Bacaini.ID, BLITAR – SMKN 1 Doko Kabupaten Blitar melalui komite sekolah mengklaim tidak ada arahan soal pembelian seragam sekolah yang saat ini dikeluhkan wali murid karena harganya mahal. Namun realitasnya terdapat grup WhatsApp atau WAG (WA Grup) ‘Seragam’ beranggotakan 816 orang yang diduga bentukan komite.
BACA JUGA: Harga Seragam SMKN 1 Doko Blitar Capai Rp2 Juta, Wali Murid: Mahal
Agung Nindyo Suwarno, Ketua Komite SMKN 1 Doko saat dikonfirmasi mengatakan tidak tahu menahu soal WAG Seragam tersebut. Termasuk dispekulasikan jadi wadah koordinasi terkait jual beli seragam siswa, dirinya mengaku tidak paham. Yang ia ketahui, pihak sekolah dan komite membebaskan pembelian seragam.
Agung menegaskan tidak ada arahan atau paksaan kepada siswa untuk belanja di toko tertentu, termasuk toko delfia di depan sekolah yang saat ini tengah menjadi sorotan karena harga seragam yang ditebus wali murid lebih mahal dibandingkan dengan buatan konveksi UMKM lokal.
“Terkait grup WhatsApp, saya tidak paham. Intinya, semua siswa dibebaskan untuk membeli seragam di mana saja. Tidak ada arahan. Bahkan tidak membeli pun tidak menjadi masalah,” ujar Agung saat dikonfirmasi wartawan.
Yang diinginkan komite sekolah semua siswa SMKN 1 Doko sudah berseragam semua saat proses belajar mengajar berjalan. Karena itu, kata Agung, pihak sekolah membebaskan siswa belanja ke mana saja. Bahkan memakai seragam lungsuran (bekas) bagi yang punya kakak yang sudah lulus, juga tidak dilarang.
“Saya mendengar sendiri yang diumumkan di sekolah, bisa pakai lungsuran,” terangnya.
Toko Delfia Diklaim Punya Kualitas Lebih Baik
Sementara soal seragam sekolah produksi toko delfia yang dikeluhkan sejumlah wali murid karena harganya lebih mahal, Agung berdalih kualitasnya memang lebih bagus ketimbang seragam yang dibeli di pasar.
BACA JUGA: 8 Modus Jual Beli Seragam Sekolah yang Dikeluhkan Wali Murid
Ia mengklaim tahu betul soal itu karena pernah menjadi guru di SMKN 1 Doko. Sebagai perbandingan, seragam sekolah buatan toko delfia bisa dipakai siswa hingga kelas tiga, sedangkan buatan pasar, setiap tahun harus ganti.
Ia juga mengatakan, keberadaan toko delfia sudah dua tahun. Selain mutu lebih bagus, alasan siswa belanja ke sana karena dekat, mengingat topografi Doko sebagian besar pegunungan. Namun soal harga seragam Agung menegaskan tidak tahu menahu.
“Saya tahu betul karena pernah mengajar (SMKN 1 Doko),” ungkapnya.
Seperti diketahui, untuk satu paket seragam sekolah siswa laki-laki di SMKN 1 Doko Blitar yang terdiri beberapa stel seragam, wali murid harus merogoh kocek Rp1.885.000. Sedangkan untuk siswa perempuan sekitar Rp2.070.000. Sementara kalau belanja di konveksi UMKM lokal, mereka bisa mendapat harga lebih ekonomis.
Sesuai ketentuan PP Nomor 17 Tahun 2010 dan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022, sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, maupun komite sekolah tidak berwenang menjual seragam atau bahan seragam kepada peserta didik. Pengadaan seragam jadi hak orang tua atau wali sehingga bebas membeli di mana saja dengan harga sesuai kemampuan.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Hari Kepercayaan Resmi Ditetapkan, Jawa Timur Punya 50 Aliran Spiritual Nusantara dan artikel lainnya di rubrik BACA




