• Login
Bacaini.id
Friday, May 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Selain Covid, Dinkes Kota Kediri Siaga DBD dan Cikungunya

ditulis oleh
9 January 2021 10:00
Durasi baca: 2 menit
Pengasapan oleh Dinkes Kota Kediri (Foto: Bacaini.id/Novira Kharisma)

Pengasapan oleh Dinkes Kota Kediri (Foto: Bacaini.id/Novira Kharisma)

KEDIRI – Dinas Kesehatan Kota Kediri tengah aktif melakukan tindakan foging (pengasapan) di setiap kelurahan yang kedapatan kasus nyamuk Demam Berdarah dan Cikungunya. Tindakan ini dilakukan untuk memutus kasus keduanya.

Penanggungjawab penyakit tular vektor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Rony Sabahtany mengatakan, kegiatan tersebut banyak dilakukan ketika ada laporan warga yang terkena DBD maupun Cikungunya. “Fogging ini bukan pencegahan, lebih untuk memutus penularan,” kata Rony kepada Bacaini.id, Jumat 8 Januari 2021.

Dia juga mengatakan, untuk tindakan setelah foging dilanjutkan dengan penanganan dan penanggulanan. Penanganan harus dilakukan sesegera mungkin karena tingkat penularan di Kota Kediri pada tahun lalu sudah sangat tinggi.

Selain DBD, kasus penularan chikungunya di Kota Kediri tahun 2020 juga sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari DBD. “DBD 160 kasus, dan cikungunya lebih dari 300 kasus waktu itu, kita mewaspadai itu” katanya.

Di tahun ini kata Rony kasus Cikungunya juga sudah terjadi di Kelurahan Banaran Kota Kediri. Hal itu pun juga sudah dikonfirmasi oleh kelurahan setempat dan sudah dilakukan survei. Kasus chikungunya bisa dikatakan lebih berbahaya, walaupun bukan termasuk penyakit yang mematikan tetapi penularannya lebih cepat daripada DBD. “Penanganannya sama, dilakukan fogging untuk mematikan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti,” kata Rony.

Rony menambahkan, selain Cikungunya, kasus DBD beberapa kali terjadi di Kelurahan Banjarmlati. Menurut dia di kelurahan tersebut setidaknya ada tiga kasus yang telah positif DBD. “Yang dua itu sudah pulang, kasus baru kemarin itu ada satu lagi yang mengalami gejala sama dan sedang proses uji lab,” jelasnya.

Rony mengimbau kepada masyarakat jika mengalami keluhan demam selama beberapa hari agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Lebih lanjut dia mengimbau untuk seluruh warga Kota Kediri untuk melaksanakan 3M plus, yakni Menutup, Menguras dan Menimbun barang bekas. “Plusnya itu maksudnya kami akan melakukan kerja bakti. Kader bersama warga akan meninjau masing-masing rumah warga, khususnya kamar mandi yang dirasa lebih rawan,” pungkasnya.

Penulis : Novira Kharisma
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: dbdcikungunyanyamuk cikungunya
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musisi Indonesia sukses menembus industri musik dunia

Musisi Indonesia Go Internasional: NIKI, Rich Brian dan no na Guncang Musik Global

Ilustrasi hantu pocong dalam suasana malam di perkampungan Indonesia

Asal Usul Hantu Pocong di Indonesia: Produk Sinkretisme Nusantara

Olahan kambing bakar kecap ala Devina Hermawan dengan bumbu rempah dan irisan cabai merah

Resep Kambing Bakar Kecap ala Devina Hermawan, Tak Serepot Bakar Sate

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In