• Login
Bacaini.id
Monday, April 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sekolah di Kota Kediri Bebas Pekerjaan Rumah

ditulis oleh Editor
14 September 2023 18:52
Durasi baca: 2 menit
Wali Kota Kediri bersama siswa SMP Negeri 1 Kota Kediri. Foto: Ist

Wali Kota Kediri bersama siswa SMP Negeri 1 Kota Kediri. Foto: Ist

Bacaini.id, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberi arahan kepada para kepala sekolah terkait sistem pendidikan di Kota Kediri. Pendidikan di Kota Kediri harus diubah menjadi lebih asyik.

Arahan itu disampaikan di hadapan kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA di Kota Kediri dalam Talkshow ‘Merancang Pendidikan di Kota Kediri untuk Masa Depan’ di SMPN 1 Kediri, Kamis, 14 September 2023.

“Saya harus menyampaikan sesuatu yang cukup krusial. Saya mengajak Bapak Ibu guru dan Kepala sekolah merancang pendidikan di Kota Kediri dengan sungguh-sungguh. Agar pada pendidikan di Kota Kediri tidak terjadi stagnansi,” ujarnya.

Abdullah Abu Bakar mengungkapkan pendidikan di Kota Kediri harus diubah menjadi lebih asyik. Siswa-siswi Kota Kediri harus mempunyai sudut pandang yang luas dan dapat menyelesaikan berbagai permasalahannya sendiri.

Pekerjaan rumah (PR) tidak dapat membuat siswa berkembang. Banyak siswa yang banyak menghabiskan waktu untuk mengerjakan PR dan mengesampingkan pentingnya bersosialisasi.

Karena terlalu banyak mengerjakan PR, menurutnya, siswa menjadi kurang kreatif serta rendah kemampuan analisisnya, terlalu saklek dan textbook oriented.

“Jangan kasih PR ke anak-anak. Sekarang kasih mereka project, kita kasih medianya. Anak-anak harus asyik mereka harus belajar dan bermain,” pintanya.

Wali Kota Kediri menegaskan, guru sebagai tenaga pendidik harus bisa eksplorasi bersama siswa dan mendorong untuk learning by doing. Artinya siswa tidak hanya diajarkan mengahafal rumus melainkan harus diajarkan cara mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Sekarang, lanjutnya, semakin banyak hal yang bisa dipelajari. Sehingga siswa di Kota Kediri tidak hanya harus menjadi pemenang, melainkan juga harus menjadi problem solver.

“Nanti mereka ini akan bersaing lebih luas. Saya ingin ketika dibanding-bandingkan, nantinya anak-anak ini bisa jadi pemenang. Dengan tidak adanya PR, siswa juga memiliki waktu lebih untuk belajar karakter di rumah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Kediri juga berharap agar English Massive dan Quran Massive dapat dinilai sebagai ekstra kurikuler di sekolah. Mengingat, dua program itu memiliki potensi yang luar biasa bagi pendidikan anak-anak Kota Kediri dengan arah yang jelas dalam meningkatkan kemampuan baik bagi para siswa baik.

“Program tersebut potensinya besar sekali. Anak-anak meluangkan waktu, tenaga dan banyak hal yang mereka suka dan belum tentu ada di sekolah. Tolong dinilai menjadi ekskul,” pungkasnya.**

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kota kediripemkot kedirisekolah di kota kedirisiswa bebas PRWali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bunga blue poppy berwarna biru langit mekar di pegunungan Himalaya

Saking Indahnya Blue Poppy Sempat Dianggap Mitos, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

RA Kartini tokoh emansipasi perempuan Indonesia

Kritik Kartini terhadap Poligami: Suara Perempuan Jawa yang Mengguncang Zaman

Ilustrasi simbol bendera merah, hijau, beige, dan hitam sebagai tanda hubungan ala Gen Z

Ragam Simbol Bendera yang Dipakai Gen Z: Red Flag hingga Black Flag dalam Hubungan

  • Jatmiko Dwijo Saputro adik Gatut Sunu saat memberikan pernyataan terkait pemeriksaan KPK di Tulungagung

    Adik Gatut Sunu Akhirnya Angkat Bicara: Saya Jaga Jarak Sejak Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In