• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Kecantikan Ekstrem Nusantara: Telingaan Aruu dan Pasipiat Sot Mentawai

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
3 June 2026 18:50
Durasi baca: 3 menit
Perempuan adat Dayak dengan tradisi Telingaan Aruu dan perempuan Mentawai menjalani ritual Pasipiat Sot sebagai simbol kecantikan tradisional

Tradisi Telingaan Aruu dan Pasipiat Sot menjadi simbol kecantikan, kedewasaan, serta identitas sosial dalam budaya masyarakat adat Nusantara (foto/ist)

Poin Penting:

  • Telingaan Aruu dan Pasipiat Sot merupakan tradisi modifikasi tubuh ekstrem yang menjadi simbol kecantikan dan status sosial masyarakat adat
  • Tradisi telinga panjang Dayak dan kerik gigi Mentawai memiliki nilai spiritual serta aturan adat yang ketat
  • Modernisasi membuat sebagian tradisi tersebut mulai berkurang dan terancam punah

Bacaini.ID, KEDIRI – Tak semua standar kecantikan diwujudkan lewat kosmetik atau aksesori. Di berbagai wilayah Indonesia, masyarakat adat memiliki tradisi mempercantik tubuh yang tergolong ekstrem, mulai dari memanjangkan telinga hingga meruncingkan gigi sebagai simbol kecantikan, status sosial, hingga nilai spiritual.

Baca Juga:

  • Sejarah Nyirih, Tradisi Kuno Nusantara yang Coba Dibunuh Kolonial Belanda

Di Mentawai, seni rajah tubuh atau titi dalam bahasa lokal, menjadi lambang keindahan fisik serta menjadi ‘stempel’ kelas sosial pemiliknya. Motif tato yang rumit dan dibuat secara tradisional dengan menggunakan duri pohon karanga, diakui secara internasional sebagai seni rajah tubuh tertua di dunia.

Dan tak hanya di Mentawai, berbagai tradisi mempercantik tubuh secara ekstrem ada di seluruh penjuru Nusantara, ada yang tetap lestari selama berabad-abad dan tak sedikit yang diambang kepunahan.

Telingaan Aruu, Simbol Kecantikan dan Status Sosial Suku Dayak

Telinggan Aruu atau Telinga Aruu merupakan tradisi modifikasi tubuh paling ikonik di Indonesia. Tidak semua sub-suku Dayak mempraktikkan tradisi ini. Telingaan Aruu utamanya ditemukan pada rumpun etnis yang mendiami wilayah pedalaman Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Diantaranya suku Dayak Kenyah, Dayak Kayan, Dayak Bahau, Dayak Punan dan Dayak Kelabit.

Tradisi memanjangkan cuping telinga ini memiliki pakem untuk setiap gender. Perempuan diizinkan memanjangkan cuping telinganya hingga sebatas dada atau lebih, sementara laki-laki maksimal bisa memanjangkannya sebatas bahu.

Bagi perempuan, Telingaan Aruu merupakan simbol kecantikan, dan bagi laki-laki melambangkan kedewasaan, keperkasaan dan ketangguhan. Selain sebagai ‘standar kecantikan, Telingaan Aruu juga menjadi penanda kasta. Pada suku Dayak Kayan dan Kenyah, panjang telinga berbanding lurus dengan status sosial. Kaum bangsawan memiliki hak istimewa untuk memanjangkan telinga dengan desain anting khusus yang tidak boleh ditiru oleh rakyat biasa atau budak/kasta rendah.

Tradisi Telingaan Aruu mulai mengalami penurunan drastis sejak era 1960-an akibat modernisasi, masuknya pendidikan formal dan pengaruh agama baru, dan kini tradisi ini di ambang kepunahan.

Pasipiat Sot Mentawai, Ritual Kerik Gigi Sarat Nilai Spiritual

Tak hanya memiliki tradisi rajah tubuh, suku Mentawai juga memiliki tradisi ektrem ‘Pasipiat Sot’ atau kerik gigi yang dipraktikkan oleh para perempuan suku Mentawai, Sumatera Barat. Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak 500 SM yang sarat nilai spiritualitas.

Gigi runcing menyerupai gigi hiu dipercaya memberikan kesan magis, meningkatkan rasa percaya diri serta menaikkan nilai sosial perempuan dalam komunitas adat.

Pasipiat Sot dilakukan dengan cara meruncingkan sekitar 23 gigi yang menggunakan alat tradisional berupa pahat kayu atau alat potong dari besi yang telah diasah hingga sangat tajam. Seperti ritual titi, rajah tubuh Mentawai, kerik gigi ini juga dilakukan tanpa bius.

Ritual Pasipiat Sot merupakan ritual sakral yang hanya boleh dilakukan oleh Rimata, ketua adat, atau seorang Sikerei, dukun adat.

Ritual kerik gigi suku Mentawai ini dilakukan sebagai penanda kedewasaan bagi seorang gadis yang biasanya dilakukan ketika menjelang pernikahan. Meruncingkan gigi secara tradisional dipercaya dapat membuat jiwa perempuan menjadi lebih damai, bahagia dan panjang umur.
Secara spiritual, bentuk gigi runcing dimaknai sebagai simbol keberhasilan manusia dalam mengikis dan mengendalikan enam sifat buruk yaitu hawa nafsu, tamak, marah, mabuk, iri hati dan bingung.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: budaya indonesiasuku Dayaksuku mentawaiTradisi adat
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petugas KPK melakukan OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat dan mengamankan Kepala Kantor Ronald Arman Abdullah

OTT KPK di Imigrasi Jakbar Diduga Terkait Izin Tinggal WNA

Tiga mantan pejabat BGN yang ditetapkan tersangka korupsi program MBG.

Modus Korupsi 3 Pejabat BGN Terungkap, Mulai Pemberian Izin Dapur Hingga Proyek Sepatu dan Motor

Perempuan adat Dayak dengan tradisi Telingaan Aruu dan perempuan Mentawai menjalani ritual Pasipiat Sot sebagai simbol kecantikan tradisional

Tradisi Kecantikan Ekstrem Nusantara: Telingaan Aruu dan Pasipiat Sot Mentawai

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In