Poin Penting:
- Elim Tyu Samba masuk kepengurusan KONI Kota Blitar sebagai Wakil Ketua Umum I dan berpeluang naik menjadi ketua jika Samanhudi mundur
- Langkah tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah polemik hubungan KONI dengan Pemkot Blitar
- Masuknya Elim menambah daftar manuver politik yang sebelumnya sempat menarik perhatian publik
Bacaini.ID, BLITAR – Masuknya nama Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba dalam kepengurusan KONI Kota Blitar periode 2026–2030 menjadi sorotan. Di tengah polemik organisasi olahraga tersebut, posisi Elim dinilai membuka peluang baru sekaligus mempertegas dinamika politik di Kota Blitar.
Baca Juga:
Sesuai SK Nomor 821.2/SK.40/601.1/2026 yang ditandatangani Ketua Umum KONI Jawa Timur, nama Wawali Elim Tyu Samba menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I didampingi Heru Santoso sebagai Wakil Ketua Umum II.
Ketua Umum KONI Kota Blitar terpilih Muh Samanhudi Anwar sebelumnya menyatakan akan mundur saat dirinya dilantik nanti. Secara aturan, Elim Tyu Samba berpeluang besar naik menggantikan posisi ketua.
Munculnya nama Wawali Elim Tyu Samba di jajaran kepengurusan cukup mengejutkan, mengingat dalam polemik KONI, posisi Ketua KONI Kota Blitar terpilih Samanhudi Anwar sedang berdiametral dengan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin.
Polemik KONI semakin panas setelah Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mewacanakan penyaluran dana hibah langsung ke cabang olahraga (cabor), bukan ke KONI selaku organisasi induknya, dan secara aturan hal itu dibolehkan.
Pada sisi lain Wawali Elim Tyu Samba diketahui memiliki rekam jejak hubungan yang kurang harmonis dengan Wali Kota Syauqul Muhibbin. Sejak dilantik keduanya terkesan berjalan sendiri-sendiri, dan itu masih berlangsung hingga kini.
Masuknya Elim di jajaran kepengurusan KONI Kota Blitar menambah daftar langkah kontroversinya, yang itu dapat diterjemahkan sebagai manuver politik sekaligus mempertegas posisinya.
Deretan Manuver Politik Elim Tyu Samba di Kota Blitar
Lahir 30 Desember 1995 sebagai politisi Partai Gerindra, Wawali Kota Blitar Elim Tyu Samba bukan pertama kalinya melakukan ‘manuver politik’ yang mengejutkan publik, khususnya Kota Blitar.
Baca Juga:
- Samanhudi Anwar Never Give Up di Tengah Polemik KONI Kota Blitar
- Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian
Pada Oktober tahun 2025, Wawali Elim tidak hadir dalam acara mutasi dan rotasi pejabat ASN di lingkungan Pemkot Blitar. Ia membuat pernyataan tidak diajak koordinasi atau tidak dilibatkan dalam proses mutasi, dan karenanya memilih tidak hadir.
Pernyataannya sontak viral karena memperlihatkan hubungannya dengan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang tidak harmonis. Menjawab pernyataan itu, Mas Wali atau Mas Ibin begitu Syauqul Muhibbin biasa disapa, mengatakan tugas wakil wali kota hanya membantu.
Mas Ibin juga mempersilahkan Elim yang sebelumnya menyatakan akan melaporkan masalah itu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
‘Manuver politik’ Wawali Elim Tyu Samba berikutnya yang terungkap di ruang publik adalah terkait dengan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kota Blitar.
Pada sandaran becak listrik yang dibagikan di Kota Blitar tersablon foto Presiden Prabowo dan dirinya selaku Wawali Kota Blitar. Tidak ada foto Syauqul Muhibbin selaku Wali Kota Blitar.
Baca Juga:
Wawali Elim juga melaunching Mobil AG 2 Siaga Bumil sebagai layanan gratis 24 jam khusus untuk ibu hamil di Kota Blitar. Dalam keterangannya ditegaskan sebagai program Wakil Wali Kota Blitar untuk masyarakat Kota Blitar.
Wawali Elim Tyu Samba diketahui juga kembali tidak menghadiri beberapa acara yang digelar Pemkot Blitar dengan alasan tidak diundang. Yang terbaru dari ‘manuver politiknya’ adalah masuk dalam kepengurusan KONI Blitar yang sedang berpolemik.
Dikonfirmasi melalui nomor ponselnya terkait namanya masuk dalam jajaran kepengurusan KONI Kota Blitar, Wawali Elim Tyu Samba tidak menjawab.
Sesuai SK Nomor 821.2/SK.40/601.1/2026 dari KONI Jawa Timur, Elim Tyu Samba menjabat Wakil Ketua Umum I. Sedangkan sekretaris umum dan bendahara umum masing-masing dijabat oleh Defles Airia Pambudi dan Ninuk Sisworini.
Sementara Ketua KONI Kota Blitar terpilih Samanhudi Anwar sebelumnya menyatakan akan mengundurkan diri pada saat pelantikan, di mana surat mundur tersebut sudah dibuat dan siap diserahkan.
Samanhudi menegaskan keinginannya mundur karena alasan kesibukan. Ia mengaku sebelumnya sudah menyampaikan hal itu secara terbuka saat memenangkan pemilihan Ketua KONI Kota Blitar pada 19 Mei 2026.
Karenanya, ia berharap keterpelihannya sebagai Ketua KONI Kota Blitar tidak perlu dipolemikkan, apalagi sampai digugat keabsahannya. Sebab dirinya dipastikan akan mundur saat pelantikan nanti.
Ia juga mengatakan ketika mundur secara aturan yang menggantikan posisi ketua umum KONI Kota Blitar adalah ketua harian. “Saya sudah membuat surat pengunduran diri dan ketika dilantik, mundur. Surat akan saya serahkan kepada KONI,” ujar Muh Samanhudi Anwar.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif




