• Login
Bacaini.id
Friday, June 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Lesung Pipi dan Belahan Dagu di Wajah Ternyata ‘Cacat’, Tapi Estetik

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
5 June 2026 10:10
Durasi baca: 5 menit
Ilustrasi wajah dengan lesung pipi dan belahan dagu

Ilustrasi anatomi wajah dengan lesung pipi dan belahan dagu (foto/ist)

Poin Penting

  • Lesung pipi dan belahan dagu adalah variasi anatomi wajah
  • Fitur wajah ini dipengaruhi faktor genetik dengan pola pewarisan yang kompleks
  • Di berbagai budaya, lesung wajah sering dikaitkan dengan kecantikan, keberuntungan, dan karakter seseorang

Bacaini.ID, KEDIRI – Punya lesung pipi di wajah atau belahan dagu menjadi dambaan, khususnya di Indonesia karena dianggap estetik sekaligus unik yang itu padahal sebuah ‘cacat’. Bahkan terdapat tradisi lokal yang menusukkan ujung cabai secara perlahan dengan rutin ke pipi bayi, agar bisa memiliki lesung pipi ketika besar.

Baca Juga:

  • Ini Ciri Wajah Pembawa Hoki Menurut Fengshui, Siapkan Cermin!

Karakteristik wajah manusia menyimpan keberagaman anatomi, diantaranya fitur wajah yang sangat ikonik, seperti lesung pipi (dimple), belahan dagu (cleft chin), hingga lekukan unik di bawah bibir yang dikenal sebagai lesung labiomentalis (labiomental dimple).

Fitur-fitur fisik ini selalu berhasil mencuri perhatian dan kerap diasosiasikan dengan standar ketampanan maupun kecantikan yang memikat. Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada struktur otot dan tulang wajah hingga bisa membentuk lekukan tersebut? 

Lesung Pipi Terbentuk dari Variasi Otot Wajah

Bagi dunia kedokteran, lesung di wajah bukanlah hal aneh, melainkan murni variasi perkembangan jaringan ikat selama fase embrionik di dalam kandungan.
Secara normal otot utama yang mengontrol senyuman manusia adalah otot zygomaticus major. Otot ini membentang dari tulang pipi langsung menuju ke sudut mulut.

Baca Juga:

  • Tradisi Kecantikan Ekstrem Nusantara: Telingaan Aruu dan Pasipiat Sot Mentawai

Namun, pada pemilik lesung pipi terjadi variasi anatomi berupa pembelahan otot zygomaticus major menjadi dua untai terpisah. Ketika untaian otot ini terbelah, salah satu bagiannya melekat sangat erat ke lapisan kulit terdalam (dermis). Hasilnya, saat seseorang tersenyum atau berbicara, kontraksi otot akan menarik kulit ke arah dalam, menciptakan efek cekungan dinamis yang mempermanis senyuman, lesung pipi.

Kondisi ini secara klinis dikategorikan sebagai benign deformity atau malformasi jinak. Meskipun ada sebutan ‘cacat’, namun ini sama sekali tidak berbahaya karena tidak mengganggu fungsi kunyah, bicara, maupun kesehatan saraf wajah.

Berbeda dengan lesung pipi yang dipicu oleh variasi jaringan otot wajah, belahan atau lesung dagu terbentuk akibat struktur tulang. Dikutip dari Healthline, belahan dagu berbentuk huruf ‘Y’ terjadi karena kegagalan penyatuan yang sempurna antara sisi kanan dan sisi kiri tulang rahang bawah (mandibula) saat janin berkembang di dalam rahim.

Karena ada celah kosong yang kecil di antara struktur tulang rahang atau pada otot mentalis di dagu, kulit di atasnya otomatis melesak masuk ke dalam celah tersebut.

Penuaan atau fluktuasi berat badan juga bisa membuat belahan dagu ini terlihat semakin tegas atau justru memudar seiring berkurangnya volume lemak wajah.

Sementara itu, variasi anatomi wajah yang menarik lainnya adalah lesung labiomentalis, lesung yang ada di bawah bibir atau bagian dagu atas. Lekukan kecil tepat di area transisi antara bibir bawah dan dagu, yang secara anatomis disebut mentolabial/labiomental sulcus.

