• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sekolah di Kota Kediri Bebas Pekerjaan Rumah

ditulis oleh Editor
14 September 2023 18:52
Durasi baca: 2 menit
Wali Kota Kediri bersama siswa SMP Negeri 1 Kota Kediri. Foto: Ist

Wali Kota Kediri bersama siswa SMP Negeri 1 Kota Kediri. Foto: Ist

Bacaini.id, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberi arahan kepada para kepala sekolah terkait sistem pendidikan di Kota Kediri. Pendidikan di Kota Kediri harus diubah menjadi lebih asyik.

Arahan itu disampaikan di hadapan kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA di Kota Kediri dalam Talkshow ‘Merancang Pendidikan di Kota Kediri untuk Masa Depan’ di SMPN 1 Kediri, Kamis, 14 September 2023.

“Saya harus menyampaikan sesuatu yang cukup krusial. Saya mengajak Bapak Ibu guru dan Kepala sekolah merancang pendidikan di Kota Kediri dengan sungguh-sungguh. Agar pada pendidikan di Kota Kediri tidak terjadi stagnansi,” ujarnya.

Abdullah Abu Bakar mengungkapkan pendidikan di Kota Kediri harus diubah menjadi lebih asyik. Siswa-siswi Kota Kediri harus mempunyai sudut pandang yang luas dan dapat menyelesaikan berbagai permasalahannya sendiri.

Pekerjaan rumah (PR) tidak dapat membuat siswa berkembang. Banyak siswa yang banyak menghabiskan waktu untuk mengerjakan PR dan mengesampingkan pentingnya bersosialisasi.

Karena terlalu banyak mengerjakan PR, menurutnya, siswa menjadi kurang kreatif serta rendah kemampuan analisisnya, terlalu saklek dan textbook oriented.

“Jangan kasih PR ke anak-anak. Sekarang kasih mereka project, kita kasih medianya. Anak-anak harus asyik mereka harus belajar dan bermain,” pintanya.

Wali Kota Kediri menegaskan, guru sebagai tenaga pendidik harus bisa eksplorasi bersama siswa dan mendorong untuk learning by doing. Artinya siswa tidak hanya diajarkan mengahafal rumus melainkan harus diajarkan cara mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Sekarang, lanjutnya, semakin banyak hal yang bisa dipelajari. Sehingga siswa di Kota Kediri tidak hanya harus menjadi pemenang, melainkan juga harus menjadi problem solver.

“Nanti mereka ini akan bersaing lebih luas. Saya ingin ketika dibanding-bandingkan, nantinya anak-anak ini bisa jadi pemenang. Dengan tidak adanya PR, siswa juga memiliki waktu lebih untuk belajar karakter di rumah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Kediri juga berharap agar English Massive dan Quran Massive dapat dinilai sebagai ekstra kurikuler di sekolah. Mengingat, dua program itu memiliki potensi yang luar biasa bagi pendidikan anak-anak Kota Kediri dengan arah yang jelas dalam meningkatkan kemampuan baik bagi para siswa baik.

“Program tersebut potensinya besar sekali. Anak-anak meluangkan waktu, tenaga dan banyak hal yang mereka suka dan belum tentu ada di sekolah. Tolong dinilai menjadi ekskul,” pungkasnya.**

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kota kediripemkot kedirisekolah di kota kedirisiswa bebas PRWali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Samanhudi Anwar duduk di rumahnya di Kota Blitar sambil berbincang mengenai politik dan KONI Kota Blitar

Samanhudi Anwar Never Give Up di Tengah Polemik KONI Kota Blitar

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In