Poin Penting:
- Myanmar menemukan rubi jumbo seberat 11.000 karat di wilayah Mogok
- Batu rubi baru disebut lebih bernilai karena kualitas warna dan kejernihannya
- Myanmar diketahui memasok hingga 90 persen rubi dunia
Bacaini.ID, MYANMAR – Myanmar kembali menggemparkan dunia batu mulia setelah ditemukannya batu rubi jumbo seberat 2,2 kilogram atau sekitar 11.000 karat di wilayah Mogok, Mandalay. Temuan rubi raksasa dengan kualitas warna dan kejernihan premium ini semakin mengukuhkan Myanmar sebagai penghasil batu rubi terbaik dan terbesar di dunia.
Baca Juga:
Myanmar merupakan negara penghasil batu rubi terbesar dan terbaik di dunia. 90% rubi di seluruh dunia dipasok dari Myanmar dan dikenal berkualitas dengan warna merah yang pekat dan langka. Penemuan rubi jumbo diumumkan oleh media pemerintah Myanmar The Global New Light of Myanmar (GLMN) pada Jumat (8/5/2026).
Beberapa batu rubi raksasa langka dan berharga diketahui telah ditemukan selama bertahun-tahun di Myanmar. Beberapa di antaranya, rubi SLORC seberat 99,25 gram ditemukan pada tahun 1990, rubi besar 4.290 gram yang digali tahun 1996, dan rubi NaSaKa seberat 557,85 gram yang ditemukan tahun 2022.
Namun, meskipun temuan rubi raksasa di tahun 1996 tetap yang terbesar berdasarkan beratnya, rubi yang baru ditemukan ini dianggap lebih berharga karena warna, kejernihan, dan kualitas keseluruhannya lebih unggul. Batu rubi ini digambarkan memiliki rona merah keunguan dengan nuansa kekuningan, tingkat warna berkualitas tinggi, transparansi sedang.
Baca Juga:
Batu rubi tersebut juga dilaporkan memiliki kilau vitreous yang sangat baik, dan tetap dalam keadaan alaminya, berbentuk gumpalan batu, tanpa polesan apa pun. Rubi jumbo ini dilaporkan ditemukan di dekat kota Mogok, di wilayah Mandalay bagian atas, jantung industri pertambangan permata yang baru-baru ini mengalami pertempuran sengit dalam perang saudara yang meluas di negara tersebut.
Batu ini ditemukan pada pertengahan April, tepat setelah festival Tahun Baru tradisional. Presiden Myanmar U Min Aung Hlaing, dalam siaran pers media pemerintah setempat, terlihat memeriksa batu rubi temuan terbaru, ditemani jajaran pemerintahannya.
Pemerintahan baru Myanmar dilantik pada 10 April lalu dengan klaim merupakan hasil pemilihan demokratis. Meskipun menjabat dalam kapasitas sipil, setelah terjadinya kudeta militer di tahun 2021, banyak pihak dan pengamat internasional menilai pemerintah baru Myanmar hanya bersifat simbolis untuk memperkuat kekuasaan militer melalui jalur formal.
Penambangan batu permata di Myanmar dilaporkan juga menjadi sumber pendanaan utama bagi kelompok-kelompok bersenjata etnis yang memperjuangkan otonomi dan jadi faktor pemicu konflik internal selama beberapa dekade di negara tersebut.
Myanmar menghasilkan hingga 90% rubi dunia, terutama dari daerah Mogok dan Mong Hsu. Batu permata, baik yang diperdagangkan secara sah maupun diselundupkan, merupakan sumber pendapatan utama bagi Myanmar.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





