Poin Penting:
- Ratih Dewi Indarti resmi mendaftar sebagai bakal calon Ketum KONI Kota Blitar 2026-2031 dengan dukungan 12 cabor.
- Ratih berjanji mengubah skema dana hibah, dari 30 persen untuk operasional pengurus menjadi 10 persen sehingga porsi cabor lebih besar.
- Elim Tyu Samba dan Ratih menjadi dua pendaftar, dengan pemilihan Ketum KONI dijadwalkan 22 September 2026.
Bacaini.ID, BLITAR – Kepala Inspektorat Pemkot Kota Blitar Ratih Dewi Indarti resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar 2026-2031 melawan Wakil Wali Kota Blitar (Wawali) Elim Tyu Samba. Menyerahkan syarat administrasi serta dukungan suara 12 cabang olahraga (cabor), Ratih berjanji jika terpilih Ketum KONI Kota Blitar di Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) akan mengubah skema belanja dana hibah menjadi lebih besar untuk para cabor.
“Kalau memang itu aspirasi (cabor) dan menjadi salah satu sarana meningkatkan prestasi olahraga di Kota Blitar akan kita lakukan (mengubah skema belanja dana hibah KONI),” ujar Ratih Dewi Indarti kepada wartawan usai pengambilan sekaligus penyerahan berkas pendaftaran kepada Panitia Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) di sekretariat cabor PABBSI Kota Blitar Rabu (16/9/2026).
Yang terjadi selama ini, 30 persen dari total dana hibah KONI Kota Blitar dibelanjakan untuk kebutuhan operasional (rutin) para pengurus KONI. Sedangkan 70 persen selebihnya dibagi untuk 45 cabor. Padahal cabor yang secara langsung melakukan pembinaan para atlet demi meraih prestasi.
Jika Ratih Dewi Indarti terpilih sebagai Ketum KONI Kota Blitar, para cabor akan mendapat alokasi dana hibah lebih besar. Belanja operasional pengurus yang sebelumnya 30 persen diubah 10 persen. Saat ini dana hibah KONI Kota Blitar pada tahun 2026 sebesar Rp2,8 miliar.
Ratih Dewi Indarti diketahui merupakan Ketua Umum Cabor Muay Thai Indonesia sejak tahun 2019 hingga sekarang. Dalam kesempatan itu ia juga menyebut memajukan olahraga di Kota Blitar menjadi bagian dari visi misinya, termasuk meningkatkan prestasi para atlet. “Dan juga yang utama adalah (memperkuat) soliditas organisasi,” jelas Ratih Dewi Indarti.
Pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar 2026-2031 hanya berlangsung dua hari, dan ditutup pada Rabu ini (16/6/2029). Ratih Dewi Indarti juga mengatakan dirinya telah diijinkan oleh TPP menyusulkan dua suara dukungan cabor pada Kamis (17/9/2026). “Dukungan sementara 12 sampai 14 (suara cabor). Bisa menyusul. Yang penting saat ini sudah tepat waktu,” ungkapnya.
Sugeng Praptono, Ketua TPP Bakal Calon Ketua Umum KONI Kota Blitar 2026-2031 mengatakan, hingga pendaftaran ditutup, jumlah pendaftar hanya dua orang, yakni Wawali Kota Blitar Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti. Elim yang juga Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar diketahui mendaftar lebih dulu.
Menurut Sugeng, meski secara umum syarat telah dipenuhi, namun ada syarat Ratih Dewi Indarti yang masih perlu diperbaiki. Karenanya diberikan kesempatan hingga Kamis (17/6/2026) pagi. “Sudah. Sudah (memenuhi persyaratan), hanya saja yang tanda tangan saja (yang perlu diperbaiki),” ujarnya.
Sugeng memastikan jumlah pendaftar bakal calon Ketum KONI Kota Blitar 2026-2031 hanya dua orang. Untuk memastikan siapa yang menjadi bakal calon, dirinya masih akan menggelar sidang pleno. “Kesimpulan pendaftarnya dua, tapi calonnya berapa kami belum tahu karena harus ditetapkan lewat pleno,” jelasnya.
Sementara terkait waktu pendaftaran yang pendek, yakni hanya dua hari, Sugeng Praptono berdalih pihaknya dituntut KONI Jawa Timur untuk segera menggelar Musorkotlub untuk mendapatkan ketua KONI Kota Blitar definitif. Dengan begitu, kata Sugeng dana hibah Rp2,8 miliar bisa segera cair. Sebab itu menjadi harapan bersama.
“Sebaiknya begitu, biar cepet (mendapatkan Ketua KONI definitif),” jelas Sugeng Praptono.
Pelaksanaan rapat pleno KONI Kota Blitar untuk menetapkan bakal calon Ketua Umum dijadwalkan pada Kamis (17/9/2026). Sedangkan pelaksanaan pemilihan Ketua Umum dalam Musorkotlub dijadwalkan pada tanggal 22 September 2026. (sa/edt)




