Bacaini.ID, TRENGGALEK – Lebaran Idul Fitri 2026, saatnya menikmati hidangan ayam lodho khas Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.
Salah satunya Ayam Lodho Pak Yusuf yang tetap bertahan sebagai salah satu ikon kuliner legendaris di Trenggalek.
Berdiri sejak 1987 oleh pasangan Muhammad Yusuf dan Sutilah, bisnis kuliner itu kini diteruskan oleh Ayub Naulak, generasi berikutnya.
Berlokasi di Jalan Raya Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, bisnis kuliner ini dikenal luas berkat sajian ayam lodho.
Kuah santannya kental, gurih, ditambah aroma ayam bakar yang menggoda. Tidak heran menjadi kuliner favorit wisatawan di Jawa Timur.
Baca Juga:
- Cara Memasak Ayam Lodho yang Bikin Nagih
- Resep Bumbu Bali, Kuliner Pedas yang Bukan Berasal dari Bali
Ayub Naulak, selaku pengelola, mengungkapkan keunikan ayam lodho terletak pada proses memasaknya, yakni dibakar dan ayam kampung.
Pembakaran memakai bara arang dengan suhu tinggi, sehingga menghasilkan tekstur daging yang gurih bercampur aroma smokey.
“Perbedaannya ada di proses pembakaran. Kami menggunakan api arang yang panas, sehingga rasa ayam lebih gurih dan aromanya lebih keluar,” jelas Ayub Sabtu (21/3/2026).
Ayam lodho sendiri merupakan kuliner khas Mataraman, utamanya Tulungagung dan Trenggalek. Sekilas mirip opor, namun karakter rasanya lebih kuat. Perpaduan bumbu rempah Nusantara dengan teknik memasak yang khas.
“Proses pembuatannya cukup panjang. Ayam kampung terlebih dahulu dibelah dan dipanggang di atas bara hingga setengah matang,” imbuhnya.
Setelah itu, ayam dimasak dalam kuah santan kental yang dibumbui berbagai rempah seperti ketumbar, kunyit, merica, pala, daun salam, daun jeruk, dan cabai rawit hingga meresap sempurna.
Bukan hanya soal rasa, ayam lodho juga sarat nilai budaya. Sejak zaman dulu, hidangan ini selalu hadir dalam berbagai tradisi masyarakat Jawa, seperti slametan, tasyakuran, hingga pesta pernikahan. Menjadi simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan.
Kini, ayam lodho tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat lokal, tetapi juga berkembang sebagai daya tarik wisata kuliner.
Perpaduan ayam lodho, sego gurih, dan kulupan menghadirkan harmoni rasa gurih, pedas, dan segar yang terus memikat hingga lintas generasi.
Keberadaan Ayam Lodho Pak Yusuf pun menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan dan bersaing di tengah arus modernisasi.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





