Bacaini.ID, KEDIRI – Nusron Wahid sedang menjadi perhatian publik setelah mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara yang turut menyeret sejumlah pejabat di lingkungan kementeriannya.
Sorotan terhadap Nusron membuat perjalanan karier politik dan organisasinya kembali menarik untuk ditelusuri. Sebelum menduduki jabatan menteri, ia melewati sejumlah tahapan, mulai dari aktivisme mahasiswa, dunia jurnalistik dan akademik, organisasi kemasyarakatan, hingga politik parlemen dan pemerintahan.
Mengawali Karier dari Dunia Jurnalistik dan Kampus
Nusron Wahid lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 1973. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia dengan mengambil bidang Ilmu Sejarah dan menyelesaikannya pada 1998. Semasa kuliah, ia aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, termasuk pers mahasiswa.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Nusron melanjutkan studi magister di Institut Pertanian Bogor dan meraih gelar Magister Ilmu Ekonomi pada 2011.
Sebelum sepenuhnya menekuni politik, Nusron memiliki pengalaman di bidang jurnalistik dan akademik. Ia pernah bekerja sebagai wartawan Harian Bisnis Indonesia pada periode 1995–1999. Ia juga tercatat pernah menjadi peneliti di Lembaga Pranata Pembangunan VI dan mengajar sebagai dosen di Universitas Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi bagian awal perjalanan profesionalnya sebelum memasuki lingkungan pemerintahan dan politik nasional.
Memimpin PMII dan GP Ansor
Karier Nusron juga berkembang melalui organisasi kemahasiswaan dan keagamaan. Ia pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2000–2003.
Setelah itu, ia aktif dalam Partai Golkar dan sejumlah organisasi kemasyarakatan. Namanya semakin dikenal ketika terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor untuk periode 2011–2016.
baca halaman selanjutnya……….




