dari host live yang kocak hingga gimmick drama diskon, fenomena ini mengubah transaksi digital biasa menjadi tontonan yang membuat penonton betah hingga akhirnya checkout tanpa sadar.
Baca Juga:
Ribuan penjual melakukan siaran langsung (live streaming) dan tidak lagi sekadar memajang barang, melainkan berteriak antusias, memperagakan produk secara langsung, membagikan voucer diskon yang berdurasi hanya beberapa menit, hingga melakukan aksi-aksi jenaka demi memancing perhatian penonton.
Era Shoppertainment merupakan era di mana batas antara hiburan (entertainment) dan belanja (shopping) lebur menjadi satu kesatuan yang adiktif. Lapak jualan digital bertransformasi menjadi panggung hiburan mini. Penjual tidak lagi duduk rapi membacakan brosur produk atau mereview produk mereka, melainkan berteriak antusias, berjoget, beradu argumen dengan kru di balik kamera, melakukan ‘stand up comedy’, hingga berdandan dengan kostum nyeleneh demi memancing perhatian penonton.
Fenomena jualan rasa ‘variety show’ ini justru menjadi magnet uang paling kuat di Indonesia saat ini.
Pasar Indonesia Butuh Barang dan Hiburan
Riset pasar dari berbagai lembaga seperti Jakpat dalam laporan ‘Consumer & Commerce Outlook’ menunjukkan bahwa gaya belanja masyarakat Indonesia kini bergeser secara agresif ke arah video commerce dan live shopping.
Baca Juga:
- Riset Gallup Ungkap Pekerja Indonesia Paling Bangga Jadi ‘Budak Korporat’, Stres Kerja Terendah di Dunia
- Harga Diri, Marwah dan Kehormatan KONI Kota Blitar: Untuk Olahraga atau Politik?
Konsumen tidak lagi mempan dirayu oleh foto produk yang estetik namun kaku. Mereka baru mau membuka dompet jika proses belanja melibatkan emosi, interaksi, dan yang paling penting adalah hiburan. Live jualan masa kini tak hanya mengandalkan host selebriti atau artis terkenal maupun orang-orang yang sedang viral. Host live yang lucu dan menghibur justru mengundang banyak penonton yang tentu saja semakin menaikkan penjualan.
Masyarakat Indonesia pada dasarnya merupakan makhluk komunal yang lebih menyukai kehangatan interaksi sosial. Ini menjadi alasan mengapa host live yang terkesan seperti teman tongkrongan sendiri, berinterasi secara hangat dengan penontonnya, lebih disukai.
Netizen merasa mereka tidak sedang diincar oleh seorang sales yang haus komisi, melainkan sedang mengobrol dengan seorang kawan yang jujur memberikan rekomendasi produk.
Tips Live Jualan Ramai Pembeli
Live jualan yang bisa menghasilkan pendapatan maksimal bukan hanya terletak pada faktor keberuntungan. Terdapat strategi psikologi massa yang ada di dalamnya. Berikut tips menciptakan live jualan yang mendatangkan banyak pembeli:
• Storytelling Otentik: Taktik Jualan Gaya ‘Ghibah’
Mulai dengan storytelling yang natural. Host live yang sukses sangat jarang membuka siaran dengan langsung mereview barang, mereka mengemasnya menjadi sebuah narasi cerita atau ‘gosip kecil’. Misalnya bercerita jika ada yang mengira ia pakai barang mahal, padahal harganya murah.
Taktik seperti ini secara instan memancing rasa penasaran penonton yang awalnya cuma sekadar lewat di halaman FYP (For You Page) mereka.
• The Scarcity Show: Menciptakan Gimmick
Menciptakan ‘drama’ atau gimmick senatural mungkin untuk menarik perhatian penonton. Ada yang berpura-pura berantem dengan bos karena salah memberi harga diskon, atau ‘memaksa’ penonton untuk segera membeli karena barang langka atau tinggal sedikit. Atau membalas komentar-komentar negatif dari penonton dan menjadikannya sebagai ‘drama’ untuk menarik simpati.
• Komedi Visual: 30% Jualan, 70% Badut
Di era digital, wajah rupawan tidak lagi menjadi jaminan siaran live akan ditonton banyak orang. Pasar sudah jenuh dengan visual yang terlalu sempurna. Netizen hari ini justru mencari keunikan dan kelucuan.
Mengemas live jualan menjadi panggung komedi, lebih menarik minat penonton. Bisa dengan tampilan yang kontras misalnya laki-laki dewasa yang menjual daster atau pakaian dalam dan mencobanya secara live, atau celutukan-celutukan host yang ‘nyablak’ saat berinteraksi dengan penontonnya.
Menjamurnya tren shoppertainment yang mengandalkan kreativitas ini membawa angin segar bagi dunia bisnis online Indonesia, terutama untuk UMKM. Jika sebelumnya untuk bisa bersaing dengan merek-merek raksasa, pelaku UMKM harus mengeluarkan modal besar untuk biaya iklan atau menyewa jasa figur publik papan atas, kini dengan kreativitas dan keunikan, semua pelaku usaha dapat bersaing dengan adil.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





