• Login
Bacaini.id
Sunday, September 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mas Dhito Minta Jembatan Alternatif Ngadi Ditutup Saat Hujan

ditulis oleh Editor
3 June 2022 19:58
Durasi baca: 2 menit
Mas Dhito mengecek jembatan alternatif. Foto: Ist

Mas Dhito mengecek jembatan alternatif. Foto: Ist

Bacaini.id, KEDIRI – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana melakukan evaluasi proses pembangunan Jembatan Ngadi. Jembatan ini menjadi penghubung daerah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung.

Ada sejumlah catatan yang disampaikan Mas Dhito dengan adanya jembatan alternatif yang dibangun warga secara swadaya selama pembangunan Jembatan Ngadi.

“Saya mengimbau kalau di daerah-daerah tertentu ada curah hujan yang cukup tinggi, tolong jembatannya segera ditutup. Khawatirnya bisa membahayakan bagi pengendara yang melintas,” kata Mas Dhito dalam kunjungannya ke Jembatan Ngadi, Jumat, 3 Juni 2022.

Jembatan alternatif yang terbuat dari bambu memang dibangun secara swadaya oleh warga di sekitar lokasi, baik dari warga Kediri maupun Tulungagung. Jembatan tersebut dibangun sebagai jalan alternatif untuk menyeberang yang paling dekat. Sebab, bila harus memutar melewati Kecamatan Ngadiluwih dinilai terlalu jauh.

Jembatan yang terbuat dari bambu itu ditopang tiang pancang bambu, kayu dan besi untuk penguat. Dikhawatirkan, jika terjadi hujan deras dan debit air naik, tiang pancang jembatan tidak kuat menahan beban.

“Aliran air sungainya ini yang saya takutkan bisa mengganggu kekuatan jembatan swadaya ini. Jadi lebih baik ditutup saja kalau hujan,” tandasnya.

Royani, salah satu penjaga jembatan darurat asal Desa Ngadi, Kecamatan Mojo mengungkapkan ada sembilan orang yang berjaga secara bergantian di jembatan alternatif selama 24 jam setiap harinya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya kejadian yang tidak diinginkan, jarak pengendara motor yang melintas akan diatur untuk mencegah kelebihan yang tertumpu di atas jembatan.

“Kalau Sabtu-Minggu itu yang melintas cukup banyak. Tapi, setiap hari kita jaga, yang lewat kita atur jaraknya,” ujar Royani.

Penulis: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Bupati Dhitojembatan alternatif NgadiPembangunan Jembatan Ngadi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid disorot Mahfud MD terkait dua kasus dugaan korupsi

Nusron Wahid Masih Jadi Menteri, Mahfud MD Singgung Etika Politik

Cara menghindari belanja impulsif dan mengatur keuangan

Belanja Impulsif Bikin Keuangan Berantakan, Ini 5 Cara Mengendalikannya

Ilustrasi komunitas perempuan

Kenapa Perempuan Perlu Punya Circle yang Sehat?

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In