• Login
Bacaini.id
Thursday, May 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bupati Trenggalek Gelar Ritual Tradisi Kirab Kerbau Nyadran Dam Bagong

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
6 June 2024 19:42
Durasi baca: 2 menit
Bupati Trenggalek Gelar Ritual Tradisi Kirab Kerbau Nyadran Dam Bagong. (foto/ist)

Bupati Trenggalek Gelar Ritual Tradisi Kirab Kerbau Nyadran Dam Bagong. (foto/ist)

Bacaini.id,TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin mengikuti tradisi kirab Nyadran Kerbau di Dam Bagong, Kamis (6/6/2024).

Upacara adat warga Kelurahan Ngantru ini berlangsung rutin setiap tahun. Seekor kerbau yang diberi nama Suryo Maeso Tunggo dikirab dari Desa Kerjo menuju Dam Bagong yang berada di wilayah Kelurahan Ngantru.

Sebelum sampai Dam Bagong, warga membawa kerbau ke Pendopo Kabupaten Trenggalek Manggala Praja Nugraha, untuk singgah sejenak. Sesuai tradisi yang berlaku, Bupati Trenggalek Nur Arifin kemudian menyerahkan kerbau kepada warga Ngantru.

Sesampai di Dam Bagong, kerbau disembelih dengan bagian kepala, kulit dan keempat kakinya dilarung ke dalam air sungai.

“Ini kegiatan setiap Bulan Selo sebagai bentuk syukurpara petani atas bisanya menanam, tersedianya air. Maka dicurahkan dengan bergotong royong melakukan sedekah bumi berupa penyembelihan kerbau,” tutur Mas Ipin usai mengikuti upacara adat Kirab Mahesa (Kerbau) Kamis (6/6/2024). 

Sesuai folklore (cerita rakyat) yang dipercaya, tradisi nyadran dam Bagong berangkat dari sejarah pembangunan dam Bagong pada masa Adipati Trenggalek Minak Sopal.

Pembangunan bertujuan untuk kebutuhan irigasi pertanian sekaligus mencegah ancaman banjir. Dalam proses pembangunan Minak Sopal melakukan upacara penyembelihan gajah putih yang kala itu pinjaman dari Mbok Roro Krandon asal Desa Kerjo, Kecamatan Karangan.

Tradisi ini yang oleh masyarakat Trenggalek terus dilestarikan. Dalam perjalanannya gajah diganti dengan seekor kerbau. Menurut Mas Ipin, kerbau yang dipilih merupakan kerbau yang berjenis bagus.

“Kalau ibaratnya memilih hewan yang akan digunakan untuk sodaqohan ini yang terbaik, berarti syukurnya itu betul-betul syukur. Semoga nanti Allah Tuhan Yang Maha Esa memberikan kelancaran rizqi bagi para sedulur tani yang ada di Ngantru dan sekitarnya yang teraliri Dam Bagong,” ungkapnya.

Dalam upacara adat itu, daging kerbau yang disembelih dibagi-bagikan kepada warga untuk dimasak dan dimakan. Sedangkan kepala kerbau dilarung ke sungai dengan Dam Bagong sebagai titik lokasi pelarungan.

“Kepala itu adalah simbol kehormatan, kepercayaan. Jadi ini sedekahnya orang banyak, kemudian diperebutkan orang banyak juga kepalanya yang merupakan simbol kepercayaan tertinggi. Semoga nanti warga suka cita berbahagia,” pungkas Mas Ipin. (*)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati trenggalekmas ipinritual Dam bagongupacara adat
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

PDIP Trenggalek menerima alokasi dana bantuan partai politik tahun 2026 terbesar

PDIP Trenggalek Terima Dana Banpol Rp524,2 Juta, Jadi Penerima Terbesar 2026

Tonny Andreas kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 mendapat dukungan 27 cabang olahraga

Tonny Andreas Kantongi Dukungan 27 Cabor, Maju Kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In