• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Optimisme Ternyata Baik untuk Otak, Risiko Pikun Berkurang 15 Persen

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
20 May 2026 12:52
Durasi baca: 3 menit
Ilustrasi lansia tersenyum menunjukkan sikap optimis untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah demensia

Studi Harvard menemukan orang dengan sikap optimis memiliki risiko demensia lebih rendah hingga 15 persen. Optimisme ternyata bukan sekadar pola pikir positif, tapi juga berdampak pada kesehatan otak dan kualitas hidup di masa tua (foto/magnific)

Poin Penting:

  • Studi Harvard menemukan orang optimis memiliki risiko demensia 15 persen lebih rendah
  • Optimisme membantu mengurangi stres, peradangan kronis, dan menjaga kesehatan otak
  • Sikap optimis dapat dilatih lewat pola pikir positif, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, dan rasa syukur

Bacaini.ID, KEDIRI – Sebuah studi terbaru dari Harvard University menemukan bahwa orang dengan tingkat optimisme lebih tinggi memiliki risiko demensia 15 persen lebih rendah. Temuan ini memberi harapan baru dalam upaya pencegahan kepikunan dan penurunan fungsi otak pada lansia.

Baca Juga:

  • Aktor Bruce Willis Nyaris Tak Bisa Berbicara, Membaca, dan Berjalan

Menurut WHO, setiap tiga detik terdapat satu orang di dunia yang terdiagnosis mengalami demensia. Angka ini setara dengan hampir sepuluh juta kasus baru setiap tahunnya. Studi terbaru ini tentu menumbuhkan harapan baru bagi pencegahan kasus-kasus baru pada lansia di seluruh dunia.

Para ahli mengatakan optimisme bermanfaat bagi kesehatan otak dan menjelaskan bagaimana menumbuhkan pola pikir yang lebih positif. Para peneliti menemukan tingkat optimisme yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko demensia 15 persen lebih rendah.

Optimisme didefinisikan sebagai kemampuan atau kecenderungan memberikan pandangan positif pada tindakan dan peristiwa, atau untuk mengantisipasi hasil terbaik yang mungkin terjadi. Sikap optimis biasanya disertai dengan mentalitas ‘bisa melakukan’, yang sangat berharga seiring bertambahnya usia. Berbanding terbalik dengan optimisme, pesimisme membawa risiko demensia yang lebih besar.

Cara Melatih Sikap Optimis dalam Kehidupan Sehari-hari

Menumbuhkan sikap optimisme merupakan keterampilan mental yang bisa dilatih lewat kebiasaan sehari-hari. Bersikap optimistis bukan berarti mengecilkan atau bahkan mengabaikan permasalahan, namun memiliki harapan dan perasaan positif dapat mengendalikan semua permasalahan dengan baik dan benar.

Baca Juga:

  • Bhikkhu Thudong Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang, Bawa Pesan Damai
  • Samanhudi Menang Ketua KONI Kota Blitar: Dilantik Monggo Ora Monggo

Berikut cara yang bisa dilakukan untuk melatih dan menumbuhkan sikap optimistis:

  • Ubah cara berbicara pada diri sendiri menjadi lebih positif. Identifikasi pikiran sendiri apakah fakta atau hanya ketakutan tersembunyi. Misalnya dengan mengganti pemikiran: ‘Saya pasti gagal’ dengan ‘Saya akan mencoba hingga berhasil’.
  • Fokus pada hal yang bisa dikendalikan. Petakan masalah, pisahkan antara situasi yang bisa dikendalikan dan yang diluar kendali diri sendiri. Seseorang tidak bisa mengendalikan perilaku orang lain yang membuat sakit hati, atau mengendalikan kemalangan yang menimpa diri sendiri seperti sakit, kematian orang terkasih dan lainnya. Yang bisa dikendalikan adalah respon dari situasi yang diluar kendali tersebut.
  • Latih rasa syukur dengan mencatat hal baik yang terjadi, dan menggeser sudut pandang dengan melihat hal positif yang menyertai peristiwa atau situasi yang dianggap
    negatif.

Manfaat Optimisme bagi Kesehatan Otak dan Mental

Para ahli dalam studi tersebut mengatakan bahwa risiko demensia tidak pernah hanya terkait dengan satu faktor. Demensia merupakan konsekuensi dari serangkaian risiko. Bukan hanya kurangnya optimisme yang menciptakan risiko, namun juga segala sesuatu yang mengganggu optimisme.

Optimisme dikaitkan dengan banyak manfaat. Orang optimis cenderung mengelola stres dengan lebih baik. Stres menyebabkan peningkatan kadar kortisol secara kronis, yang diketahui dapat merusak hipokampus, pusat memori otak dan salah satu bagian otak pertama yang rusak pada demensia.

Orang optimis juga memiliki tingkat peradangan kronis dan hormon stres yang lebih rendah , dan lebih cenderung berolahraga , makan dengan baik, dan cenderung memiliki gaya hidup sehat.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: demensiaharvard universitykepikunanoptimismepikun
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi lansia tersenyum menunjukkan sikap optimis untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah demensia

Optimisme Ternyata Baik untuk Otak, Risiko Pikun Berkurang 15 Persen

Bhikkhu peserta Thudong 2026 ziarah makam Gus Dur di Tebuireng Jombang

Bhikkhu Thudong Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang, Bawa Pesan Damai

Muh Samanhudi Anwar bersama peserta Musorkot KONI Kota Blitar

Samanhudi Menang Ketua KONI Kota Blitar: Dilantik Monggo Ora Monggo

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Menang Ketua KONI Kota Blitar: Dilantik Monggo Ora Monggo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In