• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Masyarakat Beragama Tapi Tak Kenal Ajaran-Nya: Lebih Berbahaya!

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
31 July 2025 13:27
Durasi baca: 3 menit
Masyarakat Beragama Tapi Tak Kenal Ajaran-Nya: Lebih Berbahaya!

masyarakat beragama tidak kenal ajaran Tuhan lebih berbahaya (foto/ist)

Salat satu rakaat bagi orang yang berilmu memiliki ganjaran pahala yang setara dengan seribu rakaatnya orang yang tak berilmu.

Dalam konteks perspektif hukum (fiqih) juga serupa. Seorang pelanggar aturan yang berpengetahuan hukum, mendapat ganjaran hukuman lebih berat ketimbang yang tak berpengetahuan (hukum).

Itu artinya Koruptor mestinya dihukum mati, karena tidak hanya mengetahui aturan, bahkan memanipulasinya sekaligus merampok hak ribuan dan bahkan jutaan rakyat.

Korupsi merupakan perbuatan yang jauh lebih keji dari sekedar pembunuhan berencana terhadap satu atau dua orang.

Koruptor sejatinya adalah pembunuh berdarah dingin. Perilakunya lebih sadis dari pembunuh bayaran yang paling sadis sekalipun.

Kejahatan yang diakibatkan seorang Koruptor jauh lebih ekstrem.

Korupsi membunuh ratusan atau bahkan jutaan manusia dengan cara mematikan harapan hidup yang berpotensi tak percaya pada Tuhan.

Korupsi menghancurkan tatanan psikologi sehingga berpotensi melakukan segala bentuk kejahatan. Membawa kematian paling menyakitkan.

Di negeri ini banyak orang beragama tapi nyatanya tak menganut ajaran-Nya.

Salah satu buktinya adalah nama-nama yang beridentitas agamis, tapi perilakunya jauh dari ajaran agama yang dianut.

Bahkan mereka yang disebut ulama (ahli agama) sekalipun tidak sedikit berperilaku sama dengan yang tidak mengerti agama.

Sistem politik, ekonomi, sosial, keuangan dan pendidikan menghasilkan manusia yang telah keluar dari kodratnya sebagai manusia penjaga kelestarian dan kedamaian alam.

Sistem dalam berbangsa dan bernegara itu lebih cenderung menciptakan monster yang paling ganas.

Sosok-sosok yang tak mengenal kodratnya. Individu-individu yang semakin jauh dari keyakinan terhadap Tuhannya.

Negeri ini telah menjadi lebih kejam dari sistem komunisme yang selalu dikampanyekan menakutkan bagi kehidupan manusia.

Negeri yang dirumuskan oleh logika kapitalisme (keserakahan) dan liberalisme (kebebasan yang tak bertanggung jawab).

Di mana agama hanya sebagai kamuflase dalam kehidupannya. Menjauhkan manusia dari ajaran agamanya.

Dalam perspektif religiusitas dan spritualitas, kita adalah sekumpulan manusia penipu Tuhan. Dalam perspektif politik, ekonomi dan sosial, hanyalah sekumpulan robot bernyawa.

Dalam konteks nubuat-nubuat agama samawi. Kita sejatinya adalah pengikut messiah Dajjal, tetapi kita tutupi dengan laku ritual di rumah-rumah ibadah. Kita tutupi dengan atribut-atribut simbolik agama.

Sebab keberadaan agama tanpa ajaran-Nya, akan selalu menimbulkan ketidak-adilan dan kekacauan. Lalu dari keduanya menghasilkan kebinasaan sebuah negara ataupun bangsa.

Begitulah sejarah peradaban manusia yang terjadi selama ratusan ribu tahun telah berlalu. Dan kita sedang mengulang semua itu. Tapi dengan cara yang lebih dholim dari sejarah peradaban masa lalu.

Penulis: Nashir Ngeblues

*) seniman cum budayawan tinggal di Malang

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: atheisbacaini.idmasyarakat beragama
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Batu rubi jumbo 11.000 karat temuan terbaru di Mogok Myanmar

Rubi Jumbo 11.000 Karat Hebohkan Myanmar, Batu Mulia Terbaik

Ahmad Dhani dan Maia Estianty sambut kelahiran cucu pertama berweton Minggu Pahing

Cucu Ahmad Dhani Lahir Minggu Pahing, Ini Watak dan Karakternya Menurut Primbon Jawa

Aktivitas pedagang di Pasar Pahing kota Kediri. Foto:bacaini/AK Jatmiko

Rupiah Terjun Bebas, Ini Dampaknya Bagi Rakyat Kecil

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yakuza Maneges, Kelompok Marginal yang Menjadi Poros Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In