• Login
Bacaini.id
Saturday, September 19, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Siklus Letusan Gunung Kelud

ditulis oleh Hari Tri Wasono
30 May 2025 17:55
Durasi baca: 1 menit
Pemandangan Gunung Kelud. Foto: facebook @praptozz kelud

Pemandangan Gunung Kelud. Foto: facebook @praptozz kelud

Bacaini.ID, KEDIRI – Gunung Kelud adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Gunung ini memiliki pola letusan yang relatif pendek dibandingkan gunung api lainnya.

Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan rentang waktu antara 7 hingga 25 tahun. Letusan Gunung Kelud sering kali disertai dengan aliran lahar yang berbahaya bagi penduduk sekitar.

Salah satu letusan paling mematikan terjadi pada tahun 1586, yang menewaskan lebih dari 10.000 jiwa. Pada tahun 1919, letusan gunung ini menyebabkan banjir lahar dingin yang menghancurkan permukiman penduduk, sehingga sistem pengalihan aliran lahar mulai dibangun pada tahun 1926.

Memasuki abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Pola ini membawa para ahli gunung api pada kesimpulan bahwa gunung ini memiliki siklus letusan sekitar 15 tahun.

Namun perubahan frekuensi terjadi pada abad ke-21, dengan letusan besar pada tahun 2007 dan 2014. Letusan terakhir pada 13-14 Februari 2014 menghancurkan kubah lava yang sebelumnya terbentuk akibat letusan freatik tahun 2007.

Gunung Kelud terus menjadi perhatian para ahli vulkanologi karena karakteristiknya yang mudah meletus dan dampaknya yang luas terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Dengan pola letusan yang relatif sering, pemantauan aktivitas vulkanik dan mitigasi bencana menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi erupsi di masa mendatang.

Disclaimer: artikel ini ditulis menggunakan teknologi AI. Hubungi redaksi bacaini.id jika ada koreksi untuk penyempurnaan artikel ini.
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: erupsiGunung Kelud
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wawali Blitar Elim Tyu Samba mendaftar calon Ketum KONI Kota Blitar

Alasan Wawali Blitar Elim Tyu Samba Ngebet Jadi Ketum KONI

Migrain pada perempuan dan kaitannya dengan perubahan hormon estrogen

Migrain Lebih Sering Menyerang Perempuan, Ini Kaitannya dengan Naik-Turunnya Estrogen

Bupati Jember, Muhammad Fawait bersama tim nakes saat meninjau pasien homacare di Kecamatan Pakusari

Home Care Jember Tak Berhenti Saat Petugas Pulang

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In