Menurut data klinis dari Plastic Surgery Key, lekukan dinamis di area ini dipicu oleh hiperaktivitas atau perlekatan kuat dari serat-serat otot mentalis yang langsung menembus dermis kulit tepat di bawah bibir. Sama halnya dengan lesung pipi, ini adalah struktur anatomi normal yang aman dan justru menambah ekspresivitas wajah seseorang.

Faktor Genetik yang Membentuk Keunikan Wajah dan Mitos Budayanya

Kehadiran fitur wajah tersebut sangat ditentukan oleh faktor keturunan. Secara tradisional, ilmu genetika mengelompokkan lesung pipi dan belahan dagu sebagai sifat yang dibawa oleh gen dominan. Artinya, jika salah satu orang tua memiliki lesung pipi, anak-anak mereka memiliki peluang sebesar 25 hingga 50 persen untuk mewarisi fitur wajah tersebut. Jika kedua orang tua memilikinya, peluang anak lahir dengan lesung pipi bisa melonjak hingga 50 sampai 100 persen.

Baca Juga:

  • Sejarah Nyirih, Tradisi Kuno Nusantara yang Coba Dibunuh Kolonial Belanda

Meskipun demikian, studi modern yang dilansir oleh The Tech Interactive meluruskan mitos lama bahwa fitur ini dikontrol oleh gen tunggal sederhana. Faktanya, pewarisan belahan dagu bersifat irregular penetrance atau melibatkan banyak gen sekaligus (poligenik). Itulah mengapa kadang-kadang ada anak yang memiliki belahan dagu yang sangat dalam, padahal kedua orang tuanya hanya memiliki dagu yang rata atau memiliki lesung yang sangat samar.

Di Indonesia, memiliki lesung pipi dinilai sebagai sebuah keuntungan sosial yang besar. Memiliki lesung pipi menjadi standar estetika kecantikan lokal. Pemilik lesung wajah dinilai memiliki aura pembawaan yang hangat, ramah, dan mudah didekati oleh orang lain. Sementara itu, bagi pemilik belahan dagu alami, masyarakat lokal sering mengaitkannya dengan struktur wajah yang tegas, rupawan, dan berkarakter kuat.

Sebelum teknologi kedokteran modern mampu menjelaskan struktur anatomi wajah, berbagai peradaban dunia menciptakan narasi takhayul dan ramalan kuno (fisiognomi) untuk membaca watak para pemilik lesung. Berikut di antaranya:

• Masyarakat Eropa kuno percaya bahwa lesung pipi merupakan bekas cubitan atau sentuhan lembut dari jari malaikat pelindung saat bayi tidur di ranjang kandungannya. Tanda ini dianggap sebagai simbol kesucian, kepolosan jiwa, dan proteksi spiritual dari marabahaya.

• Dalam tradisi Tiongkok kuno, lesung pipi dianggap sebagai jimat pembawa hoki. Anak yang terlahir dengan fitur ini dipercaya akan membawa kesuksesan usaha bagi orang tuanya. Namun, ilmu membaca wajah tradisional juga menyelipkan peringatan bahwa pemilik lesung pipi harus berhati-hati dalam urusan asmara karena mereka diramal memiliki perjalanan cinta yang penuh liku di usia paruh baya.

• Menurut ramalan wajah di Asia Timur, belahan dagu vertikal yang simetris menandakan kekuatan tekad. Orang yang memilikinya dinilai berbakat menjadi pemimpin besar, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, serta mampu memikul beban tanggung jawab yang berat tanpa mengeluh.

Sebaliknya, mitos modern di belahan bumi barat mengaitkan belahan dagu dengan kepribadian yang ekspresif dan senang menjadi pusat perhatian. Mereka dianggap memiliki kebutuhan emosional yang tinggi dan selalu mendambakan kepastian cinta dari orang-orang terdekatnya.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: anatomi wajahBelahan DagucacatestetikLesung Pipi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi wajah dengan lesung pipi dan belahan dagu

Lesung Pipi dan Belahan Dagu di Wajah Ternyata ‘Cacat’, Tapi Estetik

Mahasiswa menyoroti penanganan kasus dugaan pelecehan seksual dosen di UNU Blitar

Benang Kusut Kasus Pelecehan Seksual Dosen UNU Blitar

Siswa SMP belajar di sekolah. Foto: istimewa

KPK Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Korupsi Penerimaan Murid Baru

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In