Bacaini.ID, KEDIRI – Kota Kediri ‘ditahbiskan’ sebagai daerah terkaya di Jawa Timur (Jatim) menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Tingkat kekayaan yang dicapai mengalahkan Kota Surabaya yang notabene pusat ekonomi provinsi.
Tolok ukur utama yang digunakan untuk menetapkan predikat daerah terkaya adalah Produk Domestik Regional Bruto per kapita atas dasar harga berlaku. Metode ini menghitung seluruh nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi di suatu daerah dalam kurun waktu satu tahun, lalu membaginya dengan jumlah total penduduk yang menetap di wilayah tersebut.
Melalui pendekatan matematis ekonomi ini, kapasitas riil dari setiap daerah untuk menghasilkan output ekonomi per individu terpeta dengan sangat jelas.
Berdasarkan data berkala yang dirilis oleh otoritas statistik untuk periode ekonomi 2025, terjadi ketimpangan angka yang masif di posisi teratas.
Hasil pemeringkatan sepuluh besar wilayah dengan nilai output per kapita tertinggi di Jawa Timur dipimpin oleh Kota Kediri yang kokoh di peringkat pertama dengan pencapaian angka yang fantastis, yakni 581,56 juta rupiah per kapita per tahun. Angka ini melonjak sangat jauh dan meninggalkan para pesaing terdekatnya di tingkat provinsi. Berikut daftar daerah terkaya di Jawa timur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) 2025:
- Kota Kediri, Rp581,56juta per kapita per tahun
- Kota Surabaya, Rp283,31juta per kapita per tahun
- Kabupaten Gresik, Rp146,47juta per kapita per tahun
- Kabupaten Sidoarjo, Rp145,53juta per kapita per tahun
- Kabupaten Pasuruan, Rp131,06juta per kapita per tahun
- Kota Malang, Rp122,92juta per kapita per tahun
- Kabupaten Mojokerto, Rp105,45juta per kapita per tahun
- Kota Batu, Rp105,20juta per kapita per tahun
- Kota Madiun, Rp95,45juta per kapita per tahun
- Kabupaten Bojonegoro, Rp78,89juta per kapita per tahun
Meskipun berstatus pusat pemerintahan dan episentrum bisnis utama di bagian timur Pulau Jawa, Kota Surabaya nyatanya tidak sampai setengah dari capaian yang diraih Kota Kediri. Kediri menjadi ‘kota-nya crazy rich Jatim’ yang itu tak lepas dari konsentrasi industri pengolahan skala raksasa yang beroperasi di wilayah Kota Kediri.
Kota Kediri merupakan rumah bagi salah satu emiten manufaktur tembakau terbesar di Indonesia, yaitu PT Gudang Garam Tbk. Struktur ekonomi Kota Kediri sangat tidak biasa karena sektor industri pengolahan menyumbang porsi yang sangat dominan, yakni mencakup lebih dari 78 persen dari keseluruhan Produk Domestik Regional Bruto kota.
Pabrik manufaktur berskala masif ini menghasilkan nilai tambah ekonomi senilai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya melalui aktivitas produksi, distribusi, dan pembayaran pita cukai yang masif. Penyerapan tenaga kerja yang besar serta perputaran modal dari industri tembakau dan rantai pasok pendukungnya menciptakan limpahan nilai ekonomi yang sangat terkonsentrasi di dalam batas administrasi kota yang kecil ini.
Jika dibandingkan dengan Kota Surabaya, karakteristik ekonominya sangat berbeda. Surabaya memiliki struktur ekonomi yang jauh lebih terdiversifikasi atau merata di berbagai sektor. Sektor perdagangan besar dan eceran, sektor penyediaan akomodasi, sektor transportasi, jasa keuangan, hingga sektor real estat menyumbang porsi yang seimbang terhadap perekonomian Surabaya.
Total nilai output ekonomi Kota Surabaya jauh lebih besar daripada Kota Kediri, namun perbedaan krusial ada pada jumlah populasi penduduk yang juga lebih besar.
Kota Kediri memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang sangat terkontrol, yakni hanya berkisar di angka ratusan ribu jiwa saja. Sebaliknya, Kota Surabaya berstatus sebagai kota metropolitan terpadat di Jawa Timur dengan jumlah penduduk menetap yang menembus angka jutaan jiwa.
Total nilai ekonomi Kota Kediri yang disokong penuh oleh raksasa industri manufaktur tembakau hanya perlu dibagi dengan jumlah penduduk lokal yang sangat sedikit. Efeknya, nilai rata-rata per individu di Kota Kediri melonjak drastis hingga menyentuh angka 581,56 juta rupiah per tahun.
Meskipun demikian, tingginya nilai per kapita ini mengonfirmasi bahwa Kota Kediri merupakan motor penggerak ekonomi yang sangat efisien dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Kombinasi unik antara keberadaan industri manufaktur skala raksasa yang terpusat dan jumlah populasi penduduk kota yang relatif kecil berhasil menciptakan sebuah lanskap ekonomi yang menempatkan Kota Tahu ini sebagai wilayah dengan performa output per kapita paling kokoh, sekaligus menjadikannya sebagai kota paling kaya di seluruh Provinsi Jawa Timur. (bl/sa)




