Bacaini.ID, JOMBANG – Netralitas Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Jombang menjadi sorotan KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Selain netral, Gus Salam meminta panitia Muktamar NU juga harus obyektif, karena indikasi keberpihakan tersebut mulai terlihat.
“Ada indikator-indikator yang menunjukkan keberpihakan dari panitia-panitia muktamar tentang proses-proses ini, walaupun itu perlu divalidasi. Tapi saya kira itu bukan hal yang rahasia lagi, karena hari ini semua informasi terbuka. Ya, yang seperti beredar di banyak media sosial, beredar di berbagai informasi yang ada,” ujar Gus Salam yang juga cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri Rabu (19/8/2026).
Menurut Gus Salam, panitia Muktamar NU memiliki tanggung jawab utama untuk menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, seperti infrastruktur dan akomodasi. Ia mengingatkan panitia tidak menunjukkan keberpihakan maupun kepentingan pribadi yang dapat mengganggu transparansi dan sportivitas pelaksanaan muktamar.
Terkait panitia lokal, Gus Salam mengatakan telah melakukan silaturahim dengan Ketua Yayasan PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas sekaligus Ketua Panlok (Panitia Lokal) KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.
Disampaikan kalau persiapan Muktamar ke-35 NU telah mencapai sekitar 90 persen, baik dari sisi akomodasi maupun kebutuhan pendukung lain. Gus Salam mengapresiasi langkah Gus Rozaq yang telah menjaga netralitas.
“Gus Rozaq juga meminta kepada semua keluarga besar Tambakberas untuk tidak ikut menjadi—katakan—pendukung atau tim suksesnya para kandidat. Saya kira itu teladan yang sangat baik, dan harusnya ini juga dicontoh oleh panitia muktamar di tingkat PBNU,” ungkapnya.
Sementara adanya indikasi panitia pusat tidak menjalankan tugas secara obyektif. Gus Salam mengajak seluruh pihak kembali pada semangat utama muktamar, yakni menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kehormatan organisasi.
“Ayolah kita kembali kepada semangat muktamar, semangat menjaga, merawat kedaulatan, marwah, dan martabat Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua,” jelasnya.
Seperti diketahui, Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas Jombang dijadwalkan berlangsung 27-31 Agustus 2026. (sya/sa)




