• Login
Bacaini.id
Thursday, June 18, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Golkar Klaim Sudah Ingatkan Gatut Sunu Sebelum OTT KPK di Tulungagung

Fraksi Golkar sebut peringatan sudah diberikan jauh sebelum OTT KPK, mahasiswa nilai DPRD lamban dan gagal menjalankan fungsi pengawasan

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
24 April 2026 22:51
Durasi baca: 3 menit
Massa mahasiswa demo di DPRD Tulungagung menuntut pengusutan kasus OTT KPK

Aksi mahasiswa di DPRD Tulungagung menyoroti lemahnya pengawasan dewan pasca OTT KPK terhadap Bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo (foto/Bacaini.id)

Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari Fraksi Partai Golkar mengaku telah berulang kali mengingatkan Bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo agar berhati-hati dalam pengelolaan anggaran sebelum akhirnya terjaring OTT KPK pada April 2026.

Peringatan itu disampaikan jauh hari sebelum Gatut Sunu terjaring OTT KPK pada Jumat 10 April 2026, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan 16 Kepala OPD dan ditahan.

Baca Juga:

  • Jejak Dana Pokir, dari Aspirasi ke Bancakan Anggaran

Asrori, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tulungagung mengatakan, peringatan supaya berhati-hati soal anggaran tersebut sudah disampaikan berulang kali kepada yang bersangkutan.

“Berulang kali kami ingatkan Bupati agar hati-hati dalam menggunakan anggaran dan terbuka. Semata-mata ingin menjadikan Tulungagung lebih baik,” ujar politisi Golkar Asrori saat menemui massa mahasiswa Kamis (23/4/2026).

Partai Golkar merupakan salah satu pengusung Bupati non aktif Gatut Sunu Wibowo pada Pilkada Tulungagung 2024, selain Partai Gerindra dan PKS. Gatut Sunu diketahui ditangkap KPK bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal.

Atas adanya OTT tersebut Aliansi mahasiswa dari DEMA UIN SATU dan PC PMII Tulungagung berunjuk rasa di Gedung DPRD Tulungagung. Tupoksi dewan sebagai lembaga pengawasan dipertanyakan.

Massa mahasiswa juga sempat melakukan aksi penyegelan salah satu ruangan kantor DPRD Tulungagung. Massa mendesak KPK mengusut tuntas kasus yang terjadi.

Sebagai anggota legislatif Asrori berjanji di depan massa aksi akan mengawal tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan meneruskan kepada eksekutif agar ditindak lanjuti.

“Kami akan kawal tuntutan mahasiswa. Akan kami sampaikan kepada pimpinan dan kami teruskan ke eksekutif,” janjinya.

Ketua PC PMII Tulungagung, M. Ahsanur Rizqi meminta KPK mengusut tuntas praktik korupsi yang terjadi di Tulungagung. Juga mempertanyakan fungsi pengawasan DPRD yang dinilai gagal.

“Kami melihat kerja DPRD lemot. Seharusnya, DPRD harus sigap melihat setiap anggaran yang rentan dilakukan korupsi,” terangnya.

Dalam aksinya mahasiswa meminta BKPSDM Tulungagung melakukan evaluasi dan bertanggung jawab terhadap ASN. Sebab tidak semua kepala OPD memiliki kompetensi.

Seperti diketahui, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang ditangkap dalam OTT KPK Jumat malam (10/4/2026) telah ditetapkan tersangka dan ditahan. Gatut Sunu diduga melakukan pemerasan terhadap 16 Kepala OPD Pemkab Tulungagung.

Dalam OTT, KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp335,4 juta, 4 pasang sepatu merek Louis Vuitton milik Gatut Sunu senilai Rp129 juta, dokumen dan beberapa barang elektronik.

Terungkap Bupati Gatut Sunu meminta uang Rp5 miliar kepada 16 kepala OPD dan baru terkumpul Rp27,5 miliar. Ia juga mengendalikan sejumlah proyek di Kabupaten Tulungagung. Dalam kasus ini KPK juga menetapkan tersangka dan menahan Dwi Yoga Ambal, ajudan bupati.

Penulis: Fikri

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: DPRD TulungagungGatut Sunu WibowoGolkar TulungagungOTT KPK TulungagungTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi tampilan media sosial dan simbol algoritma digital

Algoritma Media Sosial Digugat, Seorang Ibu Tuntut Meta dan Tiktok usai Anak Bunuh Diri

Forum Majelis Kaum Muda NU Mataraman di Ndalem Ageng Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo membahas Maklumat 26 jelang Munas-Konbes NU 2026

Maklumat 26 KMNU Diluncurkan Jelang Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Kediri, ini Isinya

Ilustrasi korban kekerasan. Foto: unsplash

Penganiaya Perempuan Berkebutuhan Khusus Hingga Meninggal Ditetapkan Tersangka

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In