• Login
Bacaini.id
Saturday, September 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Usia Berapa Anak Boleh Pakai Skincare? Ini Panduan Dermatolog

ditulis oleh Solichan Arif
5 September 2026 15:15
Durasi baca: 6 menit
Anak dan remaja menggunakan skincare sesuai kebutuhan kulit

Skincare untuk anak dan remaja sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren (foto/ist)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Anak tak perlu banyak bahan aktif. Cukup pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen.
  • Saat pubertas, skincare bisa disesuaikan. Kulit lebih berminyak dan rentan jerawat sehingga bahan seperti salicylic acid dapat digunakan sesuai kebutuhan.
  • Eksfoliasi, masker, dan retinoid bukan kewajiban. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan merusak skin barrier

Bacaini.ID, KEDIRI — Skincare kini tidak lagi identik dengan perempuan dewasa. Anak-anak dan remaja semakin akrab dengan produk perawatan kulit, mulai dari facial wash, pelembap dan sunscreen hingga masker wajah, serum, eksfoliator dan produk yang mengandung bahan aktif.

Tren tersebut ikut berkembang melalui media sosial. Video rutinitas skincare, ulasan produk dan konten beauty influencer membuat berbagai bahan aktif yang sebelumnya lebih banyak dikenal pengguna dewasa kini juga familiar di kalangan remaja. Masalahnya, tidak semua bahan dalam skincare memang dibutuhkan kulit yang masih muda.

Baca Juga: Ini Alasan Skincare Tak Bekerja Maksimal di Kulit

American Academy of Dermatology (AAD) mengingatkan bahwa anak dan remaja umumnya tidak membutuhkan rutinitas perawatan kulit yang kompleks. Untuk kelompok usia tersebut, dermatolog merekomendasikan rutinitas sederhana yang berfokus pada pembersihan kulit, pelembap dan perlindungan dari sinar matahari.

Kulit anak berbeda dengan kulit orang dewasa. Karena itu, penggunaan banyak produk aktif sejak dini bukan berarti memberikan perawatan yang lebih baik.
AAD dalam panduan perawatan kulit untuk anak dan remaja merekomendasikan rutinitas yang sederhana. Pembersih wajah yang lembut, pelembap sesuai kebutuhan dan sunscreen menjadi dasar perawatan.

Pada anak yang belum memasuki pubertas, penggunaan produk seperti AHA, BHA, retinol atau berbagai serum anti-aging umumnya tidak diperlukan.
Alasannya sederhana: tidak ada masalah kulit yang harus ditangani dengan bahan-bahan tersebut jika kulit masih sehat.

Anak yang belum membutuhkan bahan aktif justru berisiko mengalami iritasi jika menggunakan terlalu banyak produk. Pada kulit anak yang sehat, rutinitas sederhana lebih masuk akal dibandingkan menambahkan berbagai bahan aktif tanpa tujuan.

Memasuki Pubertas, Kebutuhan Kulit Mulai Berubah

Perubahan kebutuhan skincare biasanya mulai lebih relevan ketika anak memasuki pubertas. Perubahan hormon selama pubertas dapat meningkatkan produksi sebum. Kondisi tersebut membuat kulit menjadi lebih berminyak dan dapat meningkatkan risiko munculnya komedo serta jerawat.

Jerawat sendiri merupakan masalah yang sangat umum pada remaja. American Academy of Dermatology menyebut acne vulgaris sebagai kondisi yang paling umum pada remaja, meskipun dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Pada tahap ini, skincare dapat mulai disesuaikan dengan kondisi kulit. Namun, prinsipnya tetap sama, yakni tambahkan produk karena ada kebutuhan kulit, bukan karena usia sudah dianggap ‘boleh’ memakai serum.

Baca Juga: Apa Saja Resep Kecantikan Tradisional? Skincare Alami yang Sudah Terbukti

Jika masalah utamanya adalah kulit berminyak dan komedo, misalnya, bahan seperti salicylic acid dapat digunakan dalam produk tertentu untuk membantu menangani acne. Salicylic acid termasuk bahan yang direkomendasikan dalam penanganan jerawat karena membantu membuka pori-pori yang tersumbat. Akan tetapi, konsentrasi, frekuensi penggunaan dan jenis produknya tetap perlu diperhatikan.

Remaja dengan jerawat yang berat, meradang atau meninggalkan bekas juga sebaiknya mendapatkan evaluasi tenaga medis, daripada mencoba berbagai produk secara bergantian.

Kapan Boleh Mulai Eksfoliasi, Pakai Masker dan Retinol?

Eksfoliasi menjadi salah satu bagian skincare yang paling sering disalahpahami. Tidak ada aturan dermatologi universal yang mengatakan ‘eksfoliasi baru boleh setelah usia tertentu’. Yang lebih penting adalah mengapa seseorang ingin melakukan eksfoliasi dan produk apa yang digunakan.

