• Login
Bacaini.id
Monday, May 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Tiban Minta Hujan, Ritual Kuno Masyarakat Trenggalek Atasi Kekeringan

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
30 September 2023 13:36
Durasi baca: 2 menit
Tradisi Tiban minta hujan, ritual kuno masyarakat Trenggalek mengatasi kekeringan. (foto/Aby/Bacaini)

Tradisi Tiban minta hujan, ritual kuno masyarakat Trenggalek mengatasi kekeringan. (foto/Aby/Bacaini)

Bacaini.id, TRENGGALEK – Tiban merupakan tradisi kuno meminta hujan berbalut atraksi kesenian saling mencambuk yang dilakukan oleh sebagian warga Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.

Saat ini kesenian Tiban tengah digelar warga Desa Jajar, Kecamatan Gandusari. Mereka berharap kekeringan yang melanda 9 desa dan 6 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, bisa segera berakhir.

Ratusan warga pun berbondong-bondong memadati lapangan Desa Jajar yang telah disulap menjadi arena pertarungan. Warga ingin menyaksikan dua orang peserta Tiban saling mencambuk hingga darah tumpah.

“Dalam memainkannya, masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mencambuk tiga kali, secara bergantian. Peserta hanya boleh mencambuk bagian perut hingga pundak. Hal ini dilakukan untuk menghindari cidera yang berakibat fatal,” tutur Kepala Desa Jajar Imam Mukaryanto Edy.

Cambuk yang dipakai peserta Tiban terbuat dari lidi aren dengan ujung tajam. Dengan iringan kendang, setiap sabetan keras dan cepat akan menimbulkan luka sayat memanjang pada kulit yang terkena.

Kendati demikian, selama pertandingan berlangsung tidak ada peserta mengeluh kesakitan atau lari meninggalkan arena pertandingan. Dalam Tiban tidak berlaku kalah dan menang. Juga melarang peserta menyimpan dendam.

“Tidak ada obat khusus yang digunakan untuk mengobati luka cambuk Tiban. Biasanya hanya diberi minyak kapak agar lukanya tidak mengeluarkan darah lagi,” ungkap Edy.

Kesenian Tiban merupakan peninggalan nenek moyang yang dilakukan secara turun-temurun. Yakni biasanya digelar pada saat kemarau panjang dan kekeringan terjadi di mana-mana.

Darah yang mengucur dari luka peserta Tiban, ditambah doa yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, diharapkan bisa menurunkan air hujan.  

Dalam bahasa Jawa, tiban berasal dari singkatan tibo udan atau turun hujan. Tradisi ini juga berlaku di beberapa daerah lain dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya di masyarakat Padhulungan, yakni Lumajang dan Jember, kesenian Tiban bernama Ojung atau Ujung.

Menurut Edy, kesenian Tiban akan terus digelar hingga hujan mengguyur wilayah Trenggalek. “Kegiatan ini rencananya akan terus dilakukan hingga Trenggalek turun hujan,” pungkasnya.

Penulis: Aby

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kekeringankekeringan TrenggalekkesenianMinta hujanritual kunoTiban
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: 4 Ritual Minta Hujan Masyarakat Nusantara: Ada Darah dan Tarian - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tonny Andreas menyerahkan formulir pencalonan Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 di sekretariat KONI Kota Blitar

Tonny Andreas Calon Ketua KONI Kota Blitar, Prestasi Olahraga Blitar Siap Melenting

Konsolidasi Alumni GMNI Kediri Gaungkan Nasionalisme dan Marhaenisme yang Mulai Pudar

Petugas KAI Daop 7 Madiun bersama komunitas railfans menggelar kampanye anti pelecehan seksual di area stasiun kereta api

KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun dan Kereta

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In