Poin Penting:
- Lebih dari 100 siswa SMKN 1 Boyolangu mengalami sakit perut dan diare setelah menyantap menu MBG.
- Dinkes dan polisi mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
- Penyebab belum dapat dipastikan karena masih berstatus dugaan.
Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Lebih dari 100 siswa SMKN 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengalami sakit perut dan diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampel makanan kini diamankan untuk mencari tahu penyebab dari dugaan keracunan makanan.
Menu MBG SMKN 1 Boyolangu yang disantap para siswa berupa ayam bakar, sambal, lalapan, dan buah, yang merupakan distribusi dari SPPG Tanjungsari, Boyolangu. Dalam kasus dugaan keracunan makanan ini tidak ada siswa yang menjalani rawat inap.
Staf Humas Pelayanan Informasi SMKN 1 Boyolangu Benny Mamora mengatakan gejala keracunan berlangsung pada Rabu malam (16/9/2026) dan berlanjut Kamis (17/9/2026). “Pagi tadi kami dapat informasi dari wali kelas ada siswa yang mengeluh sakit perut dan diare mulai tadi malam,” kata Benny.
Dari hasil pendataan, Benny menyebut lebih dari 100 siswa mengalami gejala keracunan makanan. Pihak sekolah menduga akibat reaksi lambung yang tidak cocok terhadap rasa pedas atau faktor kebersihan makanan.
“Kondisi seluruh siswa saat ini aman dan tidak ada yang dirawat inap. Pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal tanpa gangguan,” pungkas Benny.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Desi Lusiana Wardani mengatakan petugas Dinkes langsung mendatangi sekolah dan melakukan pendataan siswa yang tidak masuk pada Kamis ini (17/9/2026) serta yang mengalami gejala keracunan makanan.
“Fokus kami melakukan pendataan siswa dan memastikan seluruh siswa yang bergejala mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Desi memastikan sampel MBG yang diduga membuat siswa keracunan telah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium. Dinkes Tulungagung juga menginstruksikan seluruh puskesmas untuk memantau jika ada siswa dari SMKN 1 Boyolangu.
Menurut Desi, yang terjadi di SMKN 1 Boyolangu masih dugaan. Apabila ditemukan bukti kuat terkait pelanggaran, Satgas dipastikan akan mengambil tindakan tegas sesuai prosedur.
“Kami belum bisa menyimpulkan karena statusnya masih berupa dugaan. Nanti hasil uji laboratorium yang bisa membuktikan apakah ini karena MBG atau bukan,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Andi Wiranata Tamba mengatakan polisi telah mengamankan sampel makanan yang diduga membuat ratusan siswa keracunan. Sampel makanan akan diuji ke laboratorium.
Polisi juga akan meminta keterangan pihak terkait, termasuk para siswa yang mengalami sakit perut dan diare. “Ini kan langkah penyelidikan awal. Kita sudah turun ke lapangan dan mengamankan bukti-bukti,” katanya. (fik/sa)




