Bacaini.ID, JEMBER – Seni batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan ruang bagi generasi muda untuk merajut prestasi. Hal inilah yang dibuktikan oleh Sireen Janitra Raisya Pramono, seorang remaja berusia 14 tahun asal Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Jember ini baru saja menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Sireen berhasil menembus jajaran 10 Besar Terfavorit sekaligus menyabet gelar The Winner dalam ajang bergengsi Pesona Batik Nusantara. Kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh Plor Management ini mendapat dukungan resmi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta.
Keberhasilan Sireen tidak datang dalam semalam. Di balik kilau lampu panggung catwalk, ada perjuangan luar biasa dalam membagi waktu. Sebagai seorang pelajar aktif, Sireen harus pandai menyiasati waktu di antara jam sekolah, kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), ekstrakurikuler, hingga bimbingan belajar (bimbel).
Dunia pemodelan (modeling) sebenarnya terhitung baru bagi Sireen. Dia baru memulai langkah pertamanya pada September 2025 di bawah bimbingan Jawin Academy dan Syam Modeling School. Namun, dalam waktu relatif singkat, keberanian membawa Sireen melangkah dari panggung lokal di Kabupaten Jember, merambah kompetisi luar kota, hingga akhirnya berpijak di ibu kota.
Menariknya, keberangkatan Sireen ke ajang nasional tersebut dilakukan secara mandiri. Tanpa tim besar, ia hanya didampingi oleh keluarga kecilnya yang setia mengawal setiap proses kompetisi.
”Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Yang paling utama adalah dukungan dari orang tua serta doa. Percayalah pada proses, karena setiap perjuangan pasti akan membuahkan hasil,” ungkap Sireen.
Kisah Sireen menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang dan padatnya aktivitas akademis bukan penghalang untuk berprestasi. Lewat ketekunan dan mental yang kuat, remaja asal Jember ini sukses membawa nama harum daerah di kancah nasional sekaligus melestarikan warisan budaya batik nusantara.(meg/ADV)





