Poin Penting:
- Pentagon membuka arsip rahasia UFO/UAP dan memicu perhatian publik dunia
- Indonesia pernah mengalami penampakan UFO terkenal di Pulau Alor tahun 1959
- Kasus tersebut diteliti pendiri LAPAN, J. Salatun, dari sisi ilmiah dan keamanan
Bacaini.ID, KEDIRI – Pembukaan arsip rahasia UFO atau UAP oleh Pentagon kembali memicu perhatian dunia terhadap berbagai laporan penampakan benda terbang tak dikenal, termasuk kisah misterius di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur pada tahun 1959 yang disebut sebagai salah satu kasus UFO paling terdokumentasi di Indonesia.
Baca Juga:
- Misteri UFO Mulai Diteliti Serius dan Diakui Ilmiah
- Detik-detik Penampakan Benda Diduga UFO di Langit Tulungagung Jelang Pergantian Tahun Baru 2024
Pemerintah Amerika Serikat melalui Pentagon, membuka file rahasia UFO atau UAP pada Jumat (8/5) yang disambut antusis publik global dengan berbagai reaksi pro dan kontra. Banyak yang menduga dilirisnya arsip-arsip rahasia tersebut pengalihan isu yang sedang menekan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.
Arsip yang kini dapat diakses publik tersebut menampilan data berupa foto, video inframerah militer, transkrip astronot, dan laporan saksi dari tahun 1947 sampai 2025. Di Indonesia, terbukanya arsip mengenai UFO membangkitkan memori mengenai peristiwa kemunculan benda terbang tak dikenal di beberapa tempat pada tahun 1964.
Militer Indonesia memiliki catatan mengenai penembakan obyek terbang tak dikenal di atas langit Surabaya, Malang dan Bangkalan. Namun sebelum penembakan benda terbang tak dikenal di tahun 1964, penampakan UFO dan makhluk asing sudah pernah terjadi di Indonesia tepatnya di Pulau Alor, Nusa tenggara Timur pada Juli 1959, dan menjadi penampakan UFO yang paling terdokumentasi di Indonesia.
Misteri Alien Pulau Alor Tahun 1959
Peristiwa yang terjadi di Pulau Alor bukanlah hal biasa. Kejadian ini bahkan membuat pendiri LAPAN, J. Salatun, menyelidiki kasus tersebut. J. Salatun-lah yang kemudian mengembangkan penelitian mengenai obyek terbang tak dikenal dan mengenalkan istilah BETA, Benda Terbang Asing, dan melakukan penyelidikan mendalam mengenai laporan-laporan penampakan UFO di Indonesia.
Baca Juga:
Dokumentasi mengenai peristiwa Pulau Alor 1959, tertuang dalam buku karya Salatun: UFO, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini. Buku ini menjadi literatur pertama mengenai ufologi di Indonesia. Tidak hanya sekadar mengenai kisah kemunculan benda asing terbang di Indonesia, namun juga membedahnya dari sudut pandang ilmiah dan pertahanan keamanan di masanya.
Catatan mengenai peristiwa kemunculan benda terbang dan makhluk asing di Pulau Alor menyebut detail mengenai ciri fisik makhluk asing tersebut dan kesaksian tentang obyek berbentuk bulat telur yang bisa terbang melesat di atas laut.
Disebutkan, warga melaporkan melihat sekitar enam orang asing dengan tinggi kisaran dua meter, berkulit kemerahan dengan rambut perak, mengenakan pakaian seragam serba biru lengan panjang, bersepatu boot militer. Mereka juga dilaporkan membawa tongkat pendek berbentuk silinder di sabuknya.
Dalam dokumentasi peristiwa tersebut menyebutkan, Kepala Polisi Alor saat itu, Alwi Alhadad, setelah mendapatkan laporan warga, memerintahkan pengejaran. Polisi sempat melepaskan tembakan ke makhluk-makhluk asing tersebut dari jarak dekat, namun peluru dilaporkan tidak dapat melukai mereka dan menghilang tanpa jejak.
Sebelumnya, warga Alor juga telah melakukan pengepungan pada entitas asing tersebut, namun mereka dilaporkan kebal terhadap panah dan dapat lolos dari pengepungan dengan melompat tinggi melewati kepala para pengepung.
Kehadiran enam makhluk asing ini menjadi teror tersendiri bagi warga Pulau Alor saat itu karena hilangnya seorang anak kecil bernama Pangu, yang dilaporkan diculik makhluk asing, namun akhirnya bisa ditemukan kembali dalam keadaan linglung 24 jam kemudian di lokasi yang jauh dari awal tempatnya menghilang.
Laporan lain menyebutkan tentang seorang dewasa yang sempat berinteraksi dengan makhluk asing, dan bersaksi dibawa oleh makhluk-makhluk asing tersebut ke suatu tempat. Dalam kesaksiannya, enam makhluk asing yang mirip manusia biasa ini seperti mencoba berkomunikasi dengannya dengan bahasa yang tidak ia mengerti. Setelahnya, ia dibebaskan kembali.
Kasus yang terjadi di Pulau Alor dianggap unik oleh pegiat ufologi karena makhluk-makhluk asing atau alien ini tidak terlihat agresif secara langsung, melainkan seperti sedang melakukan misi eksplorasi.
Arsip UFO/UAP yang kini bisa diakses publik, dan berbagai catatan penampakannya, tidak lagi sekadar fantasi. Alih-alih menghubungkannya dengan fenomena mistis, keterbukaan informasi mengenai adanya UFO dapat menggairahkan penelitian-penelitian ilmiah mengenai fenomena tersebut, dan terutama kewaspadaan terhadap pertahanan dan keamanan negara untuk mengantisipasi terknologi militer modern yang mungkin belum diketahui secara luas.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





