• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah TPA Klotok: Dari Gunung Hijau ke Gunungan Sampah Kota Kediri

ditulis oleh Redaksi
25 July 2025 19:01
Durasi baca: 2 menit
Lembaga donor Jerman Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melihat TPA Klotok. Foto: humas pemkot kediri

Lembaga donor Jerman Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melihat TPA Klotok. Foto: humas pemkot kediri

Bacaini.ID, KEDIRI -Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok yang terletak di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, bukan sekadar lokasi pembuangan sampah. Tempat ini menyimpan sejarah panjang pengelolaan limbah kota yang mencerminkan dinamika urbanisasi dan tantangan lingkungan selama lebih dari tiga dekade.

TPA Klotok mulai beroperasi pada tahun 1992, memanfaatkan lahan di lereng Gunung Klotok yang saat itu masih hijau dan jauh dari pemukiman padat. Lokasi ini dipilih karena relatif bebas banjir, mudah diakses kendaraan pengangkut sampah, dan berada di zona yang tidak produktif untuk pertanian.

Awalnya, TPA Klotok menerapkan sistem control landfill, di mana sampah ditimbun dan ditutup lapisan tanah secara berkala. Namun, seiring keterbatasan anggaran dan sarana, metode ini bergeser menjadi open dumping, yaitu penumpukan sampah tanpa pengolahan memadai. Hal ini menyebabkan timbulan sampah mencapai 20 meter, bahkan sempat meluber ke sungai sekitar.

Dengan rata-rata timbulan sampah mencapai 173 ton per hari, kapasitas TPA Klotok terus tertekan. Pemerintah Kota Kediri telah membangun TPA II dan TPA III, namun usia pakai masing-masing hanya sekitar 3–7 tahun. Pada tahun 2024, Pemkot merencanakan perluasan lahan hingga 6 hektare di sisi barat TPA lama.

Inovasi pengelolaan sampah

TPA Klotok sempat menghasilkan gas metana dari proses dekomposisi sampah, namun pengelolaan air lindi masih menjadi masalah serius. Air rembesan sering kali langsung dialirkan ke sungai tanpa pengolahan hingga menimbulkan risiko pencemaran.

Pemerintah juga mulai menerapkan pendekatan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan Bank Sampah berbasis komunitas untuk mengurangi beban TPA. Namun upaya tersebut belum maksimal untuk menekan gunungan sampah di TPA Klotok.

Keberadaan TPA Klotok ini tercantum dalam rencana tata ruang Kota Kediri dan diatur melalui berbagai regulasi, termasuk UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Kota Kediri No. 14 Tahun 2003 tentang retribusi kebersihan.

Sejarah TPA Klotok ini mencerminkan perjalanan panjang Kota Kediri dalam menghadapi tantangan sampah. Dari sistem sederhana hingga rencana regional, TPA ini menjadi cerminan pentingnya inovasi, partisipasi warga, dan kebijakan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: pemkot kediripengolahan sampahsampahTPA Klotokurban
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Salah satu KDMP di Jombang. Foto: bacaini/Syailendra

Belum Beroperasi, Sejumlah Karyawan KDKMP Mengundurkan Diri

Defi Sugiarto, peternak ayam petelur di Desa Ngulankulon, Pogalan, Trenggalek. Foto: bacaini/Aby

Harga Telur Turun Saat Pakan Naik, Peternak Ayam di Trenggalek Kelimpungan

Muh Samanhudi Anwar memberikan pernyataan akan mundur saat pelantikan Ketua KONI Kota Blitar di tengah polemik dana hibah olahraga dan konflik pemilihan KONI

Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In