• Login
Bacaini.id
Monday, April 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Asal Usul Banjaran, Tanah Pardikan di Jantung Kota Kediri

ditulis oleh Redaksi
30 March 2026 17:50
Durasi baca: 3 menit
Kantor Kelurahan Banjaran Kota Kediri. Foto: wikipedia

Kantor Kelurahan Banjaran Kota Kediri. Foto: wikipedia

Bacaini.ID, KEDIRI – Banyak yang salah duga dengan asal usul nama Banjaran yang merupakan kelurahan di Kota Kediri. Mayoritas mengaitkan nama Banjaran dengan tokoh, kerajaan, peristiwa heroik, hingga roda kereta kuda.

Sebagai kelurahan yang terletak di pusat Kota Kediri, Banjaran cukup dikenal masyarakat Kediri dan sekitarnya. Keberadaan pusat perbelanjaan maupun Stadion Brawijaya yang merupakan stadion terbesar di Kota Kediri menjadikan Kelurahan Banjaran kerap menjadi lokasi kunjungan.

Sejumlah literatur sejarah menyebut jika nama Banjaran lahir dari sesuatu yang sangat membumi, yakni rumput liar.

Menurut tradisi lisan masyarakat dan kajian budaya lokal, Banjaran berasal dari nama suket banjaran, sejenis rumput yang dahulu tumbuh subur di kawasan ini. Rumput ini dikenal dalam istilah ilmiah sebagai Calamagrostis australis, tumbuhan yang biasa tumbuh di dataran lembah dan kaki perbukitan dengan tanah subur.

Pada masa lalu, wilayah Banjaran merupakan padang rumput luas, belum berupa permukiman padat seperti sekarang. Masyarakat Kediri kuno yang hidup dari pertanian dan peternakan menggembalakan sapi, kambing, dan kerbau di kawasan ini. Suket banjaran menjadi pakan utama ternak karena daunnya lembut dan tahan terhadap perubahan musim.

Karena keberadaan rumput ini begitu dominan dan penting bagi kehidupan warga, kawasan tersebut lambat laun dikenal dengan nama Banjaran. Nama yang melekat bukan karena kekuasaan, melainkan karena fungsi ekologisnya.

Dalam budaya Jawa, penamaan tempat jarang dilakukan secara sembarangan. Banyak desa dan kelurahan diberi nama berdasarkan unsur alam yang paling menonjol, seperti tumbuhan, sungai, atau kondisi tanah. Praktik ini mencerminkan cara pandang orang Jawa yang melihat alam sebagai bagian dari kehidupan, bukan sekadar latar belakangnya.

Penelitian budaya Jawa mencatat bahwa pemberian nama desa berdasarkan tumbuhan merupakan pilihan sadar, karena tumbuhan dianggap memiliki nilai simbolik dan manfaat nyata bagi manusia. Suket banjaran, yang memberi makan ternak dan menopang ekonomi warga, dianggap layak diabadikan sebagai nama wilayah.

Jejak penamaan berbasis alam ini juga tampak di wilayah Kediri lainnya, seperti Ngampel (dari bambu ampel) dan Ngasem (dari pohon asam), yang menunjukkan pola penamaan serupa di kawasan Kediri Raya.

Banjaran dalam Sejarah Kerajaan Kediri

Menariknya, nama Banjaran tidak hanya hidup dalam cerita lisan, tetapi juga tercatat dalam sejarah tertulis Jawa Kuno. Bukti paling kuat adalah Prasasti Banjaran bertahun 1052 Masehi, salah satu prasasti penting dari masa awal Kerajaan Kediri (Panjalu).

Prasasti ini mencatat bahwa Desa Banjaran dianugerahi status tanah perdikan, yakni wilayah yang dibebaskan dari kewajiban pajak. Anugerah tersebut diberikan sebagai balas jasa kepada penduduk Banjaran yang membantu penguasa dalam konflik politik melawan Kerajaan Jenggala.

Catatan ini menunjukkan bahwa Banjaran sudah eksis sebagai komunitas terorganisasi sejak abad ke-11, pada masa pergolakan politik di Jawa Timur. Dengan kata lain, Banjaran bukanlah hasil pemekaran modern, melainkan wilayah yang telah hidup lebih dari seribu tahun lalu dalam lanskap sejarah Kediri.

Warisan yang Bertahan di Tengah Kota

Seiring berjalannya waktu, Banjaran mengalami perubahan besar. Dari padang rumput dan desa agraris, wilayah ini berkembang menjadi kawasan perkotaan yang strategis. Dalam administrasi modern, Banjaran tercatat sebagai kelurahan di Kecamatan Kota, Kota Kediri, dan berada tepat di pusat aktivitas kota.

Meski wajahnya telah berubah, nama Banjaran tetap dipertahankan. Kawasan ini ini menjadi pengingat bahwa kota tidak selalu lahir dari beton dan aspal, tetapi dari alam yang lebih dulu memberi kehidupan. Nama tersebut juga menjadi jembatan antara Kediri hari ini dengan Kediri berabad-abad silam, yakni ketika rumput, ternak, dan manusia hidup berdampingan.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: asal usul daerahbanjaransejarah banjaransejarah daerahtanah pardikan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penumpang kereta api padat di awal 2026

Daop 7 Madiun Catat 3 Juta Penumpang di Awal 2026, Kereta Jadi Solusi Tekan Emisi Karbon

Bunga blue poppy berwarna biru langit mekar di pegunungan Himalaya

Saking Indahnya Blue Poppy Sempat Dianggap Mitos, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

RA Kartini tokoh emansipasi perempuan Indonesia

Kritik Kartini terhadap Poligami: Suara Perempuan Jawa yang Mengguncang Zaman

  • Jatmiko Dwijo Saputro adik Gatut Sunu saat memberikan pernyataan terkait pemeriksaan KPK di Tulungagung

    Adik Gatut Sunu Akhirnya Angkat Bicara: Saya Jaga Jarak Sejak Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In