• Login
Bacaini.id
Sunday, May 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pantai Galur Pakis Tulungagung Jadi Lokasi Konservasi Penyu

ditulis oleh Editor
3 January 2023 17:37
Durasi baca: 2 menit
Pelepasan tukik di Pantai Sanggar Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Pelepasan tukik di Pantai Sanggar Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Empat pantai di Tulungagung ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Gubernur Jawa Timur. Selain Pantai Sanggar, Ngalur dan Patok Gebang, juga Pantai Jung Pakis atau Galur Pakis.

Ditetapkannya Pantai Galur Pakis sebagai KEE bertujuan untuk menjaga ekosistem penyu yang ada di Tulungagung. Mengingat, hanya empat pantai itulah yang hingga saat ini masih menjadi lokasi pendaratan penyu untuk bertelur setiap tahunnya.

“Memang di Tulungagung terdapat pantai yang sering menjadi lokasi pendaratan penyu untuk bertelur. Lokasinya di Pantai Patok Gebang,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Makrus Manan kepada Bacaini.id, Selasa, 3 Januari 2023.

Menurutnya, untuk menjaga eksosistem Pantai Patok Gebang tentu harus menjaga ekosistem pantai di sekitarnya seperti Pantai Sanggar, Ngalur dan Jung Pakis. Oleh karena itu, pada 2020 lalu pihaknya mengusulkan kepada Gubernur Jatim untuk menjadikan Galur Pakis menjadi KEE.

“Proses penetapan Galur Pakis menjadi KEE membutuhkan waktu cukup lama. Kami sudah mengusulkan sejak 2020 dan SK-nya baru keluar akhir 2022 kemarin,” terangnya.

Makrus menjelaskan, dengan keluarnya SK KEE Galur Pakis, otomatis kawasan tersebut menjadi perhatian khusus untuk kepentingan pelestarian penyu di Tulungagung. Meskipun tempat tersebut masih bisa digunakan sebagai wisata konservasi secara terbatas.

“Meski tujuan awal untuk menjaga ekosistem penyu, luasan KEE Galur Pakis mencapai 260 hektare ini mencangkup ekosistem laut, pantai dan kawasan hutan. Jadi bisa menjaga ekosistem fauna juga,” jelasnya.

Menurut Makrus, dalam satu tahun, belum tentu setiap bulannya ada penyu mendarat untuk bertelur. Biasanya penyu akan mendarat pada periode Juli hinga September saja. Sementara  jenis penyu yang sering didapati adalah jenis penyu hijau.

“Dulu saya pernah mendapatkan laporan, dalam setiap periode bertelur kurang lebih ada 20 ekor penyu yang mendarat. Hal ini menunjukan wilayah KEE Galur Pakis masih alami dan terjaga, sehingga penyu nyaman betelur di sana,” ungkapnya.

Disebutkannya, penyu yang masih muda biasanya bisa bertelur hingga 50 butir, sedangkan penyu yang sudah tua dapat bertelur hingga lebih dari 100 butir dalam waktu satu kali bertelur. Rata-rata keberhasilan menetaskan telur penyu bisa mencapai 90 persen.

“Tapi untuk kelangsungan hidup hanya sekitar 10 persen, karena ketika tukik (anak penyu) dilepas ke laut, pasti banyak predator yang mengancam,” tandasnya.

Diketahui, sejak tahun 2015 masyarakat di sekitar KEE Galur Pakis telah membentuk kelompok yang bergerak dalam pelestarian penyu. Sejak saat itu pula mereka berhasil menetaskan telur-telur penyu hingga mengantarkan tukik hidup bebas di laut. Dengan ditetapkannya Galur Pakis sebagai KEE, pemerintah tentu juga akan ikut serta melestarikan penyu.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Kawasan Ekosistem EsensialPantai Galur Pakis Tulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Prabowo Subianto menandatangani prasasti peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Tegaskan Penghormatan untuk Buruh

Ilustrasi seseorang makan menggunakan tangan langsung dengan makanan tradisional Indonesia

Makan Pakai Tangan Bikin Lebih Tenang dan Nikmat, Ini Penjelasan Neuroscience

Penetapan calon Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 antara Muh Samanhudi Anwar dan Tonny Andreas

Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In