• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Warga Tulungagung Relakan Rumahnya Jadi Panti Jompo

ditulis oleh Editor
4 August 2022 10:51
Durasi baca: 2 menit
Kondisi rumah Widyarti yang menjadi panti asuhan lansia di Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Kondisi rumah Widyarti yang menjadi panti asuhan lansia di Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Siapa sangka di Tulungagung masih ada orang berjiwa sosial tinggi seperti Widyarti. Warga Desa Notorejo, Kecamatan Gondang ini secara sukarela menjadikan rumahnya sebagai panti jompo bagi lansia yang hidup sebatang kara.

Perempuan yang akrab disapa Widya ini mengatakan bahwa rumahnya sudah menjadi tempat penampungan lansia sejak tahun 2018 silam. Rumah penampungan lansia ini digagas bersama dengan teman-teman komunitasnya yang juga berkecimpung di dunia sosial.

Namun karena mereka juga memiliki kesibukan masing-masing, akhirnya tinggal Widya saja yang sampai saat ini terus merawat para lansia di rumah penampungan miliknya yang diberi nama Panti Tresno Rahayu.

“Rumah ini dulunya milik ibu saya yang sudah lama kosong. Sekarang rumahnya saya tempati sekaligus menjadi tempat bagi para lansia yang hidup sebatang kara. Dulu setidaknya ada 10 lansia yang kami rawat tapi sekarang hanya tinggal empat,” kata Widya kepada Bacaini.id, Kamis, 4 Agustus 2022.

Menurutnya, enam lansia yang sebelumnya pernah dia rawat, empat diantaranya kini sudah diminta oleh Griya Lansia yang berada di Malang. Sedangkan satu lansia lainnya sudah menempati rumah dari pihak desa dan satunya lagi sudah meninggal dunia.

Lansia yang berada di Panti Tresno Rahayu ini juga berasal dari sejumlah daerah di luar Tulungagung. Seperti Minah (52) yang berasal dari Kota Bekasi, dia selalu digusur Satpol PP karena tidak memiliki tempat tinggal.

Lalu Sumiyati (70) dari Kediri, yang sudah tidak memiliki tempat tinggal. Kemudian dua lansia lainnya, Muka dan yang saat ini kondisinya hanya bisa berjalan pelan, duduk atau berbaring di kasur.


“Tapi empat orang lansia ini hidup secara gotong royong. Kadang mereka juga membantu saya untuk menyapu dan beberapa pekerjaan rumah tangga yang mereka mampu untuk tetap berkegiatan,” terangnya.

Perempuan 39 tahun itu tidak menampik bahwa dia seringkali mengalami kesulitan selama merawat para lansia. Misalnya keluar panti tanpa pamit. Hal itu sangat membuatnya khawatir, karena mereka sudah pikun.

“Itu pernah kejadian dan saya tidak tahu. Ternyata beliau ke rumah tetangga untuk mengambil mangga. Sulitnya tidak sebanding dengan betapa senangnya saya ketika melihat mereka masih bisa tersenyum dengan kondisi mereka diusia senja ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Widya berharap bisa memiliki panti asuhan bagi lanisa di atas tanah miliknya sendiri, karena sementara ini dia menggunakan rumah orang tuanya. Saat ini Widya sudah mulai mencicil untuk membuat panti jompo di atas tanah miliknya sendiri.

“Alhamdulillah dari keluarga saya juga mendukung, apalagi suami saya. Dia juga ikut mengelola panti lansia ini,” pungkasnya.


Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: panti asuhan lansiaTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paus Leo menyampaikan pengakuan dan permintaan maaf Vatikan atas keterlibatan historis Gereja Katolik dalam praktik perbudakan

Paus Leo Minta Maaf atas Perbudakan, Vatikan Akui Keterlibatan Historis Gereja Katolik

Sutopo bersama kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo. Bacaini/Syailendra

Ajudan Bupati Jombang dan Oknum PNS Dilaporkan Memeras dan Sekap Warga

Komarudin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Trenggalek Lewat PAW

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In