• Login
Bacaini.id
Sunday, May 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Jadi Tempat Pembuangan Mayat, Jalur Cangar Mojokerto Dikenal Angker

ditulis oleh
9 March 2023 22:47
Durasi baca: 3 menit

Bacaini.id, MOJOKERTO – Jalur Cangar merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dan Malang. Jalur ini masuk kawasan Hutan Rakyat Raden Soerja yang diapit Gunung Welirang dan Gunung Anjasmoro.

Sayang, di balik keindahan alamnya yang eksotis, jalur Cangar menyimpan misteri yang sangat menyeramkan. Kelebatan hutannya yang rimbun membuat siapapun berpikir dua kali untuk melintas di malam hari. Di luar, jalur ini memiliki tikungan dan tanjakan yang curam dan licin.

“Setelah masuk Isya’ jam 19.00 WIB sudah jarang yang lewat sini. Kalaupun ada hanya satu dua pemotor,” kata Achmad Faizin, warga Kecamatan Mojosari kepada Bacaini.id, Kamis, 9 Maret 2023.

Banyaknya kisah mistis dan horor membuat pengendara enggan melintasi jalur ini di malam hari. Masih menurut Faizin, kawasan ini dulu sempat menjadi lokasi ‘favorit’ pembuangan mayat. Sebagian adalah korban pembunuhan yang dibuang di jalur Pacet-Cangar. Pelaku kejahatan memilih lokasi ini karena rimbunnya tanaman yang ada.

”Melihat medannya yang terjal dengan jurang di kanan dan kiri dianggap cocok untuk membuang mayat,” jelas Gus Faiz, sapaan Achmad Faizin.

Tak heran jika lokasi itu menjadi wingit atau angker. Lokasi yang disebut-sebut paling angker adalah Gapura Tahura R Soerja di Dusun Sendi, Desa Pacet Selatan, Kecamatan Pacet. Gapura ini dikelilingi sejumlah goa peninggalan zaman Jepang yang jarang disentuh manusia.

Suasana gerbang Cangar di malam hari. Foto:bacaini/Fio

Dari kacamata supranatural, gapura itu dijaga dua sosok makhluk astral berbentuk ular seukuran pohon kelapa. Satunya perempuan cantik yang juga tak kasat mata. ”Mereka ada di sekitar hutan dan sering menyeberang jalan. Makanya banyak pengendara yang membunyikan klakson,” jelas Gus Faiz.

Beberapa kasus pembunuhan yang terjadi di sana kerap membawa dampak bagi warga sekitar. Mereka sering diganggu oleh makhluk halus sesaat setelah penemuan mayat.

”Pernah ada yang mengetuk pintu dan memanggil di pintu warung. Namun saat dilihat tidak ada orang sama sekali,” terang Gus Faiz.

Selain itu, fenomena yang tak kalah seram adalah munculnya jalan ghaib yang menjebak pengendara. Tak jarang mereka melihat jalan yang tiba-tiba bercabang. Jika sudah demikian, pengendara memilih berhenti sebentar sampai jalan itu kembali normal.

Kesaksian serupa disampaikan Yanto Tholib, warga Desa Pacet, Kecamatan Pacet. Menurutnya tak jauh dari gapura, tepatnya di sisi Selatan terdapat kawasan tak kalah wingit bernama Alas Kutukan.

Secara teknis rute menuju ke sana berbentuk cekung dan menikung. Ruas jalannya juga cukup sempit dan tak bisa dipergunakan untuk dua lajur mobil. Di tepi sisi Utara jalan itulah terdapat sebuah batu yang menjadi tempat sesaji dan membakar dupa. “Para pengemudi masih sering melempar koin saat melintas di sana,” ungkap Yanto.

Penulis: Fio
Editor: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: angker jalur cangarhorormojokertopaceturban legend
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Prabowo Subianto menandatangani prasasti peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Tegaskan Penghormatan untuk Buruh

Ilustrasi seseorang makan menggunakan tangan langsung dengan makanan tradisional Indonesia

Makan Pakai Tangan Bikin Lebih Tenang dan Nikmat, Ini Penjelasan Neuroscience

Penetapan calon Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 antara Muh Samanhudi Anwar dan Tonny Andreas

Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In