• Login
Bacaini.id
Sunday, May 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Konsolidasi Alumni GMNI Kediri Gaungkan Nasionalisme dan Marhaenisme yang Mulai Pudar

ditulis oleh Redaksi
10 May 2026 11:41
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.ID, KEDIRI – Puluhan mantan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota dan Kabupaten Kediri menggelar sarasehan di kantor redaksi Bacaini.id, Jl Guyangan Paron, Ngasem, Kabupaten Kediri, Sabtu, 9 Mei 2026.

Diskusi ini menghadirkan Asjhari Madjid, alumnus GMNI Universitas Jember, sebagai pemantik. Dalam paparannya, Asjhari mengulas kembali sejarah lahirnya GMNI dari kongres ke kongres, yang menegaskan bahwa organisasi ini sejak awal berdiri berakar pada semangat nasionalisme dan marhaenisme.

“GMNI lahir dari rahim perjuangan, dari semangat kaum muda yang ingin menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Para alumni juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai nasionalisme sebagai perekat persatuan di tengah polarisasi politik dan derasnya arus globalisasi.

Nasionalisme, sebagaimana diajarkan Bung Karno, bukanlah chauvinisme sempit, melainkan cinta tanah air yang berlandaskan keadilan sosial. Sementara marhaenisme yang mengajarkan keberpihakan pada rakyat kecil semakin relevan di tengah ketimpangan ekonomi dan sosial.

“Marhaenisme adalah perjuangan untuk memberi tempat yang layak bagi kaum kecil, agar mereka tidak menjadi korban sistem yang menindas,” kata Asjhari mengutip pesan Bung Karno dalam forum itu.

Ia juga mengingatkan kembali bagaimana GMNI menjadi wadah kaderisasi mahasiswa yang berkomitmen pada cita-cita proklamasi. Dari kongres ke kongres, GMNI selalu menegaskan garis perjuangan yang berpihak pada rakyat.

Sejarah panjang itu, menurutnya, harus menjadi bahan refleksi generasi sekarang agar tidak tercerabut dari akar ideologi bangsa.

Diskusi yang juga dihadiri kader GMNI aktif dari berbagai perguruan tinggi di Kediri ini berkembang pada isu-isu aktual kebangsaan, mulai dari melemahnya solidaritas sosial, krisis moral politik, hingga tantangan ekonomi rakyat kecil. Para alumni menegaskan bahwa GMNI harus tetap menjadi rumah perjuangan, tempat kader belajar berpikir kritis sekaligus berani mengambil sikap.

Pertemuan alumni GMNI ini meneguhkan kembali komitmen bahwa perjuangan mahasiswa tidak berhenti di kampus. Semangat juang tetap hidup dalam diri para alumni, yang kini berkiprah di berbagai bidang.

“Sekali GMNI tetap GMNI. Idealisme boleh diuji oleh zaman, tapi api juang tidak pernah padam,” kata Agus Edi Winarto, Ketua PA GMNI Kabupaten Kediri.

Dengan mengangkat kembali nilai nasionalisme dan marhaenisme, para alumni GMNI Kediri berharap generasi muda tetap menjadikan ajaran Bung Karno sebagai kompas perjuangan.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: GMNIGMNI KediriPA GMNI
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Konsolidasi Alumni GMNI Kediri Gaungkan Nasionalisme dan Marhaenisme yang Mulai Pudar

Petugas KAI Daop 7 Madiun bersama komunitas railfans menggelar kampanye anti pelecehan seksual di area stasiun kereta api

KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun dan Kereta

Ilustrasi minuman sole water, baking soda dan makanan fermentasi sebagai tren kesehatan viral di media sosial

Tren Kesehatan Viral di Media Sosial, Mana yang Fakta dan Sekadar Hype?

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Polri 2026, Dirreskrimum Polda Jatim Diganti Kombes Roy Hutton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In