• Login
Bacaini.id
Friday, July 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Wamenkes Sebut Homecare Jember Berpeluang Jadi Model Nasional, Kemenkes Siapkan Pendampingan

ditulis oleh Redaksi
24 July 2026 18:31
Durasi baca: 3 menit
Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus saat kunjungan ke Jember dalam rangka launching program Homecare

Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus saat kunjungan ke Jember dalam rangka launching program Homecare

Bacaini.ID, JEMBER – Program Homecare yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan RI. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus bahkan menyebut layanan tersebut sebagai terobosan pertama di Indonesia yang berpotensi dijadikan proyek percontohan (pilot project) sebelum direplikasi secara nasional.

Menurut Benjamin, konsep Homecare yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait menjawab persoalan utama akses layanan kesehatan di daerah dengan wilayah yang luas.

Meski cakupan kepesertaan jaminan kesehatan sudah tinggi, banyak warga tetap kesulitan memperoleh layanan medis karena terkendala biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan.

“Program homecare ini ide dari Bupati Jember. Kami sangat kagum karena ini merupakan terobosan baru. Layanan kesehatan yang baik itu harus dekat dengan masyarakat,” ujarnya usai peluncuran program Homecare di Jember pada Jumat (24/7/2026) siang.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut, warga yang tidak mampu akan dijemput menuju fasilitas kesehatan, sementara pasien yang tidak memungkinkan bepergian akan didatangi langsung oleh tenaga kesehatan.

Benjamin menilai konsep tersebut sangat relevan diterapkan di daerah dengan kondisi geografis luas seperti Jember.

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan lebih dulu memantau implementasi Homecare selama dua hingga tiga bulan sebelum dilakukan evaluasi.

“Kami akan mengundang Bupati Jember dan tim Dinas Kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk memaparkan hasil pelaksanaannya. Kalau berhasil, program yang bagus ini bisa kita buat secara nasional,” katanya.

Menurutnya, daerah-daerah dengan wilayah yang luas dan masyarakat yang kesulitan menjangkau layanan kesehatan akan sangat membutuhkan model pelayanan seperti Homecare.

Benjamin juga mengaku terkesan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember yang mengalokasikan anggaran daerah untuk mendukung operasional program, termasuk penggunaan kendaraan dinas kecamatan guna menjemput pasien.

“Bayangkan mobil-mobil camat dipakai untuk menjemput warga yang sakit. Ternyata biaya operasionalnya dari APBD Jember. Ini luar biasa. Buat saya ini yang pertama di Indonesia,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa program tersebut membutuhkan biaya besar dan dukungan pemerintah pusat, terutama untuk penyediaan obat-obatan, alat kesehatan, hingga penguatan tenaga medis.

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan menyusun skema dukungan yang tepat sebelum Homecare diperluas ke daerah lain.
“Kalau nanti menjadi program nasional tentu pemerintah pusat harus ikut membantu. Tidak bisa hanya daerah yang menanggung semuanya,” tegasnya.

Selain membahas Homecare, Benjamin juga menyinggung peluang kolaborasi program tersebut dengan gerakan percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, petugas Homecare nantinya dapat berperan membantu pelacakan kontak erat pasien TB sehingga penemuan kasus bisa dilakukan lebih cepat, sekaligus memberikan terapi pencegahan kepada warga yang berisiko tertular.

Ia optimistis sinergi tersebut akan memperkuat upaya pemerintah menekan angka kasus TB di Indonesia yang saat ini masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

“Yang penting sekarang program ini berjalan dulu. Dua sampai tiga bulan lagi kita evaluasi bersama. Kekurangan dan kelebihannya dipresentasikan di Kementerian Kesehatan agar bisa menjadi pembelajaran bagi kabupaten lain,” pungkasnya. (meg/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

ANTV Dikabarkan Nunggak Pembayaran Honor Artis, Ada Yang Telah Meninggal

Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus saat kunjungan ke Jember dalam rangka launching program Homecare

Wamenkes Sebut Homecare Jember Berpeluang Jadi Model Nasional, Kemenkes Siapkan Pendampingan

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Bansos Disalurkan Lewat Kopdes, Lebih Dekat Namun Berisiko

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In