• Login
Bacaini.id
Wednesday, July 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Polisi Baik Ditangkap Karena Kasus Korupsi yang Gegerkan Jakarta

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
1 July 2026 15:48
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi Komisaris Besar Polisi Batavia Van Rossen dalam kasus korupsi terbesar di Hindia Belanda tahun 1923

Komisaris Besar Polisi Batavia Van Rossen yang semula dikenal sebagai polisi bersih akhirnya ditangkap dalam skandal korupsi yang mengguncang Hindia Belanda pada 1923 (foto ilustrasi/Bacaini.id)

Poin Penting:

  • Komisaris Besar Polisi Batavia Van Rossen ditangkap pada 1923 setelah terbukti menggelapkan anggaran dan menyalahgunakan kewenangan meski sebelumnya dikenal sebagai polisi bersih
  • Penyelidikan menemukan praktik suap, pemerasan, dan penyelundupan opium yang melibatkan sejumlah aparat kepolisian di Batavia
  • Skandal tersebut memicu penyelidikan nasional dan mengungkap korupsi di berbagai kepolisian kota besar Hindia Belanda, termasuk Semarang, Surabaya, Medan, hingga Makassar

Bacaini.ID, JAKARTA – Praktik korupsi di tubuh lembaga kepolisian sudah ada sejak masa pemerintah Kolonial Belanda, yang salah satunya terungkap dari kisah penangkapan Komisaris Besar (hoofdcommisaris) Polisi Jakarta atau Batavia Van Rossen. Rossen yang sebelumnya dikenal sebagai polisi baik dan bersih terbukti terlibat skandal penggelapan keuangan dan ditangkap.

BACA JUGA: Polri Urutan ke-18 Dunia di Indeks Persepsi Korupsi Kepolisian, Perlu Reformasi

Penangkapan pada 8 September 1923 tersebut mengejutkan publik, utamanya Jakarta yang saat itu bernama Batavia, dan sekaligus membuka tabir praktik suap dan penyalahgunaan wewenang yang telah mengakar di tubuh kepolisian. Apalagi Van Rossen yang merangkap komandan polisi lapangan Batavia dan Banten dikenal sebagai polisi baik. Memiliki rekam jejak lurus, yang membuatnya kerap dapat pujian, bahkan Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum menyebutnya tokoh sangat bersih.

Penangkapan disertai penahanan karena kasus korupsi itu berlangsung tidak lama setelah digelarnya pesta perayaan naiknya tahta Ratu Wilhelmina. Kombes Pol Van Rossen yang menginjakkan kaki di Batavia mulai 1918 untuk menggantikan Kombes Pol Boon, tidak berkutik saat ditangkap. Tuduhan kejahatan korupsi yang dilakukan guna memperkaya diri, diakuinya.

“Van Rossen mengaku bersalah dan ditahan,” tulis Marieke Bloembergen seperti dikutip Bacaini.id dalam buku Polisi Zaman Hindia Belanda Dari Kepedulian dan Ketakutan Rabu (1/7/2026).

Godaan Jabatan dan Penyalahgunaan Kewenangan

Kombes Pol Van Rossen terbukti gagal mempertahankan reputasinya sebagai polisi baik. Terungkap dalam penyidikan, ia diam-diam melakukan abuse of power untuk memperkaya diri dan itu telah berlangsung bertahun-tahun.

BACA JUGA: Tipu Rp10 Milyar, YS Istri Polisi Kediri Gemar Pamer Kemewahan

Van Rossen memainkan pos anggaran kepolisian dengan modus mengalihkan sebagian uang karena kekosongan jabatan. Juga menyalahgunakan kebijakan kepegawaian. Ia mengangkat pegawai untuk sementara dan kemudian memecatnya.

Dalam Voorlopig rapport politiemalversaties atau laporan sementara malapraktik kepolisian, disebutkan Kombes Pol Van Rossen telah menggelapkan uang sebesar satu juta gulden, sebuah nilai yang sangat fantastis.

Gaya Hidup Mewah Membongkar Skandal

Kebusukan Kombes Van Rossen diungkap pertama kali oleh J.J Van Helsdingen, Asisten Residen Batavia yang diam-diam melakukan pengawasan dan penyelidikan kepolisian Batavia, terutama mencermati gaya hidup Van Rossen.

