Poin Penting:
- Rumah yang harum belum tentu memiliki udara yang bersih, karena pengharum hanya mengubah aroma dan tidak otomatis menghilangkan polutan.
- Polusi udara dalam rumah bisa berasal dari asap rokok, aktivitas memasak, debu, kelembapan, jamur dan VOCs dari berbagai produk rumah tangga.
- Kualitas udara lebih baik dijaga dengan mengendalikan sumber polusi, memperbaiki ventilasi, mengontrol kelembapan dan rutin membersihkan rumah.
Bacaini.ID, KEDIRI – Rumah wangi belum tentu memiliki udara yang bersih. Pengharum ruangan memang dapat mengubah aroma yang tercium, tetapi tidak otomatis menghilangkan sumber polusi seperti asap rokok, partikel dari aktivitas memasak, debu, kelembapan, jamur hingga senyawa organik volatil (VOCs). Tidak mengubah kualitas udara dalam rumah. Sebab aroma dan udara adalah dua hal berbeda.
Pengharum ruangan dapat mengubah aroma yang tercium, tetapi tidak otomatis menghilangkan sumber polusi atau membuat udara menjadi lebih bersih. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan bahwa konsentrasi sejumlah polutan di dalam ruangan dapat lebih tinggi ketimbang udara luar, terutama karena ruang tertutup memiliki pertukaran udara yang lebih terbatas. Sumbernya pun beragam, mulai dari aktivitas memasak dan asap rokok hingga produk pembersih, material bangunan, debu dan kelembapan.
Rumah Wangi Belum Tentu Memiliki Udara Bersih
Indra penciuman hanya mendeteksi senyawa tertentu yang berada di udara. Karena itu, hilangnya bau tidak berarti sumber polutan sudah hilang.
Misalnya, setelah memasak, bau makanan mungkin dapat ditutupi dengan pengharum ruangan. Namun, aktivitas memasak tetap dapat menghasilkan partikel dan polutan lain. EPA menyebut proses pembakaran saat memasak dapat menghasilkan berbagai polutan, sehingga ventilasi yang baik penting untuk mengurangi paparannya.
Hal serupa berlaku pada asap rokok. Ruangan yang sudah diberi pewangi mungkin tidak lagi berbau seperti asap, tetapi pengharum tidak menghilangkan seluruh zat yang dihasilkan oleh asap rokok.
Rumah juga dapat memiliki sumber polusi lain yang tidak selalu memiliki bau kuat. Debu, partikel halus, jamur, serta senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOCs) dari berbagai produk rumah tangga dapat berkontribusi terhadap kualitas udara dalam ruangan.
EPA menjelaskan bahwa VOC dapat ditemukan dalam berbagai produk seperti cat, perekat, bahan pembersih, pestisida dan sejumlah produk rumah tangga. Paparan terhadap VOC sangat bergantung pada jenis senyawa, konsentrasi dan lama paparannya. Artinya, ukuran kesehatan udara rumah tidak bisa ditentukan hanya dari bau harum ruangannya.
Pengharum Ruangan Bisa Menutupi Bau, Bukan Menghilangkan Polusi
Penggunaan pengharum ruangan bukan berarti otomatis berbahaya. Produk pewangi dapat digunakan sebagai bagian dari kenyamanan rumah, selama digunakan sesuai petunjuk dan tidak menggantikan upaya mengendalikan sumber polusi.
Masalahnya muncul ketika pewangi digunakan untuk menutupi sumber bau yang sebenarnya perlu ditangani. Jika kamar mandi terus berbau, misalnya, menambahkan pengharum hanya menyamarkan masalah. Sumbernya bisa berasal dari saluran pembuangan, genangan air, kelembapan berlebih atau masalah sanitasi.
Begitu pula pada bau apek. Aroma pewangi mungkin membuat ruangan terasa lebih segar untuk sementara, tetapi jika penyebabnya adalah kelembapan atau pertumbuhan jamur, sumber masalah tetap perlu dicari.
Penggunaan berbagai produk beraroma juga dapat menambah senyawa ke udara. EPA memasukkan produk rumah tangga yang mengandung VOC sebagai salah satu sumber polusi udara dalam ruangan. Karena itu, penggunaan produk sesuai kebutuhan dan petunjuk menjadi langkah yang lebih masuk akal daripada memenuhi seluruh ruangan dengan berbagai sumber aroma sekaligus.
Orang yang sensitif terhadap aroma tertentu juga dapat mengalami ketidaknyamanan ketika terpapar wewangian, sehingga ventilasi tetap penting.
Cara Menjaga Kualitas Udara Rumah Tetap Sehat
Langkah utama untuk menjaga kualitas udara bukanlah membuat rumah semakin wangi, namun mengurangi sumber polutan dan memastikan pertukaran udara yang memadai.
Saat memasak, misalnya, gunakan range hood atau exhaust fan jika tersedia. Ventilasi dapat membantu mengeluarkan udara yang mengandung hasil pembakaran dan partikel dari aktivitas memasak. Menjaga kelembapan juga penting. Lingkungan yang terlalu lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur. Jika terdapat dinding lembap, kebocoran atau area yang terus basah, masalah tersebut perlu diperbaiki daripada sekadar ditutupi dengan pewangi.
Membersihkan debu secara rutin juga membantu mengurangi sumber partikel di dalam rumah. Karpet, sofa, kasur, tirai dan berbagai tekstil rumah tangga dapat menjadi tempat menumpuknya debu, sehingga perlu dibersihkan secara berkala sesuai jenis materialnya.
Jika menggunakan pengharum ruangan, diffuser atau lilin aromaterapi, gunakan sesuai petunjuk dan pertimbangkan kondisi ventilasi ruangan. Hindari menjadikan produk pewangi sebagai pengganti pembersihan atau ventilasi.
EPA juga menempatkan source control, yaitu menghilangkan atau mengurangi sumber polutan, sebagai salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Ventilasi dan penyaringan udara dapat menjadi langkah tambahan sesuai kebutuhan dan kondisi rumah.
Rumah yang nyaman tidak harus selalu memiliki aroma kuat. Justru, rumah yang memiliki ventilasi baik, kelembapan terkendali, bebas asap rokok, rutin dibersihkan dan sumber polutannya dikurangi memiliki dasar yang lebih baik untuk menjaga kualitas udara.
Pengharum ruangan tetap boleh menjadi bagian dari kenyamanan rumah. Hanya saja, jangan menjadikan aroma sebagai satu-satunya ukuran kebersihan. Rumah yang sehat bukan rumah yang paling wangi, melainkan rumah yang sumber polutannya terkendali dan memiliki ventilasi udara yang baik. (bl/sa)




