Bacaini.ID, KEDIRI – Nyi Blorong digambarkan sebagai perempuan berparas menawan, dengan sorot mata yang mampu menjerat siapa pun. Namun, pesona itu segera berubah menjadi kengerian ketika tubuh bagian bawahnya menjelma ular bersisik hijau keemasan. “Cantik sekaligus menakutkan,” begitu gambaran yang kerap muncul dalam cerita turun-temurun.
Legenda Nyi Blorong berasal dari kisah Kanjeng Ratu Kidul, penguasa Laut Selatan. Dalam versi yang ditulis oleh K.H. Muhammad Sholikhin, Nyi Blorong disebut sebagai panglima perang Ratu Kidul yang menetas dari telur gaib di Gua Karang Bolong. Sejak itu, ia dikenal sebagai sosok pemberi kekayaan bagi manusia yang berani membuat perjanjian dengannya.
Konon, orang yang berani melakukan perjanjian dengan Nyi Blorong akan diberi emas berlimpah. Tetapi emas itu diyakini akan berubah menjadi ular setelah beberapa waktu. Lebih menyeramkan lagi, kekayaan tersebut harus ditebus dengan tumbal nyawa anggota keluarga.
Seorang warga Desa Kalipuro, Banyuwangi, yang enggan disebut namanya, mengaku pernah melihat tetangganya mendadak kaya raya setelah sering pergi ke Alas Purwo. “Awalnya biasa saja, lalu tiba-tiba punya mobil baru. Tapi anehnya, anaknya sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Orang-orang bilang itu tumbal Nyi Blorong,” ujarnya.
Alas Purwo memang dikenal sebagai tempat ritual spiritual. Beberapa warga mengaku mendengar suara gamelan di tengah hutan, padahal tidak ada aktivitas manusia. Ada pula cerita tentang penampakan wanita cantik yang tiba-tiba berubah menjadi ular.
“Saya pernah melihat sosok perempuan di kejauhan. Begitu didekati, tubuhnya berubah jadi ular besar. Saya langsung lari,” kata seorang mantan pendaki yang kini enggan masuk hutan itu lagi.
Kasus pesugihan yang dikaitkan dengan Nyi Blorong
- 1970-an
Cerita tentang orang kaya mendadak di Banyuwangi mulai dikaitkan dengan pesugihan Nyi Blorong. Warga percaya emas yang mereka miliki berasal dari ritual di Alas Purwo. - 1983
Seorang pedagang di Pasar Rogojampi dikabarkan tiba-tiba memiliki harta berlimpah. Namun, anak sulungnya meninggal mendadak. Isu tumbal Nyi Blorong merebak, meski keluarga menolak anggapan itu. - 1990-an
Media lokal mulai menyoroti fenomena “kaya mendadak” di pesisir selatan Jawa Timur. Beberapa kasus kehilangan anggota keluarga dikaitkan dengan perjanjian gaib. - 2005
Seorang warga Kalipuro mengaku melihat tetangganya membawa emas dari hutan. Emas itu kemudian berubah menjadi ular kecil. Cerita ini menjadi bahan liputan media daerah. - 2017
Pendaki Gunung Purwo melaporkan penampakan wanita cantik yang tiba-tiba berubah menjadi ular besar. Kisah ini viral di forum komunitas pendaki. - 2023
Ritual pesugihan di Alas Purwo kembali mencuat setelah aparat menemukan kelompok yang melakukan semedi dengan sesajen. Isu keterkaitan dengan Nyi Blorong kembali menguat.
Proses dan syarat pesugihan
Menurut berbagai sumber spiritual dan kisah rakyat, berikut tahapan umum yang dipercaya dilakukan oleh pelaku pesugihan Nyi Blorong:
- Mencari paranormal atau “guru” spiritual
Pelaku tidak bisa langsung berhubungan dengan Nyi Blorong. Mereka harus dibimbing oleh seorang dukun atau juru kunci yang memahami ritual pemanggilan. - Menyiapkan sesaji dan tempat ritual
Biasanya dilakukan di Gua Pesugihan atau kamar khusus yang disiapkan untuk pemanggilan. Sesaji berupa bunga, dupa, minyak wangi, dan kain hijau disertai mantra pemanggil. - Pemanggilan Nyi Blorong
Sosok Nyi Blorong diyakini muncul dalam wujud wanita cantik dengan tubuh bagian bawah ular. Ia menawarkan kekayaan berupa emas atau uang yang konon berasal dari sisiknya. - Perjanjian dan Tumbal
Kekayaan yang diterima harus dibayar dengan tumbal nyawa—biasanya anggota keluarga atau orang terdekat. Dalam beberapa versi, roh pelaku sendiri akan menjadi pengikut Nyi Blorong setelah meninggal - Konsekuensi Spiritual
Orang yang melakukan pesugihan disebut akan hidup makmur selama beberapa tahun, tetapi kemudian mengalami penderitaan batin, kehilangan keluarga, atau kematian misterius.
Legenda Nyi Blorong bukan hanya kisah mistis, tetapi juga refleksi tentang hubungan manusia dengan alam, kekuasaan gaib, dan godaan duniawi. Timeline kasus-kasus pesugihan yang dikaitkan dengannya menunjukkan bahwa mitos ini terus hidup, bahkan di era modern. Nyi Blorong mengingatkan kita bahwa tidak semua yang berkilau membawa kebahagiaan.
Penulis: Hari Tri Wasono





