Poin Penting:
- Kari berasal dari India dan menyebar ke dunia melalui kolonialisme dan perdagangan global
- Setiap negara mengembangkan kari dengan bahan dan teknik berbeda, menciptakan cita rasa khas
- Inggris berperan besar dalam memperkenalkan kari ke berbagai belahan dunia
Bacaini.ID, KEDIRI – Kari bukan sekadar hidangan berkuah rempah, melainkan jejak panjang sejarah globalisasi kuliner. Berasal dari India, kari kini menjelma menjadi beragam bentuk di berbagai negara, dengan cita rasa dan teknik memasak yang berbeda-beda.
Baca Juga:
- Cerita Pala, Buah Emas Pemicu Kolonialisme di Nusantara
- Resep Gulai Kambing Otentik yang Bikin Ngiler
Secara etimologi, kata ‘kare’ atau ‘kari’ berasal dari bahasa Tamil, yaitu kari atau khari yang secara harfiah berarti ‘saus’ atau kuah berbumbu rempah untuk nasi. Istilah ini mulai dikenal dunia secara luas melalui catatan bangsa Portugis dan Inggris pada abad ke-17 untuk menyederhanakan ragam masakan berkuah rempah dari Asia Selatan.
Meskipun berasal dari India, kari yang dikenal secara luas sekarang merupakan produk dari globalisasi. Menurut catatan sejarah, setiap negara memiliki historis kari-nya sendiri. Kari Jepang misalnya, yang dikenal dengan Kare Raisu, justru tidak datang langsung dari India. Hidangan ini dibawa oleh Angkatan Laut Inggris pada era Meiji, akhir abad ke-19. Sementara itu hidangan kari dari Tailan yang dikenal sebagai Kaeng, berevolusi secara berbeda dengan memanfaatkan pasta rempah segar tumbuhan tropis lokal. Di Nusantara, kari berakulturasi menjadi gulai dan opor melalui jalur perdagangan laut, jalur sutra.
Alasan Rasa Kari di Tiap Negara Berbeda
Perbedaan mendasar dari setiap jenis kari terletak pada bahan dasar dan teknik pengentalannya. Berikut beberapa jenis kari yang memiliki karakter berbeda:
Kari India, Cita Rasa Rempah yang Kuat
Kari asli India menggunakan kombinasi rempah biji-bijian yang disangrai dan dihaluskan seperti ketumbar, jinten,kelabat, dan bubuk cabai.
Tekstur kental pada kari India didapatkan secara alami dari tumisan bawang bombay yang melimpah, tomat yang hancur saat dimasak lama, atau tambahan yogurt. Karakter rasa kari India adalah tajam, beraroma kuat dan meninggalkan sensassi hangat di tenggorokan.
Kari Jepang, Perpaduan Barat dan Timur
Kari Jepang adalah persilangan budaya, dibawa oleh pelaut Inggris membuat teknik memasaknya mengikuti gaya sup kental Eropa. Kari Jepang menggunakan Roux, campuran tepung terigu dan lemak atau mentega, yang dicampur dengan bubuk kari.
Penggunaan tepung terigu menciptakan tekstur kental pada kuah. Karakter rasanya cenderung manis dan umami, gurih. Rasa manis pada kari Jepang seringkali berasal dari penambahan bahan yang unik seperti parutan apel, madu atau cokelat hitam untuk membuat warna kari lebih pekat.
Kari Thailand, Segar dan Aromatik
Sama seperti di Indonesia atau wilayah Asia Tenggara lainnya, kari di Thailand meggunakan bumbu-bumbu segar yang dihaluskan menjadi pasta. Cabai segar, serai, lengkuas, bawang merah, bawang putih dan terasi. Kuah kental kari didapat dari penambahan santan. Kari Tailan sangat aromatik, pedas dan memiliki sentuhan asam segar dari jeruk nipis atau daun jeruk.
Kari Nusantara, Hasil Akulturasi Jalur Rempah
Di Indonesia dan Malaysia, kari merupakan hasil perpaduan teknik India dengan kekayaan alam lokal. Yang khas dari kari Nusantara adalah penggunaan kemiri dan tambahan bumbu aromatik seperti daun salam, daun kunyit, maupun serai. Ada banyak jenis kari baik di Indonesia maupun Malaysia. Di Indonesia, kari juga berevolusi menjadi gulai yang biasanya lebih pedas maupun opor.
Peran Inggris dalam Penyebaran Kari Dunia
Inggris bisa disebut sebagai pusat penyebaran kari ke seluruh dunia. Tanpa peran Inggris di masa kolonial, banyak negara yang tidak memiliki hidangan kari dan mengenal bubuk kari. Selain membawa bubuk kari ke Jepang, beberapa negara di wilayah Eropa mendapatkan resep kari dari Inggris. Jerman dan Denmark misalnya, memiliki hidangan kari akibat pengaruh Inggris. Sementara Belanda memperoleh resep kari dari Indonesia selama masa penjajahan.
Di banyak negara, kari menjadi hidangan khas dengan penamaan dan bahan dasar lokal. Kari tidak hanya sekedar makanan, namun menjadi catatan sejarah perjalanan manusia melampaui batas negara dan budaya. Perbedaan karakteristik kari di berbagai negara membuktikan bahwa kari merupakan hidangan yang adaptif.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





