• Login
Bacaini.id
Wednesday, April 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penonton Karnaval Seribu Bantengan di Kota Batu Tumpah Ruah

ditulis oleh Editor
7 August 2022 18:43
Durasi baca: 3 menit
Atraksi bantengan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu. Foto: Bacaini/A.Ulul

Atraksi bantengan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu. Foto: Bacaini/A.Ulul

Bacaini.id, MALANG – Atmosfer berbeda tampak di sepanjang jalur protokol utama Kota Batu, Minggu, 7 Agustus 2022. Masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang Jalan Panglima Sudirman untuk melihat Karnaval 1.000 Bantengan.

Karnaval bantengan menjadi pertunjukan seni yang ditunggu-tunggu sejak wabah COVID-19 mendera. Tak hanya warga Kota Batu, wisatawan yang berkunjung pun tak ingin melewatkan pertunjukan tersebut.

Tahun ini, karnaval 1.000 bantengan diikuti oleh kurang lebih sebanyak 1.500 peserta dari 30 kelompok atau komunitas bantengan se-Malang Raya. Bahkan ada juga kelompok bantengan yang datang dari Mojokerto, Tuban dan Jombang.

Para seniman bantengan saling unjuk gigi dengan aksi kalapnya di sepanjang jalan. Mulai berlarian sambil membawa kepala banteng, makan dupa dan kemenyan hingga berteriak sampai menggelepar di aspal. Atraksi itu memang menjadi ciri khas kesenian asli Jawa Timur yang satu ini.

Karnaval 1.000 bantengan berlangsung seharian mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Semakin sore, semakin banyak masyarakat yang berbondong-bondong datang hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Suhermawan (35) warga asal Desa Sumberbrantas Kota Batu rela jauh-jauh datang ke kota hanya untuk menonton atraksi bantengan ini. Seni bantengan, menjadi tontonan yang dia gemari sejak kecil. Sayangnya, event tahunan ini tidak bisa dilaksanakan selama dua tahun terakhir karena pandemi.

”Sudah lama gak nonton bantengan. Apa lagi kan ini yang main banyak sekali, ada seribu banteng, jadi pasti seru dan sayang kalau gak nonton. Akhirnya saya ajak sekeluarga buat nonton, sekalian liburan lah,” ujar Suhermawan, Minggu, 7 Agustus 2022.

Tak hanya warga, antusiasme tinggi juga datang dari pelaku seni bantengan sendiri. Salah satunya Paguyuban Seni Bela Diri Pencak Silat Banteng Kembar Made asal Pacet Mojokerto, yang turut memeriahkan karnaval 1.000 bantengan.

Doni Fitrian, salah satu anggota kelompok yang datang dari Mojokerto mengatakan karnaval bantengan ini menjadi tonggak kebangkitan seni bantengan yang sudah mulai redup, apalagi usai tak bisa bergerak akibat pandemi Covid 19.

”Makanya, begitu ada undangan karnaval ini, kami langsung ikut berpartisipasi. Hari ini kami bawa 93 anggota dan ini semua menjadi upaya kami untuk melestarikan seni tradisiagar tetap dikenal oleh generasi penerus nantinya,” aku Doni.

Sebagai informasi, Karnaval 1.000 bantengan ini digelar oleh Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) bersama Komunitas Bantengan Nuswantara Kota Batu. Kegiatan ini memang menjadi acara rutin tahunan yang sempat terhenti selama dua tahun akibat COVID-19.

Salah satu anggota DKKB, M. Anwar mengatakan, karnaval 1.000 bantengan digelar juga dalam rangka memperingati 15 Tahun Bantengan Nuswantara. Kegiatan ini diikuti oleh 50 grup bantengan dari Malang Raya dan daerah sekitar dengan total 1.500 peserta.

”Karnaval 1.000 Bantengan ini menjadi ajang untuk membangkitkan kesenian bantengan sekaligus ajang silaturahmi para pegiat seni setelah dua tahun ini tak bisa bertamu. Saya harap kesenian ini bisa terus lestari,” terang Anwar.

Penulis: A.Ulul
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: karnaval seribu bantenganKota Batu
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

ETLE Handheld Tulungagung tilang elektronik menggunakan smartphone polisi

ETLE Handheld Berlaku di Tulungagung, Polisi Tilang Pelanggar Pakai Smartphone

Ilustrasi bayi tidur. Foto: unsplash

Begini Cara Menidurkan Anak Tanpa Diikat Seperti Daycare Yogyakarta

ilustrasi otak kiri dan kanan manusia

Alasan Ilmiah 90% Manusia Dominan Tangan Kanan, Ternyata Sudah Jutaan Tahun

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Letda Mohammad Bintang Revolusi, Perwira Muda Asal Blitar Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In