Pada remaja dengan masalah komedo atau jerawat, bahan eksfoliasi tertentu memang dapat menjadi bagian dari perawatan. Salicylic acid, misalnya, memiliki fungsi keratolitik dan dapat membantu mengatasi penyumbatan pori.

Sementara itu, AHA seperti glycolic acid dan lactic acid lebih banyak digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit. Namun, semakin kuat atau semakin sering eksfoliasi bukan berarti hasilnya semakin baik.

Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu skin barrier. Gejalanya dapat berupa kulit kering, perih, kemerahan atau terasa tertarik. Karena itu, remaja yang tidak memiliki masalah kulit tertentu sebenarnya tidak harus melakukan eksfoliasi secara rutin.

Hal ini penting karena tren skincare di media sosial sering membuat rutinitas yang panjang terlihat sebagai standar perawatan kulit. Padahal, kebutuhan kulit setiap orang berbeda.

Sementara itu, masker wajah memiliki posisi yang sedikit berbeda. Tidak ada batas usia medis khusus yang berlaku untuk seluruh jenis masker. Yang perlu diperhatikan adalah kandungan masker dan kondisi kulit penggunanya.

Masker pelembap, misalnya, pada dasarnya memberikan hidrasi sementara. Sementara masker berbahan clay dapat membantu menyerap minyak di permukaan kulit. Namun, masker bukan bagian wajib dari rutinitas perawatan kulit. Jika produk mengandung bahan aktif seperti AHA, BHA atau retinoid, penggunaannya tetap perlu dipertimbangkan seperti penggunaan produk aktif lainnya.

Masalahnya, remaja yang mengikuti tren skincare dapat menggunakan beberapa produk aktif secara bersamaan. Misalnya, eksfoliating toner, masker acid dan serum retinol dalam satu rutinitas. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama apabila kulit belum terbiasa. Karena itu, ‘maskeran’ tidak otomatis berarti perawatan kulit yang lebih baik.

Untuk penggunaan retinol, secara medis tidak ada aturan universal yang mewajibkan penggunaan di usia tertentu. Retinoid sudah lama digunakan dalam dermatologi untuk menangani jerawat pada remaja. Tretinoin, adapalene dan retinoid lainnya dapat menjadi bagian dari terapi acne berdasarkan kondisi pasien dan pertimbangan dokter.

Yang perlu dibedakan adalah retinoid sebagai terapi medis dan retinol kosmetik untuk anti-aging. Remaja yang memiliki jerawat dapat memperoleh manfaat dari terapi berbasis retinoid yang sesuai. Sebaliknya, remaja dengan kulit sehat tidak memiliki alasan medis untuk menggunakan retinol hanya karena ingin mencegah kerutan yang belum menjadi masalah.

Bagi perempuan yang sudah dewasa dan ingin menggunakan retinol untuk tujuan kosmetik, pemakaiannya juga tetap perlu dilakukan secara bertahap karena retinoid dapat menyebabkan iritasi, terutama pada awal penggunaan.

Tren Sephora Kids yang Disorot Dermatolog

Pembahasan mengenai usia penggunaan skincare semakin mendapat perhatian seiring munculnya fenomena yang populer disebut ‘Sephora kids’.
Istilah tersebut digunakan media untuk menggambarkan anak-anak yang mengikuti tren produk kecantikan dan membeli skincare yang populer di kalangan orang dewasa.

Sejumlah dermatolog memperingatkan bahwa produk dengan bahan aktif yang ditujukan untuk kulit dewasa tidak selalu cocok untuk anak. Kekhawatirannya bukan semata-mata karena anak menggunakan skincare, melainkan karena mereka dapat menggunakan terlalu banyak produk dengan bahan aktif tanpa memahami kebutuhan kulitnya.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam cara anak mengenal produk kecantikan. Jika sebelumnya skincare lebih banyak diperkenalkan melalui orang tua atau tenaga kesehatan, media sosial kini menjadi salah satu sumber informasi utama mengenai produk dan tren kecantikan. Masalahnya, konten media sosial tidak selalu membedakan antara produk yang dibutuhkan secara dermatologis dan produk yang sekadar populer secara komersial. Karena itu, dermatolog cenderung menyarankan pendekatan yang lebih sederhana untuk anak dan remaja. (bl/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: kecantikankecantikan kulitkesehatankulitskincare
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Anak dan remaja menggunakan skincare sesuai kebutuhan kulit

Usia Berapa Anak Boleh Pakai Skincare? Ini Panduan Dermatolog

Motherhood guilt membuat ibu sering merasa bersalah dalam menjalani peran sebagai orang tua

Motherhood Guilt, Saat Ibu Merasa Bersalah Meski Tidak Melakukan Kesalahan

Koko Seto. Foto: Bacaini/IG@setobayu_id

Koko Seto, Dari Jalanan Kediri Menjadi Bintang Sound Horeg

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In