• Login
Bacaini.id
Sunday, February 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Jombang Masih Tinggi

ditulis oleh Editor
27 January 2022 19:29
Durasi baca: 3 menit
Masyarakat menunggu giliran membeli minyak goreng murah. Foto: Bacaini/Novira

Masyarakat menunggu giliran membeli minyak goreng murah. Foto: Bacaini/Novira

Bacaini.id, JOMBANG – Meski pemerintah telah menggelontorkan minyak goreng subsidi dengan harga Rp 14 ribu perliter ke beberapa ritel dan pasar modern, namun harga minyak goreng di pasar tradisional belum turun. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari pedagang di pasar tradisional.

Seperti yang terpantau di Pasar Pon di Desa Kaliwungi, Kecamatan Jombang Kota, harga minyak goreng masih berada dikisaran Rp 21 ribu perliter. Kondisi ini membuat pembeli minyak goreng di pasar tradisional berkurang karena memilih membeli di ritel dan pasar modern.

Saikul Fajar, salah satu pedagang minyak goreng di pasar tradisional mengatakan dirinya belum bisa menurunkan harga minyak goreng sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah. Pasalnya harga yang didapatkan dari distributor masih harga lama.

“Ya masih 21 ribu rupiah perliter untuk harga minyak goreng kemasan,” ujarnya kepada Bacaini.id, Kamis 27 Januari 2022.

Menurutnya kenaikan harga minyak goreng memang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.  Tidak hanya minyak goreng kemasan, minyak goreng curah pun juga mengalami kenaikan harga. Harga minyak goreng curah saat ini mencapai 19 ribu rupiah perliter.

“Memang sebagian pelanggan mulai beralih ke pasar modern dan ritel untuk mencari minyak harga 14 ribu,” sebutnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Parniono, seorang pemilik usaha catering yang biasa belanja di Pasar Pon. Dirinya sempat berburu minyak goreng murah ke sejumlah ritel namun belum pernah mendapatkan. Akhirnya, dia terpaksa membeli di pasar tradisional meski dengan harga tinggi.

“Sudah mencoba mencari tapi selalu tidak kebagian, kalau nunggu minyak murah bisa-bisa tidak jualan karena di ritel dan pasar modern jumlahnya juga terbatas,” akunya.

Sementara itu, belum turunnya harga minyak goreng di pasar tradisional membuat sejumlah perajin kerupuk terancam gulung tingkar. Salah satunya pengusaha kerupuk yang ada di Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang milik Mariono.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, dia terpaksa harus menaikan harga jual krupuk meski harus beresiko ditinggal penjual dan pelanggannya.

“Omzet produksinya sudah mulai menurun sampai 50 persen,” ungkap Mariono.

Mariono mengaku sejak kenaikan harga minyak ini keuntungan yang biasanya sehari bisa didapatkan sekitar Rp 500 ribu sekarang merosot menjadi 200 ribu. Angka ini didapatkan setelah mereka sama sama menaikan harga jual kerupuk ke loper yang biasa membantu menjual produksinya.

“Rata rata harga jual seluruh pengusaha krupuk sudah naik, dari Rp 21 ribu menjadi Rp 25 ribu perkilogram,” akunya.

Dampak dari kenaikan harga kerupuk ini sejumlah pedagang banyak yang berhenti dan sebagian mencari bos lain. Para pengusaha ini berharap operasi minyak goreng yang menjual minyak dengan harga Rp 14 ribu rupiah juga bisa menyentuh sektor usaha.

“Kalau begini terus bisa-bisa tidak produksi lagi, bisa gulung tikar,” imbuhnya.

Penulis: Syailendra
Editor: Novira

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Gus Qowim Buka Festival Da’i Season 6 Dhoho TV

Hujan es dan angin robohkan bangunan di Jombang. Foto: bacaini/Syailendra

Hujan Angin dan Es Batu Terjang Permukiman di Jombang Jelang Berbuka Puasa

Jairi Irawan saat sosialisasi di Kampung Cokelat Blitar menegaskan media bukan alat kekuasaan

Media Bukan Alat Kekuasaan! Jairi Irawan Tegaskan Pers Mitra Kritis DPRD Jatim

  • Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah saat refleksi satu tahun pemerintahan

    Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In