Poin Penting:
- Bhikkhu peserta Thudong 2026 ziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng Jombang sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur
- Gus Dur dikenang sebagai tokoh pluralisme dan toleransi yang menjaga persatuan bangsa
- Perjalanan Thudong membawa pesan perdamaian dan persaudaraan lintas agama
Bacaini.ID, JOMBANG – Rombongan bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 menziarahi makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ponpes Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Ziarah dilakukan sebelum melanjutkan perjalanan spiritual Thudong menuju Candi Borobudur dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak 2026.
Bhante Thitayanno, anggota rombongan dari Sangha Theravada Indonesia mengaku terkenang oleh Gus Dur sebagai tokoh pluralisme dan toleransi di Indonesia. Utamanya pemikiran Gus Dur yang mampu merangkul berbagai perbedaan demi menjaga persatuan bangsa dan karenanya rombongan memutuskan ziarah.
“Beliau dikenal sebagai Bapak Pluralisme karena bisa memperhatikan dari hal-hal kecil sampai besar supaya semua memiliki kesamaan dalam bangsa dan negara ini,” tutur Bhante Thitayanno Selasa (19/5/2026).
Bhante Thitayanno menilai nilai-nilai perdamaian yang diwariskan Gus Dur perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Sementara perjalanan Thudong yang dilakukan bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga membawa pesan perdamaian dan persaudaraan lintas agama.
Meski harus menghadapi cuaca panas dan hujan selama perjalanan, para bhikkhu tetap melanjutkan perjalanan dengan penuh keteguhan. “Menjadi penakluk sejati adalah orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri. Tekad dan niat itulah yang membuat perjalanan jauh terasa dekat,” tambahnya.
Seperti diketahui, rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah sebelum mencapai titik akhir di Candi Borobudur pada peringatan Hari Raya Waisak 2026.
Penulis: Syailendra
Editor: Solichan Arif