Kehidupan glamour Rossen dengan rumah berinterior mewah, sebuah vila di Belanda serta mobil Hudson warna merah menjadi awal pintu masuk Van Helsdingen melakukan pengawasan dan penyelidikan.

BACA JUGA: Modus Arisan Fiktif, Istri Anggota Polres Kediri Gondol Rp10 Milyar

Ditemukan bukti praktik penyelundupan candu dan sejumlah upeti yang mengalir ke institusi kepolisian Batavia. Upeti tersebut terungkap berasal dari praktek pemerasan lima belas tempat perjudian dan pelacuran di wilayah Senen.

Mengalir uang haram sebesar 2.000 gulden ke kantor polisi Senen setiap bulannya. Van Rossen diduga membiarkan penyelundupan opium, namun kemudian ditindaklanjuti dengan memeras para penyelundup.

“Van Helsdingen akhirnya berhasil mendapatkan bukti untuk menahan Van Rossen,” demikian dikutip dari buku Polisi Zaman Hindia Belanda Dari Kepedulian dan Ketakutan.  

Skandal Van Rossen Memicu Bersih-Bersih Kepolisian

Terbongkarnya skandal korupsi Van Rossen yang berujung penangkapan mendorong Pemerintah Kolonial Hindia Belanda melakukan bersih-bersih. Van Helsdingen diperintah menyelidiki pengelolaan keuangan kepolisian di tiga kota besar dan meluas.

Dalam pembukuan keuangan kepolisian di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Manado dan Makassar terungkap telah terjadi penyelewengan. Di kepolisian Medan kasus suap juga berhasil dibongkar. Seorang ajun komisaris besar dan sejumlah pengawas kepolisian terbukti memperkaya diri dan keluarga mereka, dengan cara memeras pusat-pusat perjudian.

BACA JUGA: Tan Malaka Melihat Pan Islamisme sebagai Perlawanan Terhadap Kapitalisme

Sejumlah petinggi kepolisian yang diduga terlibat langsung dinonaktifkan sementara. Van Helsdingen memutuskan menggandeng dinas Akuntasi untuk memperluas penyelidikannya.  

Tercatat dalam Rapport nopens de werking van de organisatie der politie op de groote hoofdeplaatsen van Java (Laporan kinerja lembaga kepolisian di kota-kota besar di Jawa) 9 Maret 1925. Para petinggi polisi memiliki mobil-mobil mewah, kuda-kuda pacu, gemar berfoya-foya, serta suka menghadiahi istri dan anak-anak mereka dengan perhiasan emas.

Van Helsdingen berkesimpulan, kuatnya sistem dan tradisi saling melindungi yang memicu terjadinya penyelewengan di tubuh kepolisian. Yang pertama dilakukan dalam upaya bersih-bersih adalah membersihkan noda yang paling menonjol, yakni para perwira, terutama perwira Eropa.

“Setelah Van Rossen, Misset dan De Waard ditahan, sepanjang 1924 masih banyak anggota kepolisian lain yang diperkarakan,” demikian seperti dikutip dari Polisi Zaman Hindia Belanda Dari Kepedulian dan Ketakutan.

Penulis: Solichan Arif

BACA JUGA: Kejari Tulungagung Geledah OPD, Usut Dugaan Korupsi Pendopo Kanjengan dan artikel lainnya di Rubrik HISTORIA

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Hindia BelandakepolisiankorupsipolisiPolriSEJARAH
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga Indonesia menyambut wisatawan dan ekspatriat dengan ramah sebagai ilustrasi Indonesia dinobatkan negara paling ramah di dunia versi InterNations 2026

Indonesia Dinobatkan Negara Paling Ramah di Dunia 2026, Disukai Ekspatriat

Ilustrasi Komisaris Besar Polisi Batavia Van Rossen dalam kasus korupsi terbesar di Hindia Belanda tahun 1923

Kisah Polisi Baik Ditangkap Karena Kasus Korupsi yang Gegerkan Jakarta

Penumpang kereta api menaiki rangkaian KA di Stasiun Madiun saat libur sekolah 2026

Libur Sekolah 2026, Penumpang KA Daop 7 Madiun Tembus 106 Ribu

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In