Bacaini.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengubah pendekatan layanan kesehatan. Jika selama ini masyarakat harus datang ke fasilitas kesehatan, kini tenaga kesehatan yang akan mendatangi rumah warga melalui program home care.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, program tersebut lahir setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan layanan kesehatan gratis yang telah berjalan sejak April 2025.
Menurutnya, persoalan masyarakat miskin tidak berhenti pada biaya pengobatan. Banyak warga yang tetap kesulitan mengakses layanan kesehatan karena biaya transportasi, harus meninggalkan pekerjaan, hingga tidak memiliki pendamping ketika menjalani perawatan.
“Yang kami temukan, persoalannya bukan hanya rumah sakitnya gratis. Banyak warga miskin yang tetap kesulitan datang ke puskesmas atau rumah sakit karena faktor ekonomi dan kondisi mereka,” ujarnya pada Jumat (17/7/2026)
Karena itu, Pemkab Jember akan meluncurkan layanan home care pada 24 Juli 2026.
Sasaran program ini meliputi warga miskin dan miskin ekstrem yang menderita penyakit kronis, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dengan risiko tinggi, hingga anak-anak yang mengalami stunting.
Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan akan mendatangi rumah pasien dengan membawa peralatan pemeriksaan kesehatan dasar. Jika diperlukan, pasien juga akan difasilitasi berkonsultasi melalui telemedicine dengan dokter umum, dokter spesialis, bahkan subspesialis tanpa harus keluar rumah.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga akan membawa obat-obatan sesuai kebutuhan pasien. Bagi keluarga penerima manfaat, pemerintah juga menyiapkan bantuan sembako sebagai bagian dari pendampingan.
“Kami ingin memastikan warga yang tidak mampu tetap mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya untuk datang ke fasilitas kesehatan,” kata Bupati Fawait.
Ia menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, penyakit yang berkepanjangan kerap menjadi penyebab keluarga jatuh miskin karena harus mengeluarkan biaya besar selama proses pengobatan.
Karena itu, pemerintah memilih menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga yang paling membutuhkan.
“Kami tidak ingin ada lagi warga Jember yang gagal berobat hanya karena tidak mampu datang ke rumah sakit atau puskesmas. Kami juga tidak ingin ada keluarga yang jatuh miskin karena harus menanggung biaya selama proses pengobatan,” tegasnya. (meg/ADV)




