• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemkab Trenggalek Luncurkan Program Desa Nol Perkawinan Anak

ditulis oleh Editor
8 August 2022 19:02
Durasi baca: 2 menit
Launching Desa Nol perkawinan anak di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Foto: Bacaini/Aby

Launching Desa Nol perkawinan anak di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Foto: Bacaini/Aby

Bacaini.id, TRENGGALEK – Angka pernikahan anak bawah umur di Kabupaten Trenggalek menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) menyebutkan ada sebanyak 956 pernikahan anak bawah umur terjadi pada tahun 2021.

Anggota LPA Kabupaten Trenggalek, Siti Mukiarti mengatakan berdasarkan laporan yang tercatat, angka pernikahan anak bawah umur di Kabupaten Trenggalek paling tinggi terjadi di tiga kecamatan.

“Paling banyak terjadi di tiga kecamatan. Di Kecamatan Dongko tercatat ada 132, Panggul 121 dan di Kecamatan Pule ada 199,” kata Siti kepada Bacaini.id, Senin, 8 Agustus 2022.

Menurut Siti, jumlah pernikahan anak bawah umur di Kabupaten Trenggalek pada 2021 melonjak secara signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek, pada tahun 2020 tercatat ada 456 anak bawah umur yang melangsungkan pernikahan,” bebernya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, untuk mengantisipasi lonjakan pernikahan anak bawah umur, Pemkab Trenggalek meluncurkan Program Desa Nol Perkawinan Anak. Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan Peringatan Hari Anak Nasional bersama UNICEF.

“Lewat program tersebut, desa-desa yang warganya banyak menikah dini akan dipacu lewat perlombaan. Desa yang berhasil menekan angka pernikahan anak di wilayahnya bakal mendapat hadiah,” kata Bupati Trenggalek.

Dengan reward tersebut, harapannya, pemerintah desa yang menjadi sasaran akan lebih terpacu untuk mengedukasi warganya terkait bahaya pernikahan usia dini. Upaya Pemkab Trenggalek ini mendapat apresiasi dari Dana Anak PBB atau UNICEF.

“Secara global, dampak pernikahan anak bawah umur juga akan menyebabkan bayi lahir dari ibu yang masih berusia di bawah 20 tahun lebih rawan meninggal dunia sebelum 28 hari sekitar 2,15 kali lebih besar dari mereka yang lahir dari ibu yang berusia 20-30 tahun,” jelas Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Arie Rukmantara.

Hal itu diperkuat dengan data BPS (Badan Pusat Statistik). Pada tahun 2018, tercatat ada sebanyak 3,5 persen kasus stunting di Indonesia terjadi pada anak berusia di bawah tiga tahun (batita) dengan ibu yang berusia 14-15 tahun. Selanjutnya, ada 22,4 persen kasus stunting terjadi pada batita dengan usia ibu 16-17 tahun.

Penulis: Aby
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati trenggalekPemkab TrenggalekPernikahan anaktrenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In