Poin Penting:
- Elim Tyu Samba maju sebagai bakal calon Ketum KONI Kota Blitar 2026-2031.
- Elim menyebut keinginan memajukan Kota Blitar melalui olahraga serta dukungan cabor sebagai alasan pencalonannya.
- Elim mengklaim mendapat dukungan 29 cabor dan menyatakan siap menghadapi proses hukum terkait aksi 7 September 2026
Bacaini.ID, BLITAR – Wakil Wali Kota Blitar (Wawali) Elim Tyu Samba memantapkan diri maju sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar 2026-2031. Meski tidak punya pengalaman memimpin cabang olahraga (cabor), Elim nekat bersaing dengan Ratih Dewi Indarti yang sudah tujuh tahun menjadi Ketua Umum Cabor Muay Thai Indonesia.
Menjadi Plt Ketum KONI Kota Blitar dari ‘give away’ karena ketua umum terpilih Muh Samanhudi Anwar mundur di tengah jalan setelah dilantik, Wawali Kota Blitar Elim Tyu Samba mengklaim telah mengantongi dukungan 29 suara cabor. Dukungan cabor diketahui menjadi syarat utama maju sebagai bacalon ketua umum KONI Kota Blitar.
Ditemui usai menyerahkan berkas pendaftaran di panitia Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bacalon ketum dalam Musorkotlub KONI Kota Blitar 2026-2031 Rabu (16/9/2026), Elim Tyu Samba mengatakan identitasnya sebagai warga Kota Blitar menjadi alasannya maju sebagai kontestan.
“Yang pertama kita ini warga Kota Blitar, terlebih anu ya, ndesone dewe, kampunge dewe. Terlebih elemen olahraga ini sangat penting untuk nama baik Kota Blitar,” kata Elim Tyu Samba saat ditanya motivasinya maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar 2026-2031.
Elim juga mengatakan kalau dirinya secara pribadi ingin memajukan Kota Blitar. Melalui olahraga atau KONI ia menaruh harapan bisa memaksimalkan atlet-atlet untuk berprestasi secara maksimal. Juga disampaikan, adanya dukungan dari cabor membuat dirinya tergerak untuk melanjutkan perjuangan para pegiat olahraga.
“Dari saya pribadi, nurani saya ingin memang memajukan Kota Blitar,” ungkapnya.
Elim Siap Hadapi Proses Hukum
Elim Tyu Samba juga menegaskan siap menghadapi proses hukum terkait adanya pelaporan dirinya ke Polres Blitar Kota yang diduga telah memobilisasi dan mengeksploitasi anak-anak dalam demonstrasi 7 September 2026. Aksi yang digelar untuk menuntut pencairan dana hibah KONI Kota Blitar Rp2,8 miliar.
“Kita siap menghadapi segala proses hukum,” tegas Elim Tyu Samba.
Pada aksi 7 September 2026, Wawali Elim Tyu Samba diketahui tampil di depan, berorasi dengan lantang, mempertanyakan pencairan dana hibah KONI Kota Blitar. Sebagai Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar, ia juga mengiringi ratusan massa, yang beberapa di antaranya siswa SMP bergerak dari kantor DPRD mendatangi kantor Pemkot Blitar.
Elim membantah dirinya sebagai pimpinan aksi, dan menuding balik penyebutan tersebut (pimpinan aksi) sebagai penggorengan isu. Ia berdalih situasinya saat itu bersamaan dengan momentum agenda paripurna (DPRD) dan posisinya ada di depan. Karenanya tidak bisa tinggal diam.
“Kalau digoreng pimpinan demo, kami bukan pimpinan demo,” terangnya.
Elim juga mengatakan tidak ada instruksi maupun pengkondisian dalam demo 7 September 2026. Desakan pencairan dana hibah Rp2,8 miliar yang dilakukan bersama massa, menurutnya berlangsung spontan.
“Tentu saja spontan,” kata Elim Tyu Samba.
Sementara Sugeng Praptono, Ketua TPP Bakal Calon Ketua Umum KONI Kota Blitar 2026-2031 mengatakan, hingga pendaftaran ditutup, jumlah pendaftar hanya dua orang, yakni Wawali Kota Blitar Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti. Selain ketua cabor Muay Thai Indonesia, Ratih diketahui juga menjabat Kepala Inspektorat Pemkot Blitar.
Sugeng memastikan jumlah pendaftar bakal calon Ketum KONI Kota Blitar 2026-2031 hanya dua orang. Untuk memastikan siapa yang lolos sebagai bakal calon, dirinya masih akan menggelar sidang pleno. “Kesimpulan pendaftarnya dua, tapi calonnya berapa kami belum tahu karena harus ditetapkan lewat pleno,” jelasnya.
Sementara terkait waktu pendaftaran yang pendek, yakni hanya dua hari, Sugeng Praptono berdalih pihaknya dituntut KONI Jawa Timur untuk segera menggelar Musorkotlub untuk mendapatkan ketua KONI Kota Blitar definitif. Dengan begitu dana hibah Rp2,8 miliar bisa segera cair.
“Sebaiknya begitu, biar cepet (mendapatkan Ketua KONI definitif),” jelas Sugeng Praptono. (sa/edt)




