Bacaini.ID, TRENGGALEK – TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali mendapatkan dukungan pembiayaan untuk pembangunan daerah. Kali ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) mengucurkan pinjaman sebesar Rp70 miliar guna mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya sektor jalan dan pariwisata.
Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Rasnawa, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk keberlanjutan kerja sama antara pihaknya dengan Pemkab Trenggalek.
Ia menilai, kepemimpinan Bupati Trenggalek yang mendorong skema pembiayaan kreatif menjadi langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah.
“Kami men-support inisiatif creative financing yang dilakukan oleh Pak Bupati untuk menghadirkan solusi pembangunan. Hari ini kami memberikan pinjaman untuk dua kegiatan, yakni jalan dan pariwisata,” ujarnya.
Faaris menegaskan, kerja sama ini bukan yang pertama. Saat pandemi Covid-19, PT SMI juga terlibat dalam pembiayaan proyek jalan dan rumah sakit di Trenggalek. Menurutnya, hasil proyek tersebut kini telah memberikan dampak positif, baik dari sisi operasional maupun peningkatan pendapatan daerah.
Ia menjelaskan, skema pembiayaan yang digunakan masih mengacu pada pola sebelumnya, yakni pencairan dana berbasis progres proyek guna memastikan akuntabilitas dan tata kelola yang baik. Pinjaman tersebut dirancang tidak melampaui masa jabatan kepala daerah.
“Bunga ada kenaikan sedikit menyesuaikan risiko, tetapi tetap bersifat konsesional dan di bawah suku bunga pasar,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan bahwa pembiayaan ini telah direncanakan sejak tahun sebelumnya dan telah masuk dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD dan APBD 2026.
“Ini bukan keputusan tiba-tiba. Dari awal sudah kita rancang, termasuk sumber pendanaannya. DPRD juga sudah menyepakati pembiayaan ini,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, awalnya pemerintah daerah memproyeksikan kemampuan pembiayaan hingga Rp150 miliar. Namun setelah dilakukan penghitungan rasio kemampuan keuangan daerah (debt service ratio), angka tersebut disesuaikan menjadi Rp70 miliar.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi percepatan pembangunan tanpa harus menunggu keterbatasan anggaran murni daerah.
“Pembiayaan ini bukan beban, tetapi cara untuk mempercepat pembangunan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain pembiayaan, PT SMI juga tengah melakukan studi terkait peningkatan kualitas pengelolaan sampah di Trenggalek sebagai bagian dari kerja sama lanjutan yang berorientasi pada keberlanjutan pembangunan daerah.(Abi/ADV)





