Poin Penting:
- Patung Bung Karno di Istana Gebang Blitar dibuat selama enam bulan oleh seniman Gunadi asal Bantul, dengan tantangan terbesar menangkap karakter khas Soekarno
- Patung perunggu setinggi 5 meter berpose membaca buku itu dibuat sama seperti patung di Lemhanas atas permintaan khusus Megawati Soekarnoputri
- Renovasi Istana Gebang dan pembangunan patung menelan biaya Rp4,1 miliar yang disebut berasal dari gotong royong pengurus DPD PDIP Jawa Timur
Bacaini.ID, BLITAR – Membuat patung bukan sekadar menyalin wajah. Bagi seniman Gunadi asal Bantul, Yogyakarta tantangan terbesar saat menciptakan patung baru Soekarno di Istana Gebang Kota Blitar justru memindahkan karakter sang proklamator ke dalam karya perunggu setinggi lima meter.
BACA JUGA: Patung Soekarno Baru dan Renovasi Istana Gebang Blitar Habiskan Rp4,1 Miliar
Patung Bung Karno yang diresmikan Megawati Soekarnoputri bersama renovasi Istana Gebang pada 15 Juni 2026 selesai dibuat dalam waktu enam bulan. Diakui Gunadi, yang paling sulit dari proses kreatif tersebut adalah memindahkan karakter Bung Karno.
Menurut dia, tidak mudah menuangkan karakter ke dalam patung perunggu berpose membaca buku tersebut. Bung Karno punya karakter jenius, ganteng dengan khas tertentu yang kharismatik yang itu tidak mudah dituangkan. “Yang menyulitkan bagi saya masalah karakter,” terang Gunadi kepada Bacaini.id Senin (15/6/2026).
Dianalogikan hidung. Semua orang, lanjut Gunadi punya hidung, namun anatominya berbeda-beda. Begitu juga dengan Bung Karno, yang bentuk hidung dan matanya lain, namun kata dia memiliki proporsi yang luar biasa.
“Belum masalah gestur, anatomi, masalah bravery yang harus duduk, gimana itu harus kita pelajari secara detail,” ungkap Gunadi.
Selain patung Soekarno, Gunadi juga yang mengerjakan relief pagar tembok baru Istana Gebang, yang dikenal sebagai rumah masa kecil Bung Karno. Ada lima relief yang bercerita tentang perjalanan mulai fase lahir, tumbuh, berjuang hingga menjadi Founding Father bangsa Indonesia.
Sama dengan Patung Soekarno di Lemhanas
Terbuat dari logam perunggu, patung baru Soekarno di Istana Gebang Kota Blitar memiliki tinggi lima meter. Ukuran dan posenya sama dengan patung Bung Karno yang berada di kawasan Lemhanas, di mana seniman Gunadi juga yang membuat.
BACA JUGA: Megawati Bicara soal Prabowo di Blitar: Saya Bukan Musuh Dia
Pose patung Bung Karno sedang membaca di Istana Gebang tersebut, kata Gunadi merupakan permintaan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Pose yang disamakan dengan pesanan di Lemhanas,” terang Gunadi.
Sementara proses kreatif pembuatan patung Soekarno mulai pengecoran hingga modeling diketahui berlangsung di Yogyakarta dan itu melibatkan tujuh orang seniman. “Kalau proses cetak sampai ini hampir 60-an orang. Ini (patung) komposisinya sudah pas,” tambahnya.
Gunadi memilih sosok Soekarno di usia 45-an tahun sebagai model pembuatan patung. Soekarno yang sudah menjadi Presiden Indonesia pertama, namun negara masih berada dalam situasi bergolak.
Ia juga mengatakan kalau Bung Karno di usia 22 tahun sudah menggugat dunia, di mana nilai-nilai perjuangannya perlu dicontoh oleh generasi sekarang. Soekarno seorang presiden yang sekaligus seniman dan karenanya punya hati nurani yang tajam.
“Lukisannya, koleksinya sangat luar biasa,” pungkas Gunadi.
Menurut Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah atau Buya Said, renovasi Istana Gebang dan pembuatan patung Soekarno setinggi lima meter karya seniman Gunadi asal Bantul Yogyakarta, menelan biaya Rp4,1 miliar.
“Biayanya gotong royong dari seluruh pengurus DPD partai (PDIP Jawa Timur) Rp4,1 miliar,” kata Said Abdullah.
Penulis: Solichan Arif
BACA JUGA: Patung Soekarno Terbaru di Blitar Diresmikan Megawati, Lengkapi Monumen Bung Karno dan artikel lainnya di rubrik BACA




