• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Bulan Suro di Blitar: Dari Baritan hingga Larung Sesaji, Masih Dilestarikan Warga

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
17 June 2026 00:07
Durasi baca: 3 menit
Warga mengikuti tradisi Baritan dan ritual bulan Suro di wilayah Blitar Jawa Timur

Tradisi bulan Suro di Blitar masih dilestarikan melalui berbagai ritual budaya dan doa bersama warga (foto/Bacaini.id)

Poin Penting:

  • Masyarakat Blitar masih menjaga tradisi Suro melalui ritual kolektif yang sarat makna spiritual dan budaya
  • Baritan, Kenduri Encek, Larung Sesaji, dan Jamasan Pusaka menjadi tradisi yang paling dikenal
  • Selain ritual massal, sebagian keluarga juga menjalani laku sederhana seperti doa bersama dan ziarah makam

Bacaini.ID, BLITAR – Bulan Suro atau Muharram dalam kalender hijriah bagi sebagian masyarakat Kota dan Kabupaten Blitar Jawa Timur diyakini sebagai bulan yang istimewa sekaligus sakral. Berbagai tradisi yang diterjemahkan sebagai upaya nguri-nguri (melestarikan) budaya digelar di mana-mana.

BACA JUGA: Pantangan Bulan Suro dalam Tradisi Masyarakat Jawa Timur

Tradisi atau ritual yang digelar tersebut hampir selalu melibatkan massa dalam jumlah besar dari berbagai lapisan sosial, dengan beberapa di antaranya bahkan menjadi agenda rutin pemerintah daerah setempat. Berikut beberapa tradisi Suro yang masih dikenal masyarakat Blitar:

Baritan, Tradisi Slametan Kampung yang Identik dengan Suro

Ini salah satu tradisi Suro yang paling identik di masyarakat Blitar. Warga berkumpul di perempatan atau sepanjang gang menjelang malam, membawa takir (wadah makanan dari daun pisang), lalu berdoa bersama untuk keselamatan, ketenteraman, dan menolak bala. Setelah doa, makanan biasanya ditukar atau dimakan bersama.

Kenduri Encek dan Simbol Harapan Tahun Baru Jawa

Tradisi ini ditemukan di beberapa wilayah Kota Blitar. Makanan disusun di atas encek (wadah dari pelepah pisang), lengkap dengan unsur simbolik seperti janur dan ingkung. Maknanya adalah harapan akan keberkahan, keselamatan, dan kehidupan yang lebih baik di tahun baru Jawa. Biasanya juga disertai kirab dan gunungan hasil bumi.

BACA JUGA: Tradisi Perguruan Silat Jawa Timur di Bulan Suro: Pengesahan Warga Baru hingga Konsolidasi

Larung Sesaji di Pesisir Selatan Blitar

Di kawasan pantai selatan Blitar, terutama saat 1 Suro, masyarakat menggelar larung sesaji ke laut. Sesaji berupa tumpeng dan ubo rampe dilarung sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan permohonan keselamatan. Tradisi ini juga menjadi agenda budaya tahunan daerah.

Jamasan Pusaka, Merawat Warisan dan Refleksi Diri

Sejumlah komunitas dan penjaga tradisi di Blitar melakukan pembersihan benda pusaka seperti keris dan tombak menjelang atau saat Suro. Maknanya bukan sekadar membersihkan benda, tetapi merawat warisan budaya dan melakukan perenungan diri.

Takir Plontang atau Selamatan Suro Masih Bertahan

Merupakan variasi dari tradisi baritan yang masih dilakukan di beberapa lingkungan warga. Takir dibawa untuk didoakan bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan memasuki tahun baru Jawa.

Ritual Suro di Lereng Kelud dan Cerita Lembu Suro

Sebagian masyarakat sekitar Kelud di wilayah Blitar masih mengenal doa bersama dan sesaji yang dikaitkan dengan penghormatan terhadap alam serta cerita rakyat setempat, termasuk legenda Lembu Suro dan Mahesa Suro.

Pada bulan Suro juga banyak keluarga di Blitar yang menjalani laku sederhana seperti mengurangi hiburan malam, ziarah makam, atau mengadakan doa keluarga bersama.

Penulis: Solichan Arif

BACA JUGA: 935 Personel Polres Trenggalek Disiagakan Selama Bulan Suro 2026, Cegah Gesekan Pesilat dan artikel lainnya di Rubrik PLURAL

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: bacaini.idblitarMUHARRAMsuroTradisi Jawa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga mengikuti tradisi Baritan dan ritual bulan Suro di wilayah Blitar Jawa Timur

Tradisi Bulan Suro di Blitar: Dari Baritan hingga Larung Sesaji, Masih Dilestarikan Warga

Ilustrasi perbedaan tampilan wajah carb face dan protein face akibat pola konsumsi karbohidrat dan protein

Carb Face vs Protein Face, Apa Pengaruh Makanan ke Wajah?

Satpol PP Tulungagung merazia 47 pelajar yang nongkrong di warung kopi saat jam sekolah

Pelajar Tulungagung Dilarang di Warkop, Terjaring Razia Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In