Bacaini.ID, KEDIRI – Warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah lagi-lagi menjadi perhatian publik nasional. Tak lagi tentang aksi unjuk rasa, kali ini kisah tentang Pati muncul dari seorang pengusaha sound horeg bernama Agus.
Agus adalah pengusaha atau pemilik usaha sound horeg yang cukup ternama di Kabupaten Pati, Kusuma Berkah Audio. Ia biasa mengatur parade sound system berdaya besar yang tengah digandrungi masyarakat.
Hingga tiba-tiba selepas menghadiri tabligh akbar di Masjid Agung Baitunnur, September 2026 lalu, Agus membuat keputusan yang mengejutkan. Ia menolak 27 tawaran job untuk penampilan tahun depan. Agus memilih gantung sound dan meninggalkan suara hingat bingar dari piranti yang ia rakit.
baca ini:
- Koko Seto dari Jalanan Kediri Menjadi Bintang Sound Horeg
- Dampak Negatif dan Solusi Dinamika Sound Horeg
- Perjalanan Mas Bre dari Pekerja Serabutan Sukses Berbisnis Sound Horeg
Keputusan itu tak hanya mengejutkan karyawannya, tapi juga masyarakat pecinta sound horeg di Pati. Berbagai upaya untuk membujuknya kembali berbisnis sound horeg tak mampu mengubah keputusannya. Agus mengaku sangat gelisah atas bisnis yang ia geluti.
Kisah tersebut ia ungkapkan saat bertemu Ustaz Rifky Jafar Thalib yang didokumentasikan dalam video yang diunggah akun Instagram @rifkyjafarthalib_official. Ia mengaku tersadar dengan dampak buruk bisnis yang digelutinya, setelah mendengarkan tauziah Ustaz Rifky Jafar yang dikenal menolak kehadiran sound horeg.
“InsyaAllah Bapak Agus, Kusuma Berkah Audio, rejeki beliau sedang diperbaiki, dibesarkan ceruk-ceruk berkahnya, akhirat beliau sedang disiapkan, diluaskan, diindahkan taman-taman surganya, hisab beliau sedang diselamatkan dari tuntutan-tuntutan dunianya, tuntutan orang-orang yang merasa didzalimi, menjadi bebas dan bersih, keindahan kebaikan memang sering tidak dipahami kebanyakan manusia, ketika keindahan hanya dianggap hanya warna uang, dan ambisi ketamakan, jalannya orang-orang pilihan akan selalu dianggap aneh (al ghuraba) bagi yang masih dikuasai nafsu dan syaitan, semoga Allah berkenan memberi kita semua hidayah dan istiqomah dalam kebaikan jalan kebenaran, aamiin,” tulis Ustaz Rifky dalam unggahannya.
Fenomena ini bukan hanya dirasakan Agus. Di Jawa Timur, sepanjang Agustus 2026, tiga orang meninggal akibat kecelakaan parade sound horeg. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bahkan mengeluarkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 yang menegaskan penggunaan sound horeg haram bila menimbulkan mudarat.
Fatwa itu menyebut battle sound sebagai bentuk tabdzir (pemborosan) dan idha’atul mal (menyia-nyiakan harta). Penggunaan sound system hanya dibolehkan bila wajar dan untuk kegiatan positif seperti pengajian atau resepsi pernikahan.
Kini Agus memilih jalan sunyi. Ia belum merinci usaha baru apa yang akan digelutinya, tetapi ia yakin, lebih baik kehilangan keuntungan daripada kehilangan nurani. (htw/edt)




