• Login
Bacaini.id
Friday, July 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Satira dan Aroma Laut yang Tak Pernah Hilang dari Puger

ditulis oleh Redaksi
31 October 2025 09:52
Durasi baca: 2 menit
Satira (63) saat menjemur ikan asin di halaman rumahnya

Satira (63) saat menjemur ikan asin di halaman rumahnya

Bacaini.ID, JEMBER – Udara asin khas pesisir selatan langsung terasa begitu kaki melangkah ke kawasan Puger, Kabupaten Jember. Dari halaman rumah-rumah nelayan, aroma ikan asin yang dijemur bercampur dengan angin laut, menandai denyut hidup masyarakat pesisir yang tak pernah benar-benar berhenti.

Di Kampung Mandaran, Puger Wetan, seorang perempuan tua tampak membalik ikan-ikan yang dijemur di atas anyaman bambu. Dialah Satira, 63 tahun, yang telah lebih dari empat puluh tahun hidup bersama ikan asin, menjadikannya bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari perjalanan hidup.

Setiap pagi sebelum matahari tinggi, Satira sudah sibuk dengan tumpukan ikan segar hasil tangkapan nelayan. Kulitnya legam, tangannya kapalan, tapi senyumnya tetap ramah. “Kalau tidak saya kerjakan sendiri, siapa lagi? Sudah dari muda begini,” ucapnya pelan, sambil membalik ikan satu per satu.

Sejak 1980-an, Satira menekuni usaha pengasinan ikan. Ikan benggol, lenguru, hingga siyak-siyak ia olah menjadi produk yang gurih dan tahan lama. Namun prosesnya tak sesederhana yang tampak. “Begitu ikan datang, harus langsung diasinkan tiga jam. Tidak boleh ditunda, nanti baunya berubah,” jelasnya.

Usai diasinkan, ikan dijemur di bawah sinar matahari. Di sinilah ketelatenan Satira diuji. Cuaca panas adalah berkah, tapi langit mendung bisa berarti kerja ekstra. “Kalau panas, sehari kering. Tapi kalau mendung, bisa sampai tiga hari baru bisa dijual,” tuturnya sambil menatap langit yang mulai berawan.

Musim hujan menjadi masa paling berat. Ia harus berulang kali memindahkan ikan ke tempat teduh agar tidak rusak. “Capek, iya. Tapi kalau berhenti, ya tidak dapat apa-apa,” katanya lirih.

Dalam sekali produksi, Satira bisa menghasilkan dua kuintal ikan asin. Dulu, ia hanya mengandalkan tengkulak yang datang membeli. Kini, berkat bantuan anak-anak muda di kampungnya, hasil olahannya mulai dijual lewat media sosial. “Sekarang sudah ada yang pesan online. Ada juga yang kirim ke luar daerah,” ujarnya bangga.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Harga ikan segar sering melonjak saat cuaca buruk, sementara harga jual harus menyesuaikan pasar. “Kalau lagi mahal, bisa Rp60 ribu per kilo. Tapi kalau musim ikan, paling Rp15 ribu sampai Rp16 ribu,” ceritanya. Ia juga kerap mendatangkan ikan dari Banyuwangi, Madura, dan Probolinggo demi menjaga kualitas.

Bagi Satira, pekerjaan ini bukan sekadar sumber penghasilan. Ini adalah warisan hidup pesisir yang ingin ia jaga. Empat dekade ia habiskan berdampingan dengan panas matahari, asin garam, dan aroma laut yang melekat di kulit.

Ia tidak menyesali pilihannya. “Yang penting rezeki halal, bisa makan, bisa sekolah anak-anak,” katanya pelan, sebelum kembali menjemur harapan di bawah langit Puger yang mulai cerah.\

Penulis             : Mega

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Hari Tri Wasono

Kecelakaan Mobil Palisade Menguji Positioning Media di Kediri

Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring OTT KPK terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah pada Juli 2026

OTT Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Gencarnya KPK di Bulan Juli

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat meresmikan pembangunan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Sebut Ada Upaya Menjual PT PAL, Pindad, Hingga Garuda, Tapi Berhasil Dicegah

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In