• Login
Bacaini.id
Friday, August 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gus Yahya Siap Hadiri Bedah Buku Mbah Wahab di Tambakberas Jombang

Gus Yahya menjadi bakal calon Ketua Umum PBNU pertama yang menyatakan siap hadir dalam bedah buku pemikiran dan biografi KH Wahab Chasbullah di Tambakberas, Jombang

ditulis oleh Solichan Arif
14 August 2026 11:24
Durasi baca: 3 menit
Gus Yahya siap hadir dalam bedah buku Mbah Wahab di Tambakberas Jombang

Gus Yahya siap menghadiri bedah buku pemikiran dan biografi KH Wahab Chasbullah di Tambakberas Jombang (foto/ist)

Reporter: Syailendra | Editor: Solichan Arif

Bacaini.ID, JOMBANG — Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan siap menghadiri bedah buku pemikiran dan biografi pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab, di Pondok Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Sabtu (15/8). Sementara bakal calon Ketua Umum PBNU lainnya belum memberikan konfirmasi.

Baca Juga: Gus Yahya Pastikan Maju Lagi di Muktamar NU, Senang Digelar di Jombang

KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam, cucu Mbah Wahab mengatakan, sejumlah bakal kandidat Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU telah diundang. Kecuali Gus Yahya, seperti KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dan calon lainnya, belum ada yang mengonfirmasi kehadiran. “Lainnya belum ada tanggapan,” kata Gus Aam kepada wartawan Jumat (14/8/2026).

Acara bedah buku pemikiran dan biografi Mbah Wahab merupakan rangkaian dari acara menyambut Muktamar ke-35 NU dan sekaligus HUT ke-81 RI. Mbah Wahab diketahui merupakan salah satu ulama paling penting dalam sejarah lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama (NU).

“Tambakberas kan tuan rumah Muktamar ya, jadi kita ingin mendengar langsung pemikiran calon ketua NU ke depan soal Mbah Wahab itu seperti apa,” terang Gus Aam.

Baca Juga: Ndalem KH Wahab Hasbullah Jadi Lokasi AHWA Muktamar ke-35 NU Jombang

Semasa hidupnya KH Wahab Chasbullah dikenal sebagai penggerak pendidikan pesantren, aktivis pergerakan nasional, politisi, diplomat, sekaligus salah satu tokoh yang merumuskan hubungan antara Islam dan nasionalisme Indonesia.

Mbah Wahab lahir 31 Maret 1888 di Tambakberas, Jombang dari pasangan KH Hasbullah Said dan Nyai Latifah. KH Hasbullah Said merupakan pengasuh Pesantren Tambakberas. Karenanya Mbah Wahab mengenal pendidikan agama sejak kecil dari keluarga yang kemudian diperdalam di sejumlah pesantren lain.

Tercatat pernah nyantri di Pesantren Langitan, Mojosari, Tawangsari, Kademangan Bangkalan, Branggahan Kediri, hingga Tebuireng Jombang. Setelah itu melanjutkan pendidikan ke Makkah. Di Tanah Suci, berguru kepada sejumlah ulama terkemuka, antara lain Syekh Mahfudz al-Tremasi dan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Baca Juga: Muktamar ke-35 NU Jombang Siapkan 17 Pos Kesehatan di Rest Area hingga Bandara

Pengalaman belajar yang panjang tersebut membentuk karakter Mbah Wahab sebagai ulama yang tidak hanya menguasai fikih dan ushul fikih, tetapi juga memiliki wawasan sosial dan politik yang luas. Ia melihat politik sebagai instrumen perjuangan umat dan bangsa. Karenanya kemudian aktif dalam berbagai organisasi politik dan memainkan peran penting dalam dinamika politik Islam.

Kiai Wahab dikenal memiliki kemampuan diplomasi sekaligus penguasaan fikih dan ushul fikih yang kuat. Dalam perjalanan politik Indonesia, ia juga dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan agama dengan kepentingan negara.

Di NU, Kiai Wahab dikenal sebagai figur yang memiliki kemampuan menggerakkan massa dan organisasi dan karenanya sering disebut motor penggerak NU atau Panglima NU. Kalau KH Hasyim Asy’ari sebagai simbol otoritas keulamaan, Mbah Wahab adalah organisatoris yang membuat NU bergerak di tengah perubahan zaman.

KH Abdul Wahab Chasbullah wafat pada 29 Desember 1971. Ia meninggalkan warisan besar tradisi keilmuan, jaringan pesantren, organisasi NU, dan gagasan mengenai hubungan Islam dengan Indonesia. (sya/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: bedah bukuGus YahyajombangKH Wahab Chasbullahmbah wahabmuktamar ke-35 NUNU
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Motor Listrik Nasional. Foto: istimewa

Peluncuran Motor Listrik Nasional Disambut Antusias Masyarakat

Ilustrasi sholat. Foto:unsplash

Kenali Godaan Setan Saat Menjalankan Sholat Jumat

Gus Yahya siap hadir dalam bedah buku Mbah Wahab di Tambakberas Jombang

Gus Yahya Siap Hadiri Bedah Buku Mbah Wahab di Tambakberas Jombang

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In