• Login
Bacaini.id
Sunday, October 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Persaingan Bekas Perwira KNIL dan PETA di Tubuh Militer Indonesia

Persaingan bekas perwira didikan Jepang (PETA) dan Belanda (KNIL) mewarnai tubuh TKR (cikal bakal TNI) setelah Indonesia merdeka. Konflik tersebut ikut mengiringi terpilihnya Soedirman sebagai Panglima Besar melalui voting

ditulis oleh Solichan Arif
4 October 2026 14:53
Durasi baca: 3 menit
Persaingan bekas perwira KNIL dan PETA di tubuh militer Indonesia

Persaingan bekas perwira KNIL dan PETA mewarnai dinamika awal militer Indonesia setelah kemerdekaan (foto ilustrasi)

Reporter: Solichan Arif | Editor: Editor

Poin Penting:

  • Bekas perwira PETA dan KNIL bersaing memperebutkan pengaruh di tubuh militer Indonesia setelah kemerdekaan.
  • Persaingan itu mencuat dalam rapat perwira TKR pada November 1945 dan berujung voting.
  • Soedirman memperoleh 23 suara, sedangkan Oerip Soemohardjo mendapat 21 suara.

Bacaini.ID, KEDIRI – Sejarah awal pembentukan TNI ternyata diwarnai persaingan tajam antara bekas perwira KNIL (Koninklijke Nederlands Indische Leger) dan PETA (Pembela Tanah Air). Yang itu masih terus dipercakapkan, terutama menyangkut watak kepemimpinan militer Indonesia. Di tengah rivalitas tersebut, Soedirman justru terpilih sebagai Panglima Besar TKR melalui mekanisme voting, mengungguli perwira senior Oerip Soemohardjo.

Jenderal Oerip Soemohardjo menangkap ‘perang dingin’ atau persaingan KNILdan PETA sebagai situasi yang kurang bagus, dan sekaligus berbahaya bagi republik yang baru berdiri. Oerip adalah Kepala Staf Umum, yang merupakan jabatan tertinggi di TKR (kelak menjadi TNI). Perwira kelahiran Purworejo Jawa Tengah 23 Februari 1893 tersebut merupakan didikan KNIL. Ia menyandang predikat perwira teladan selama pendidikan dengan pangkat Letnan dua.

Baca Juga: Operasi Militer di Blitar Selatan Pasca Pembunuhan 7 Jenderal

“Dari sekian banyak perwira TKR di Jawa, Oerip tergolong senior. Oerip sebenarnya yang paling berpengalaman sebagai perwira militer. Lebih dari dua puluh tahun ia berkarir di KNIL,” demikian dikutip dari buku Sejarah Nusantara yang Disembunyikan (2019).

Oerip Soemohardjo mengambil inisiatif membenahi situasi. Persaingan tidak sehat antara para bekas perwira didikan Jepang (PETA) dan Belanda (KNIL) di tubuh militer Indonesia yang baru merdeka, harus segera diakhiri. Pada 12 November 1945, digelar rapat para perwira TKR di Gondokusuman, Yogyakarta.

Jumlah bekas perwira PETA di TKR jauh lebih banyak. Oerip sadar hal itu. Ia juga tahu, meski berjumlah lebih banyak, pengalaman militer bekas perwira PETA masih di bawah eks perwira KNIL. Soal itu Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Amir Sjarifuddin sempat meragukan kemampuan tempur eks perwira PETA, dan karenanya lebih dekat dengan eks KNIL.

Rapat Perwira TKR Berubah Menjadi Pemilihan Panglima

Pada 12 November 1945 rapat para perwira TKR digelar. Seluruh perwira berpangkat letnan kolonel hingga komandan resimen hadir. Namun suasana rapat tidak memperlihatkan kedisiplinan institusi militer. Penampilan para perwira juga tidak lazim. Tidak sedikit yang bergaya ala koboi dengan pistol terselip di pinggang.

Dipantik oleh interupsi kolonel Holland Iskandar, bekas perwira PETA, rapat berubah panas. Holland Iskandar tiba-tiba meminta dilakukan pemilihan panglima atau pimpinan tertinggi TKR. Munculnya usulan tersebut telah membelokkan niat awal Oerip, ingin menuntaskan persaingan antara bekas perwira PETA dan KNIL.

Oerip Soemohardjo gagal mengendalikan situasi dan akhirnya disepakati mekanisme voting. Sejumlah nama kandidat Panglima TKR bermunculan. Mulai Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Nasir (mantan pelaut yang pernah bekerja di angkatan laut Jepang), Wijoyo Suryokusumo, GPH Purwonegoro, Laksamana M Pardi (Kepala TKR Laut), Suryadi Suryadarma, Soedirman dan Oerip sendiri.

Hasil pemilihan mengerucut pada dua nama, yakni Soedirman dan Oerip Soemohardjo. Soedirman yang bekas perwira PETA dan di TKR menjabat komandan resimen Banyumas mendapat dukungan 23 suara. 6 di antaranya disumbang resimen TKR Sumatera yang sebagian besar bekas Gyugun, tentara sukarela bentukan Jepang.

Sementara Oerip Soemohardjo yang lebih senior dan berpengalaman mengantongi 21 suara. Pada 18 Desember 1945, Soedirman ditetapkan sebagai Panglima Besar TKR. Sedangkan Oerip Soemohardjo sebagai kepala staf, jabatan setingkat lebih rendah dari panglima.

Oerip Soemohardjo menyatakan loyalitasnya. Ia mengatakan Soedirman lebih cocok sebagai panglima ketimbang dirinya, karena sebagian besar prajurit TKR merupakan bekas anggota PETA. Sejarah militer Indonesia mencatat, Soedirman satu-satunya Panglima Besar TNI yang dipilih melalui mekanisme voting. (sa/edt)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: KNILmiliter Indonesiaoerip soemohardjopanglima tniperwira PETAPETAsoedirmanTKRTNI
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Persaingan bekas perwira KNIL dan PETA di tubuh militer Indonesia

Persaingan Bekas Perwira KNIL dan PETA di Tubuh Militer Indonesia

Rumah wangi belum tentu memiliki udara bersih

Rumah Wangi Belum Tentu Udara Bersih, Ini yang Sering Tidak Disadari

Pemulihan aset negara Rp401 triliun oleh pemerintah

Petani Kaya Bukan Mitos, Tapi Juga Bukan Takdir

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In